17 Pahlawan Yang Gugur Saat Melawan Kolonialisme

0

Liputanaceh.com, Jakarta | Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden No. 361 Tahun 1959 tentang Hari Nasional yang ditandatangani oleh Presiden Pertama RI Soekarno.

Pada tahun ini, peringatan Hari Pahlawan 2020 mengusung tema ‘Pahlawanku Sepanjang Masa’.

Seperti pada sebelumnya, Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, namun dilaksanakan secara daring dengan hening cipta.

Peringatan tahunan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, Hari Pahlawan diharapkan dapat membangun ingatan kolektif dan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Lantas siapa saja Pahlawan Nasional yang rela gugur demi kemerdekaan?

Berikut 17 pahlawan nasional yang gugur saat melawan kolonialisme untuk memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

1. Bung Tomo (1920-1981)

Membahas Sutomo atau lebih dikenal sebagai Bung Tomo, tidak lepas dari pertumpahan berdarah di Surabaya 10 November 1945 yang sekarang diperingati menjadi Hari Pahlawan Nasional.

Perjuangan arek-arek Suroboyo untuk memperjuangkan kemerdekaan ini tak lepas dari sosok Bung Tomo. Pahlawan Pejuang Kemerdekaan ini yang memegang komando dalam melawan kembali tentara Nederlandsch Indie Civil Administratie (NICA).

Bung Tomo juga memiliki semboyan khas untuk membakar semangat masyarakat yang berbunyi “Merdeka atau Mati”.

2. Sutan Syahrir (1909-1966)

Mantan perdana menteri Indonesia ini juga tidak luput dari torehan perjuangan Republik Indonesia. Sutan Syahrir merupakan pahlawan nasional Indonesia yang dikenal sebagai orang yang mengorganisasi kemerdekaan Indonesia.

Pada masa pendudukan Jepang, Sutan Syahrir turut membangun jaringan untuk mempersiapkan diri merebut kemerdekaan tanpa berkerja sama dengan Jepang.

3. Tan Malaka (1897-1949)

Pada 23 Maret 1963, Presiden Sukarno menetapkan Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden No 53 Tahun 1963.

Merujuk Historia, meski nama Tan Malaka dihapus dalam buku sejarah sekolah pada masa Orde Baru, hingga kini gelar Pahlawan Nasional masih melekat di namanya dalam keikutsertaan dalam memperjuangan kemerdekaan.

4. Mohammad Hatta (1902-1980)

Pahlawan Nasional yang akrab dengan panggilan Bung Hatta ini sangat berperan besar dalam kemerdekaan Indonesia.

Semangat serta patriotisme Bung Hatta tumbuh sejak muda, memuncak sejak aktif dalam kegiatan organisasi pergerakan nasional hingga mendampingi Soekarno dalam melawan penjajah.

5. Soekarno (1901-1970)

Ir. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia yang berperan aktif sebagai proklamator kemerdekaan dan pencetus dasar negara Pancasila. Meski sempat menjadi tahanan politik di Bandung, Soekarno dinilai gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan.

6. Soedirman (1916-1950)

Jenderal Soedirman merupakan tentara termuda yang bergabung dengan para pahlawan kemerdekaan. Selain itu Jenderal Soedirman juga menjadi Panglima Tentara dan Jenderal pertama di Republik Indonesia.

7. Agus Salim (1884-1954)

Pada awal berdirinya republik, Agus Salim memegang andil yang tidak kalah penting dibandingkan tokoh-tokoh pergerakan lainya. Agus Salim merupakan salah satu pimpinan organisasi Islam terbesar saat itu yakni Serikat Islam (SI).

8. Mohammad Natsir (1908-1993)

Mohammad Natsir adalah seorang aktivis dan pemikir Islam yang sempat aktif sebagai Ketua Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi.

Natsir berperan aktif dalam dunia pergerakan Nasional sejak mengenyam pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), setara dengan Sekolah Menengah Pertama pada zaman pemerintah kolonial Belanda.

9. Mohammad Yamin (1903-1962)

Selain dikenal sebagai sosok yang merumuskan Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II, Yamin juga dikenal sebagai aktivis dalam perjuangan kemerdekaan.

Keterlibatan Yamin dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) membuat Yamin berperan dalam merumuskan dasar negara untuk kemerdekaan Indonesia. Pengaruhnya yang besar dalam sejarah membuatnya dihormati sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia.

10. Ki Hadjar Dewantara (1889-1959)

Sosok yang memiliki nama lain Raden Mas Soewardi Soerjaningrat merupakan salah satu pejuang pendidikan. Sepanjang hidupnya, Ki Hadjar Dewantara juga menjadi anggota aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Perguruan Taman Siswa merupakan hasil kerja kerasnya dalam memberikan pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia yang saat itu tidak dapat mengenyam bangku sekolah.

11. Hasyim Asyari (1871-1947)

Kyai Haji Mohammad Hasyim Asyari adalah Pahlawan Nasional sekaligus pendiri Nahdatul Ulama (NU). Hasyim Asyari juga dikenal sebagai intelektual muslim yang turut serta mewarnai perjuangan kemerdekaan Indonesia.

12. Abdul Haris Nasution (1918-2000)

Abdul Haris Nasution dikenal sebagai pengusung perang gerillya saat perang melawan Belanda, yang tertuang dalam buku yang ditulisnya berjudul “Strategy of Guerrilla Warfare”.

Berkiprah sebagai Tentara dan berjuang membasmi penjajah membuat Nasution diberi gelar Pahlawan Nasional pada 5 Oktober 1997 lalu, pada saat ulang tahun ABRI.

13. Adam Malik (1917-1984)
Mengawali karier sebagai wartawan, pada masa mudanya Adam Malik Batubara sudah aktif ikut pergerakan nasional untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Dalam perjalanan kariernya, Adam Malik sempat menjadi wakil presiden ke-3 sebelum menjabat sebagai ketua parlemen. Adam Malik diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1998 lalu.

14. Dewi Sartika (1884-1947)

Bisa mengenyam pendidikan karena masih keturunan ningrat, menginspirasi Raden Dewi Sartika untuk memperjuangkan hak pendidikan kepada rakyat pribumi khususnya.

Berbeda dengan pahlawan pada umumnya, Dewi Sartika membangun sekolah khusus wanita bernama Sakola Isteri di bumi Parahyangan. Berkat perjuanganya, Dewi Sartika mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 1966.

15. Cut Nyak Dhien (1848-1908)

Cut Nyak Dien adalah pahlawan nasional perempuan asal Aceh yang turut serta berperang pada masa perang Aceh.

Kematian suami pertamanya, Ibrahim Lamnga, pada perang tersebut menjadi pemicu Cut Nyak Dien mengobarkan tekad untuk menghentikan penjajahan Belanda di tanah kelahiranya.

16. R. A. Kartini (1879-1904)

Raden Adjeng Kartini adalah pejuang yang telah berjasa dalam memperjuangkan kesetaraan hak kaum perempuan. Latar belakangnya sebagai priyayi atau bangsawan Jawa tidak membuatnya tunduk kepada aturan yang dinilai konservatif.

Kartini yang gigih mendirikan sekolah wanita dengan nama Yayasan Kartini di pada 1912. Selain itu, pemikiran progresif Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menggambarkan inti perjuangan kaum wanita untuk merdeka.

17. Pangeran Diponegoro (1785-1855)

Pangeran Diponegoro adalah pemimpin dalam Perang Jawa yang terjadi pada 1825 hingga 1830. Perang ini berkobar di hampir seluruh daerah Pulau Jawa, dan menjadi salah satu perang terbesar dalam melawan penjajah.

Atas perjuanganya dalam melawan penjajah Belanda, pemerintah menganugerahi Pangeran Diponegoro sebagai Pahlawan Nasional. Untuk mengenang jasanya, ia juga mendapat serangkaian penghormatan seperti didirikan Museum Monumen Pangeran Diponegoro, dan namanya banyak digunakan sebagai nama stadion, jalan, hingga universitas.

Bahkan naskah kuno yang berisi kisah hidupnya meraih penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Dunia. Pada 2013, UNESCO menetapkan Babad Diponegoro sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of the World).

Itulah 17 Pahlawan Nasional Indonesia yang turut serta berjuang dalam kemerdekaan. Beberapa gelar Pahlawan Nasional juga diberikan setiap tahunnya oleh Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya.