Saham Gabungan Diproyeksi Masih Bergerak Terbatas

0
18

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan diproyeksi masih bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (18/4/2018) setelah terkoreksi saat sesi penutupan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) tersungkur 0,99 poin atau 0,02% ke level 6.285,76 pada penutupan perdagangan, Selasa (17/4/2018). Indeks sektor komoditas pertanian dan indeks sektor pertambang menjadi penahan pergerakan dengan penguatan masing-masing 1,3% dan 0,99%

Sementara itu, mayoritas indeks di Asia terkonsolidasi negatif hingga tertekan seperti TOPIX, HangSeng, CSI dan KOSPI yang masing-masing terkoreksi 0,36%, 0,83%, CSI 1,58%, dan KOSPI 0,15%. Sementara itu, indeks Nikkei menguat 0,06%.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG kembali terkonsolidasi tertahan pada resistance MA5 dengan indikator stokastik bergerak bearish. Pergerakan meninggalkan area jenuh beli dengan momentum flat pada middle oscillator.

Lanjar menyebut indikasi pergerakan tertekan menguji support masih terus menghantui melihat level support MA20 yang berada dekat tarpaut 20 poin. Pihaknya memproyeksikan pergerakan IHSG berada di rentang support 6.200 dan resistance 6.300.

“Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung kembali tertekan terbatas,” ujarnya dalam riset harian yang dikutip, Selasa (17/4/2018).

Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan bahwa berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki rentang level 6.262,246 hingga 6.238,730. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki rentang level 6.306,625 hingga 6.327,487.

Nafan mengatakan MACD membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, stokastik dan RSI masih menunjukkan netral.

“Karena indikator MACD masih menunjukkan positif, maka pergerakan indeks berpeluang sideways dengan kecenderungan positif,” ujarnya.

Binaartha Sekuritas merekomendasikan saham BMTR, BNLI, KAEF, LSIP, MIKA, dan WSBP. Sementara itu, Reliance Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham JPFA, SMGR, TLKM, dan SMBR.

 

BAGIKAN

KOMENTAR