3 Kabupaten di Aceh di Rencanakan Sebagai Pilot Project Perkebunan

0
97
Doc : liputanaceh.com

ACEH |LA – Direktorat jenderal perkebunan yang diwakili kasubdit tanaman tahunan dan penyegar, Bagus dan Dinas pertanian dan perkebunan Aceh yang diwakili Kabid Perbenihan, Produksi, dan Perlindungan Perkebunan, Azanuddin Kurnia melakukan kunjungan ke tiga kabupaten yaitu Pidie Jaya, Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk koordinasi dengan Bupati dan instansi terkait khususnya yang menangani sektor perkebunan serta tinjauan lapangan.

“Direncanakan ketiga kabupaten tersebut akan diusulkan untuk menjadi pilot project pengembangan kawasan. Pidie Jaya untuk kakao, sedangkan Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk kopi,” kata  Bagus , Kamis 17 November 2017.

Tim perwakilan Ditjenbun dan Distanbun Aceh bertemu dengan Bupati Aceh Pidie Ayyub Abbas, Bupati Terpilih Aceh Tengah dan Bupati Rahmadi Bener Meriah yg didampingi oleh Kadis yang menangani perkebunan dan beberapa instansi terkait lainnya pada tempat dan waktu yang berbeda.

“Pidie Jaya diusulkan menjadi salah satu lokasi, karena memiliki lahan yang potensial untuk kakao dan juga proses hulu hilir sudah lahir di Pidie Jaya, seperti pabrik coklat. Selain itu tahun ini juga sedang dilaksanakan pembuatan DED ATP (Detail Engineering Desain Agro Techno Park) kakao, dan juga di Aceh Tengah DED ATP Kopi,” demikian ditambahkan oleh Azanuddin Kurnia.

Pengembangan kawasan ini diharapkan memiliki lahan minimalis 100 ha, dalam satu hamparan untuk memudahkan dalam pelaksanaan program dan kegiatan.

“Saat ini kami meminta masing-masing kabupaten untuk menyelesaikan proposal agar kita teruskan ke Dirjenbun. Pola pilot project ini secara umum adalah bagaimana peningkatan produksi ramah lingkungan dengan meminimalkan penggunaan kimia, integrasi tanaman perkebunan dengan ternak, dan pariwisata. Konsep detail disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan masing-masing daerah,” ujar Azan dalam kesempatan itu.

Namun, Ketiga bupati tersebut dalam kesempatan yang berbeda semua menyambut baik gagasan dan upaya yang sudah dilakukan oleh provinsi dan pusat.

“Ini merupakan peluang kita bersama untuk terus meningkatkan produksi, produktivitas, yang pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan petani dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah,”

“Apalagi kopi Gayo kita sudah merambah dan masuk kelas dunia, untuk itu perlu kita pertahankan dan kita tingkatkan dari segala hal sesuai dengan kemampuan bersama. Bila telah bersama-sama, Insya Allah hal ini dapat terwujud,” pinta Azan.

Untuk mendukung hal tersebut, pada tahun ini juga di Pidie Jaya sedang dibentuk percontohan LEM (Lembaga Ekonomi Masyarakat) untuk 4 kelompok. Direncanakan tahun depan untuk LEM kopi.

“Pilot projects percontohan ini nantinya tidak hanya dilakukan oleh yang menangani perkebunan, tetapi kita juga akan berusaha menggaet sektor lain yang masuk dalam perkebunan,” demikian kata Bagus. ( rel)

 

BAGIKAN

KOMENTAR