3 November Nilai Tukar Rupiah Menguat,Dibuka 41 Poin

0
44

JAKARTA|LA —Ikuti pergerakan rupiah sepanjang hari ini pasca membukukan rebound dalam perdagangan kemarin.

Nilai tukar rupiah berhasil membukukan rebound pada perdagangan hari ini, Kamis (2/11/2017), di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia seiring dengan pelemahan dolar AS.

Rupiah ditutup menguat 0,21% atau 28 poin di Rp13.552 per dolar AS, setelah dibuka dengan apresiasi 0,06% atau 8 poin di Rp13.572. Adapun pada perdagangan Rabu (1/11), rupiah ditutup melemah 0,13% atau 17 poin di posisi 13.580.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.542 – Rp13.579 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,14% atau 0,130 poin ke 94,685 pada pukul 16.39 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun 0,05% atau 0,048 poin di level 94,767, setelah pada Rabu (1/11) berhasil membukukan rebound 0,28% di posisi 94,815. Pergerakan dolar AS melemah menjelang pengumuman undang-undang perpajakan Amerika Serikat (AS) dan keputusan nama Gubernur baru The Fed.

“Kemungkinan bagi [anggota Dewan Gubernur The Fed Jerome] Powell dicalonkan sebagai Gubernur The Fed periode berikutnya membatasi dolar. Adapun penundaan dalam pengumuman UU pajak juga merupakan tanda potensial perselisihan internal,” Shin Kadota, pakar strategi senior di Barclays, seperti dikutip dari Reuters.

Menurut sumber terkait, Presiden Donald Trump berencana mencalonkan Powell, yang dianggap berpandangan kurang hawkish dibandingkan beberapa kandidat lainnya, sebagai Gubernur baru The Fed. Trump sendiri direncanakan akan mengumumkan keputusannya hari ini waktu setempat.

Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memperkirakan Jerome Powell akan melanjutkan kebijakan yang ditetapkan oleh Janet Yellen jika anggota Dewan Gubernur The Fed tersebut terpilih menduduki jabatan puncak bank sentral AS itu untuk periode berikutnya.

“Jika dia terpilih, itu adalah pilihan yang tepat. Kebijakannya akan berkelanjutan,” ungkap Martowardojo kepada awak media di Jakarta, seperti dikutip dari Bloomberg.

“Kami percaya kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan Yellen selama beberapa tahun terakhir telah memberikan arahan dan dapat dipertahankan oleh Powell,” lanjut Martowardojo.

Bersama rupiah, mayoritas mata uang Asia terpantau menguat dipimpin peso Filipina yang terapresiasi 0,4%. Adapun renminbi China dan rupee India masing-masing terdepresiasi 0,13% dan 0,10%.

“Sampai batas tertentu, mata uang Asia mendapatkan manfaat dari keberlanjutan kebijakan di AS dan bahwa Powell berada dalam pilihan antara Yellen dan Taylor [John Taylor, kandidat lain Gubernur The Fed],” kata Christy Tan, kepala pakar strategi pasar dan penelitian untuk Asia di National Australia Bank Ltd.”***

BAGIKAN

KOMENTAR