30 Anak Mualaf Terima Beasiswa Penuh Baitul Mal Aceh

0
402

LIPUTANACEH.COM | BANDA ACEH | Baitul Mal Aceh (BMA) kembali memberikan beasiswa penuh tingkat SLTP dan SLTA kepada 30 anak mualaf dari keluarga miskin untuk 2015. Beasiswa ini akan menanggung semua kebutuhan siswa sampai tamat sekolah di pesantren.

Kepala Baitul Mal Aceh mengatakan beasiswa ini diberikan kepada anak mualaf yang berasal dari daerah rawan aqidah seperti Simeulue, Singkil, Aceh Tenggara, Subulussalam, dan Aceh Tamiang. Ke-30 siswa tersebut telah dinyatakan lulus tim verifikasi.

“Dari singkil sebanyak 13 orang, Aceh Tenggara 7 orang, Simeulue 5 orang, Aceh Tamiang 3 orang dan Subulussalam 2 orang. Semua mereka sudah tiba di Banda Aceh akan langsung masuk ke sekolah/pesantren,” kata Armiadi, usai memberi pengarahan kepada anak mualaf di aula BMA, Kamis, (06/08/2015).

Sedangkan untuk tahun-tahun sebelumnya, Baitul Mal Aceh juga telah menyekolahkan 46 anak mualaf, dengan rincinan pada 2014 sebanyak 21 orang, pada 2013 20 orang dan 2012 sebanyak 5 orang.

“Jadi jumlah anak mualaf yang sudah mendapat beasiswa penuh ini sebanyak 76 orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuan dari bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para keluarga mualaf dalam meringankan beban ekonomi.

“Dan juga bentuk pemberdayaan muallaf di sektor pendidikan yang berasa dari keluarga miskin,” katanya.

Dengan adanya bantuan ini, maka mereka yang disekolahkan akan menjadi generasi yang mampu membentengi aqidah saudara-saudara mereka yang baru masuk Islam. Dan mereka juga nantinya mendapat jaminan masa depan karena sudah memiliki skill.

“Kita berharap mereka menjadi pembela agama dan kader-kader da’i di daerah mereka tinggal setelah dewasa nanti,” ujar Armiadi.

Armiadi menyebutkan, untuk tahun ini khusus senif mualaf, Baitul Mal Aceh menggelontorkan anggaran sebesar 1,4 miliar. Jumlah sebesar ini sudah termasuk untuk program pembinaan dan pemberdayaan mualaf.

Ia menambahkan, adapun program-program yang berhubungan dengan mualaf di Baitul Mal Aceh antara lain, pertama, Beasiswa Penuh mualaf tinggkat SLTP dan SLTA.

“Beasiswa ini sudah termasuk biaya masuk, biaya bulanan dan biaya pembelian buku bacaan,” katanya.

Kedua, beasiswa penuh anak mualaf tingkat SLTP yang berada di daerah rawan aqidah. Beasiswa ini ditanggung penuh semua kebutuhan siswa semenjak penjemputan, biaya masuk, tempat tinggal, SPP, dan uang jajan selama di sekolah/pesantren.

Ketiga, program pendampingan syariah bagi mualaf di 5 kabupaten/kota. Keempat bantuan pendidikan berkelanjutan bagi anak muallaf tingkat SD, SLTP dan SLTA di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Tidak hanya di Baitul Mal Aceh saja ada program perberdayaan kepada muallaf, tapi di Baitul Mal kabupaten/kota juga ada program yang serupa, artinya pemerintah sangat perhatian kepada mualaf,” ujarnya.

Terakhir kata Armiadi, dalam pengamatannya tidak semua para muallaf di Aceh berstatus miskin. Bahkan ada mereka yang status ekonominya sudah baik sehingga sudah mampu membantu dan membina saudaranya yang lain.

“Kepada masyarakat kami sampaikan bahwa status mualaf yang dirumuskan Baitul Mal hanya diakui selama tiga tahun, selanjutnya jika ia miskin maka akan diberlakukan sebagai masyarakat miskin,” katanya. [Via]