Syarat dan Waktu Menunaikan Zakat Fitrah (I)

0

Salah satu kewajiban yang harus ditunai seseorang kala bulan Ramadhan tiba berupa zakat fitrah dengan ketentuandan syarat yang telah ditetapkan oleh syariat. Syarat wajib zakat fitrah ada empat macam, ,pertama, Islam. Kedua, Merdeka (bukan budak, hamba sahaya). Ketiga, Mempunyai kelebihan makanan atau harta dari yang diperlukan di hari raya dan malam hari raya. Maksudnya mempunyai kelebihan dari yang diperlukan untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang wajib ditanggung nafkahnya, pada malam dan siang hari raya. Baik kelebihan itu berupa makanan, harta benda atau nilai uang. Keempat, Menemui waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah. Maksudnya seseorang yang wajib zakat fitrah itu menemui sebagian dari bulan Ramadhan dan sebagian dari awalnya bulan Syawwal (malam hari raya).

Dalam hal perlu dipertegas bahwa yang dimaksud “ mempunyai kelebihan di sini “ adalah kelebihan dari kebutuhan pokok sehari-harinya. Maka barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari, seperti rumah yang layak, perkakas rumah tangga yang diperlukan, pakaian sehari-hari dan lain-lain tidak menjadi perhitungan. Dalam pengertianya, jika tidak mampu membayar zakat fitrah, harta benda di atas tidak wajib dijual guna mengeluarkan zakat.

Sementara itu jenis dan kadar zakat fitrah itu ada empat macam, pertama, berupa bahan makanan pokok daerah tersebut (bukan uang).kedua, Sejenis (tidak boleh campuran). Ketiga, Jumlahnya mencapai satu Sha’ untuk setiap orang. ( 1 Sha’ = 4 mud = 2, 75 Kg). Keempat, diberikan di tempatnya orang yang dizakati. Dalam perspektif Imam Abu Hanifah, zakat fitrah boleh dikeluarkan dalam bentuk qimah atau uang dan Jika tidak mampu satu sha’, maka semampunya bahkan jika tidak mempunyai kelebihan harta sama sekali, maka tidak wajib zakat fitrah.

Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

Waktu pelaksanaan mengeluarkan zakat fitrah terbagi menjadi lima fase : Pertama, waktu wajib yaitu, ketika menemui bulan Ramadhan dan menemui sebagian awalnya bulan Syawwal. Oleh sebab itu orang yang meninggal setelah maghribnya malam 1 Syawwal, wajib dizakati. Sedangkan bayi yang lahir setelah maghribnya malam 1 Syawwal tidak wajib dizakati. Kedua, Waktu jawaz yaitu, sejak awalnya bulan Ramadhan sampai memasuki waktu wajib. Ketiga, Waktu Fadhilah yaitu, setelah terbit fajar dan sebelum shalat hari raya.

Keempat, waktu makruh yaitu, setelah shalat hari raya sampai menjelang tenggelamnya matahari pada tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur seperti menanti kerabat atau orang yang lebih membutuhkan, maka hukumnya tidak makruh. Kelima, Waktu haram : Yaitu, setelah tenggelamnya matahari tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur seperti hartanya tidak ada ditempat tersebut atau menunggu orang yang berhak menerima zakat, maka hukumnya tidak haram. Sedangkan status dari zakat yang dikeluarkan tanggal satu Syawwal adalah qadha’.