Guru Besar Walisongo: Keberkahan Kampus Kota Santri Samalanga Namanya Diabadikan dalam Al-Quran

0

AIR KRUENG BATEE ILIEK yang jernih dan mengaliri sungai yang memisahkan Kota Santri Samalanga itu, terlihat begitu indah dan kalau dilihat sepintas Samalanga hanya kemajuan di sepanjang aliran Batee Iliek sepanjang jalan Banda Aceh Medan, benarkah demikian?

Oh tidak, kala kaki melangkah menelusuri jejak sungai Batee Iliek mata anda akan terperangah dan ta’jub melihat ada Kota Hebat di aliran Sungai yang air memiliki kualitas nomor wahid di bumi ini. Benarkah? Alwaqi’ la yartafi'(Kenyataan tidak dapat dipungkiri) setidaknya jawaban singkat menjawab fenomena tersebut. Sekitar 10 menit atau 15 menit kita melangkah baik dari Cot Meurak Batee Iliek maupun Simpang Matang Samalanga akan terjawab dengan sendirinya.

Tepatnya di Mesjid Raya Samalanga terlihat banngunan megah bertingkat seakan tidak percaya dengan kenyataan itu. Bangunan tingkat bertingkat Ummul Ayman Samalanga lengkap dengan fasilitas pendidikan, Baitul Ihsan, Putri Muslimat, beberapa meter kedepannya gedung megah berlantai lima bantuan Presiden Jokowi. Apakah hanya itu bangunan tersebut?

Tidak bro, sepuluh langkah kedepan adanya mercusuar ilmu Dayah MUDI Mesjid Raya, Ma’had Aly MUDI Samalanga dengan bangunan bertingkat yang mendidik ribuan “mujahidin” dan telah melahirkan banyak ulama sepuh dan ulama di bumi ini.

Ide brilian Almukarram Abu MUDI disamping telah lama mendidik generasi penerus agama dan bangsa ini di bawah lembaga pendidikan MUDI dan merespon perkembangan zaman now melahirkan integrasi ilmu, almukarram menjawabnya dengan melahirkan IAI Al Aziziyah Samalanga yang dulunya bernama STAI al-Aziziyah Samalanga.

Lahirnya Mercusuar Ilmu di Kota Santri

Almukarram Abu MUDI dalam melahirkan “Pembaharuan” sangat banyak tantangan dan hambatan, itu sesuatu yang wajar dalam perspektif lahirnya ide baru. Tentunya sang Almujaddid Abu MUDI sebelumnya telah bermusyawarah dengan gurunya dan tela’ah panjangnya dengan berani melahirkan ide cemerlang tersebut.

Lahirnya Sekokah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah Samalanga yang didirikan awal tahun 2000 tepatnya tahun 2003.resmi berubah status sebagai Institut Agama Islam Al-Aziziyah, setelah disahkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI melalui SK Nomor 3776 Tahun 2014. Serah terima SK persetujuan alih status berlansung di Ruang Sidang Kementerian Agama RI di Jakarta pada Senin, 7 Juli 2014 yang dihadiri oleh Rektor Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga, Dr. Tgk. Muntasir A. Kadir, MA.

Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga merupakan perguruan tinggi swasta kedua di Aceh setelah Institut Agama Islam (IAI) Al Muslim Bireuen yang mampu meraih status Institut setelah sebelumnya sejak diresmikannya pada 2003 perguruan tinggi ini bernama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah Samalanga.

IAI Al Aziziyah mendapatkan status baru tersebut setelah melewati tahapan pengajuan proposal alih status ke Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI pada tahun 2013 dilanjutkan tahapan verifikasi kelayakan alih status, visitasi kelayakan melaksanaan pendidikan Institut serta rekomendasi dari berbagai stakeholder di Aceh dan Nasional. Bersamaan dengan persetujuan Alih Status IAI Al-Aziziyah Samalanga, juga perubahan status 4 Perguruan tinggi lain di Jawa Timur dan Sumatera Barat dan Selatan.

Tiga Fakultas baik Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam maupun Fakultas Komunikasi Islam kini telah melahirkan tujuh prodi terus melakukan pembenahan dan pengembangan. Bahkan melakukan pembenahan di bidang akreditasi prodi.

Fenomena ini terlihat usaha yang dilakukan Fakultas Tarbiyah berusaha meningkatkan akreditasi Prodi PBA. Dua Guru Besar dua guru besar masing-masing Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M. Ag asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel dan Prof. Dr. Mohammad Husnan Lubis, MA berasal dari Universitas Sumatera Utara akan melakukan asesmen Lapangan terhadap Prograrn Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAI Al-Aziziyah Samalanga.

Kegiatan tersebut dilakukan hari Rabu, (26 Juli 2019). Kedua rombongan tersebut juga sempat melihat kompleks dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga yang kebetulan berdekatan. Pasca disambut oleh Rektor IAI al-Aziziyah Samalanga dan segenap dosen serta civitas akademika serta melakukan pertemuan secara serimional juga dilanjutkan pembukaan acara oleh Rektor setempat, kedua guru besarpun memberikan kata sambutan bahkan mengapresiasi IAIA yang lahir di komunitas beberapa dayah (pesantren) terbesar di negeri syariat Serambi Mekkah itu.

Guru Besar asal negeri Walisongo itu menyebutkan kampus yang di lahirkan sosok almujaddid Syaikhuna Almursyid Abu MUDI itu telah meraih keberkahan dan di abadikan dalam Al-Quran. Sebelum lahir IAI Al Aziziyah telah duluan terabadikan dalam kitab suci yang berjumlah 30 Juz itu. Gubes yang murah senyum dan berwibawa itu itu juga mengutip Al-Quran surat At-Taubah ayat 128 sebagai buktinya.

Kita berharap akreditasi berbagai prodi di lingkungan IAIA Samalanga termasuk PBA (Pendidikan Bahasa Arab) mendapatkan nilai yang terbaik. Aura itu telah dibuktikan dan kini lembaga pendidkan tersebut di bawah kepemimpin Teungku Muntasir A. Kadir yang juga menantu Al-Mukarram Abu MUDI, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah yang berlokasi di gampong Mideun Jok Samalanga, Bireuen perlahan terus berkembang pesat. Bermacam ragam terobosan telah dilakukan dan saban tahun mahasiswanya terus membludak. Semoga lembaga pendidikan itu terus menggelora menerangi bumi Iskandar Muda dan nusantara ini.

**HABeL, Pemungut Hikmah Tercecer asal Blada, Ulee Glee, Pidie Jaya.

***Mengisi waktu Dhuhur di Gubuk Batee Iliek, Samalanga, 26 Juni 2019