Keberkahan Milad Tahun Emas Al-Mukarram Abi MUDI

0

SALAH SATU negeri di semenanjung barat nusantara ini yang populer dengan sebutan Serambi Mekkah, negeri yang pertama masuk Islam di nusantara ini telah banyak melahirkan ulama dan cendekiawan muslim bukan hanya terkenal di bumi ini bahkan seantero dunia.

Menelusuri jejak sejarah, salah satu wilayah yang terkenal di propinsi Aceh tersebut bernama Pidie. Ketenarannya bukan hanya telah melahirkan banyak ulama dan tokoh serta cendekiawan juga Pidie dalam sejarah “Ulee Keumudoe” Aceh dalam banyak aspek baik politik, agama, dagang maupun lainnya.

Mengulas sejarah merupakan meretas kembali rabitah kita melewati pintu silam yang berumur puluhan tahun, terlebih sejarah Islam dan ulama tempo doeloe.

Rentetan panjang tidak mungkin terulas dalam tulisan singkat ini, penulis mencoba meretas kembali sepenggal benang yang kusut dalam memori sebagian generasi yang “melupakan” sejarah endatu.

Pidie sejak dulu dalam alur sejarah telah dibuktikan sangat banyak melahirkan ulama, bahkan rentetan sejarah itu terkadang tidak banyak dibincangkan dalam diskusi Warkop atau sejenisnya.

Era abad 18 atau 19 Masehi, salah satunya dayah di Samalanga yang dulunya masih wilayah Aceh Utara kemudian berdiri di bawah Kabupaten Bireuen yang telah melahirkan banyak ulama dan tokoh serta intelektual merupakan alumni dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga.

Kota Santri Samalanga telah merintis beberapa jaringan ulama dalam tiga mazhab terbesar , Mazhab Al-Idrisiyah, Mazhab Al-Hanafiah dan Mazhab Al-Aziziyah. Ketiga itulah melahirkan ulama, pejuang dan tokoh serta intelektual.

Ketiga mazhab tersebut tidak terlepas dibawah naungan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga yang muaranya dari negeri Pedir (Pidie). Betapa tidak, sosok Tgk Idris sendiri merupakan perantau asal Pidie kelahiran Laweung yang menetap dan berkeluarga di Tanjongan, Samalanga.

Keturunan beliaulah yang membesarkan dan melahirkan Mazhab Al-Hanafiah dan Mazhab Al-Aziziyah, bahkan Syekh H. Hanafiah Abbas (Tgk Abi) sendiri menuntut ilmu di Kembang Tanjung, Pidie. Kontribusi Pidie kembali menghiasi jaringan ulama tersebut.

Mengupas ketiga Mazhab Ulama membutuhkan waktu dan tela’ah yang mendalam walaupun penulis masih menyimpan dokumen segitiga emas dalam memori, namun sedikit mencoret mazhab terakhir dalam konteks kekinian tanpa mengurangi kontribusi dua mazhab yang pertama.

Ketenaran Mazhab Al-Idrisiyah (Madris) dan Mazhab Al-Hanafiah (Mabni) sepertinya kurang “mudawwan” dalam lintasan sejarah bahkan penabalan kedua mazhab baik Madris maupun Mabni terlihat hanya ada di Kota santri Samalanga dan itupun kalau tidak salah kurang dari lima dayah.

Ini jauh sangat berbeda dengan Mazhab Al-Aziziyah yang pengembangannya begitu bermanajemen dan berstruktur terlebih di bawah asuhan Al-Mujaddid Al-Mukarram Al-Mursyid Syekh H. Hasanoel Basri HG atau akrab disapa Abu MUDI. Selama kempemimpinannya telah banyak dilakukan perubahan dan pengembangan di bidang dakwah, organisasi dan dunia tarbiyah, salah satu buktinya telah melahirkan kampus Al-Aziziyah di samping banyak hal lainnya termasuk lahirnya Ma’had Aly.

Juga dayah cabang begitu banyak bukan hanya di Aceh bahkan luar Aceh termasuk luar negeri Malaysia hingga dataran Eropa dan lainnya. Rotasi ilmiah terus berlanjut hingga saat ini dalam naungan Al-Aziziyah. Di bidang dakwah masyarakat lahirnya TASTAFI sebagai kolaborasi kajian Tasawuf, Tauhid dan Fiqh disaji dan dikemas untuk dakwah masyarakat umum.

Salah seorang penerus Al-Aziziyah yang juga putra tertua Al-Mursyid Abu MUDI, beliau sosok yang alim dan tawadhu’, walaupun umurnya masih terbilang muda namun jam terbangnya melebihi para pendahulunya dalam rihlah lilmiah, cuma lintasan nusantarakah?

Oo, tidak bro, Jam terbang putra almukarram Abu MUDI bukan hanya nusantara juga luar negeri terlebih kedekatannya dengan para Habaib baik Yaman, Malaysia dan Nusantara menjadikan sosok ulama muda kian bersinar dalam keberkahan ilmu. Ramadhan kemarin (2019) beliau menjemput keberkahan negeri aulia Yaman termasuk dengan Habib Umar dan Habaib lainnya. Termasuk dalam beberapa hari ini selama dua pekan (Juni-Juli) beliau memimpin rihlah ilmiah asal Aceh taklim khusus di bawah bimbingan Habaib di negeri seberang Malaysia.

Sosok yang memegang teguh wasiat sang kakeknya Allahuyarham Abon Aziz Samalanga dengan “senjata” pamungkas “Beut Seumeubeut” dan istiqamah belajar di dayah walaupun hanya di MUDI dan ini juga yang pernah di alami Almukarram Abu MUDI saat itu ingin belajar ke dayah terkenal Labuhan Haji, Abon “melarangnya” secara santun dan “seumateh”nya itulah salah satu keberkahan yang tersemat dalam jiwa Abu MUDI dan itupun terwarisi kepada sosok putranya. O Kim (Turki) alias Man Huwa (Who Is He)?

Ternyata sosok ulama muda nan tawadhu itu oleh Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz telah mengamanahkan dan melantik langsung sebagai Wakil Ketua Majelis al-Muwashshalah Baina ‘Ulama` al-Muslimin Wilayah Aceh (Forum Silaturrahmi Antar ‘Ulama) pemilik nama tiga rangkaian nama yang tafaulan ketiganya telah terbukti dalam keseharian sesuai sang musamma.

Beliau adalah Tgk. H. Zahrul Fuadi Mubarrak atau akrab disapa Abi MUDI yang baru saja miladnya ke-40 (29 Juni 1979-29 Juni 2019). Angka umur sedemikian merupakan umur keemasan menuju kesuksesan. Bahkan ultahnya tahun keemasa ini juga dirayakan bersama Habaib di halaqah ilmu di negeri seberang. Tentunya ini sungguh sebuah keberuntungan dan keberkahan tersendiri.

Kita berharap dan mendoakan semoga Abi MUDI diberi umur panjang dan berkah juga sehat walafiat demi pengabdiannya untuk umat, agama, bangsa dan negeri ini. Umur keemasannya terus berkiprah dan istiqamahnya dalam Beut Seumeubeut sebagaimana yang telah dirintis almukarram Abu MUDI, tiada kata yang indah selain untaian doa kepada al-Mukarram Syaikhuna Abi MUDI
سنة حلوة و سعدة *يا شيخنا ابي مودي*…
اللهم ارحمه رحمة واسعة، وارزقه رزقا حلالا طيبا، واجعلنا ببركة سيدنا محمد من العالمين العاملين…. آمين بارك الله في عمورك يا شيخينا وحفظك الله في حياتك اللهم ارهمنا بالعمل الصلحة ورقنا بالاحسان الاخرة واجعلنا بطول العمر للعبادة واختم عمرنا بحسن الخاتمة و بحسن العاقبة..
امين يا رب العالمين … ياالله ياجبار،ياقهار، يا رحمان يارحيم،إجمعنا معه الجنة وأنزلنا مع العلماء الصالحين ببركت هذا الشهر المبرك وببركة ابون عزيز و ببركة تنكو ابي و ببركة ابو مودي …امين

المعهاد مود مسجد رايا سمالنج،برين،اتشيه
**MUDI Mesjid Raya Samalanga, 29 Juni 2019, Syawal 1440 H

***Tgk. HABel Al-Yacob, Penghuni Penjara Suci Mesjid Raya Samalanga dan Penikmat Kopi Aceh.