Prodi PMI, Kini lulusannya Diincar Banyak Pihak

0

BIREUEN I LA- Salah satu prodi yang termasuk baru di dunia pendidikan tinggi Islam di nusanara ini bernama Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Prodi ini merupakan ilmu sosial terapan yang memadukan kajian keagamaan dan teori sosial guna melakukan pembangunan masyarakat. Ilmu ini bertujuan untuk mengatasi masalah sosial, menggali potensi, memberdayakan masyarakat, melakukan perubahan sosial menuju masyarakat yang yang berwawasan luas. Oleh karena itu, ilmu ini identik dengan ilmu tentang intervensi, rekayasa, ataupun transformasi sosial.

“Prodi Pengembangan Masyarakat (PMI) dapat dikatakan masih cukup muda karena muncul di Indonesia pada tahun 1998 atau pasca reformasi, sehingga masih banyak orang merasa asing dengan nama ilmu ini. Kendati demikian di barat ilmu ini sudah cukup lama dikenal dengan nama Community Development,” kata Dr. Tgk. Saiful Bahri, MA yang merupakan pakar pendidikan di bidang dakwah yang juga pengurus ASPIKOM, Rabu, (3/7/2019).

Dekan Fakultas Komunikasi Islam IAI Al-Aziziyah Samalanga itu menyebutkan kajian ilmu ini semakin hari semakin dibutuhkan karena negara memerlukan ahli yang mampu menyelesaikan masalah sosial yang seakan-akan tidak pernah selesai. Kemiskinan, kriminalitas, anak jalanan, semakin hari semakin banyak sehingga Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam mempunyai “tugas suci” untuk mencari alternatif model-model penyelesaian masalah sosial di Indonesia.

Profesi Lulusan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam

Alumni MUDI Samalanga itu mengatakan alumni PMI itu nantinya berprofesi dalam pengembangan masyarakat. Profesi utama lulusan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam disebut pengembang masyarakat, yaitu satu profesi yang melakukan analisis, pendampingan, dan pengembangan model-model in¬tervensi sehingga masyarakat berkem¬bang dan berdaya guna mewujudkan masyarakat yang religius, adil, dan se¬jahtera.

“ lulusan PMI saat ini sedang ditunggu oleh pemerintah dan pihak yang berkompenten untuk di perkerjakan di bidang tertentu. Alumni PMI nantinya akan berprofesi diantaranyamenjadi pengelola program-program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan jika masuk di wilayah negara, seperti di Pemerintah Daerah, Kementrian Sosial, Kementrian Agama, BKKBN. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya alumni Jurusan PMI yang bekerja sebagai Satuan Bakti Pekerja Sosial di Kemensos, fasilitator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri), fasilitator Program Keluarga Harapan (PKH), dan program-program sejenis,” papar doktor lulusan UIN UINSU itu.

Guru senior Dayah Jami’ah Al-Aziziyah (DJA) Batee Iliek itu menambahkan alumni PMI itu berpeluang menjadi pekerja LSM/NGO (aktivis sosial) jika bekerja di ranah Masyarakat Sipil. Prodi PMI lahir dari proses reformasi dimana banyak aktivis lahir dari kampus Islam. Untuk itu dibutuhkan wadah training yang formal para penggerak perubahan masyarakat. Aktivitas mereka berada di non-government organisation baik itu dari dalam ataupun luar negeri.
Profesi Kewirausahaan Sosial.

“Jika aktivitas pengembangan diarahkan dalam dunia usaha maka akan melahirkan kewirausahaan sosial. Langkah tersebut diperlukan karena program pemberdayaan memerlukan keberlanjutan. Dan hal itu akan ter¬jadi jika pelaku dan masyarakat yang didampingi sama-sama sejahtera. Un¬tuk itu seorang pendamping masyarakat dapat memanfaatkan jaringan yang ia punyai untuk berwirausaha dan menularkan gagasan ke masyarakat,” lanjut putra kelahiran Samponiet, Aceh Utara itu.

Selanjutnya, sosok agamawan muda yang terkenal disiplin itu mengatakan, ketika pengembang masyarakat bersentuhan dengan nilai-nilai agama maka ia akan dapat berubah menjadi penyuluh agama. Sebagai disiplin ilmu yang lahir dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi maka Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) merupakan jurusan/prodi yang berusaha melakukan transformasi masyarakat dalam bidang keagamaan, tenaga kesejahteraan sosial (Social Worker) dan banyak bidang lainnya.

“Hal ini profesi yang telah diatur dalam UU Nomor 11 tahun 2009, yang melakukan intervensi berupa perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pem¬berdayaan sosial, dan jaminan sosial. Profesi ini bertujuan membuat ma¬syarakat yang sakit (mengalami masalah sosial-kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, keterpencilan, ketunaan sosial/prilaku menyimpang, korban tindak kekerasan-eksploitasi-diskrimi¬nasi) dengan maksud agar dapat hidup layak. Profesi ini punya kecenderun-gan bergerak sebagai pekerja negara (PNS) dengan intervensi klinis-panti,” ulasnya.

Terakhir ia mengatakan IAI Al-Aziziyah Samalanga telah membuka prodi PMI dan ini tahun kedua dan berharap generasi muda tidak menyiakan peluang untuk mendaftarkan diri di prodi baru tersebut.