Dibalik Berkumis dan Berjenggot serta Jenisnya

0

MANUSIA sebagai khalifah di muka bumi dan makhluk yang bertitel ahsanu al-taqwim (sebaik-baik bentuk) tentunya mengemban misi yang tidak sanggup dipikul makhluk lain yang bernama amanah. Terlebih manusia juga diberikan akal untuk berpikir.

Sangat banyak kelebihan yang dimiliki manusia, diantara lainnya manusia juga dihiasi dengan bulu yang beraneka ragam termasuk jenggot dan kumis.

Memelihara Jenggot dan Kumis menurut Kesehatan

Udara dan debu ternyata juga bisa memicu orang untuk terserang asma loh. Nah, cambang di area alat pernapasan ini dipercaya dapat menghentikan penyebab alergi debu yang terhisap hidung dan mulut.

Sementara itu menurut Dr. Felix Chua, konsultan sistem pernapasan di London Clinic menyebutkan secara teoritis, cambang bisa menghentikan apapun yang memicu asma untuk masuk ke saluran pernapasan, tapi bentuknya harus lebih besar.

Kumis dan janggut dipercaya dapat menghindarkan kulit muka dari paparan sinar matahari secara langsung. Hal ini juga dapat menunda penuaan dan keriput bagi cowok yang berkumis-janggut. Menurut Dr. Friedmann mengatakan bahwa paparan sinar matahari adalah penyebab utama penuaan dan kerusakan kulit.

Di samping itu, kumis dan janggut ternyata juga dapat menurunkan risiko kanker kulit. Paparan sinar matahari cukup bahaya. Selain bisa menunda penuaan dini, kumis dan janggut juga bisa mencegah kanker kulit. Seperti yang diungkapkan dalam jurnal proteksi radiasi dari Australia University of Southern Queensland, seenggaknya kumis dan janggut dapat mencegah kanker kulit hingga 90%, karena menutupi kulit dari sinar matahari secara langsung.

Berdasarkan kajian di atas, memelihara bulu sejenis kumis dan jenggot banyak manfaatnya.Kenapa mesti malu dan dicukur?

Ada Tiga Jenggot

Jenggot sebagai salah satu anugerah Allah untuk kita manusia walaupun sebagian juga ada yang tidak ditumbuhi bahkan sebaliknya ada daerah dan jenis insan tertentu yang kaya akan rahmat ilahi tersebut.

Kita harus dimengerti bahwa jenggot terdiri dari tiga kategori. Pertama, jenggot biologis seperti orang-orang Arab, Kedua, jenggot ideologis seperti orang-orang yang memaksakan dirinya berjenggot dengan berbagai cara misalnya membeli obat penumbuh-penyubur jenggot.

Ketiga, gabungan idiologis-biologis. Kategorisasi ini, hendaknya disesuaikan dengan individu masing-masing, bagi mereka yang tidak bisa tumbuh jenggotnya, tidak usah dipaksakan. Mereka yang dikarunia tumbuh subur jenggotnya, silakan pelihara dan rawat dengan rapih jika memungkinkan tetapi jangan dijadikan sebagai simbol sunnah karena itu hanya sebagai assesoris fisik.

Dalam perspektif syariat disebutkan bahwa memajangkan jenggot dan mencukur kumis termasuk sunnah nabi sehingga ada “tetangga sebelah” bersikukuh mereka yang tidak berspesifik demikian, dianggap tidak mengikuti sunnah nabi dan ingkar sunah, benarkah demikian? Next.. Tunggu ya bro pembahasan selanjutnya.

***Helmi Abu Bakar Ellangkawi, Penggiat Literasi asal Dayah MUDI Samalanga, Dikutip dari berbagai sumber.