Soal Hibah, Begini Penjelasan Kadis Pendidikan Dayah

0
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny S.Ag MM saat memberi sambutan dalam acara Wisuda angkatan ke IV Santri Dayah Ulumul Islam di Komplek Dayah tersebut di Gampong Samakurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

BANDA ACEH | LA— Kepala Dinas Pendididan Dayah Usamah El-Mady memastikan bahwa hibah – bansos untuk dayah tetap akan direalisasikan.

“Sesuatu yang sudah menjadi APBA 2019 ya harus direalisasikan, termasuk hibah – bansos yang ada di Dinas Pendidikan Dayah,” kata Usamah, Rabu (24/7/2019).

Dalam DPA Dinas Pendidikan Dayah disebut ada 481 miliar hibah – bansos yang harus direalisasikan pada tahun anggaran 2019.

Usamah menyebutkan, total belanja hibah untuk dayah untuk tahun ini Rp 481.717.110.000. Dari jumlah itu, terdapat usulan pokok pikiran (pokir) anggota DPRA sebesar Rp.396.555.000.000.

Dijelaskan, usulan itu masih terus diproses pihaknya agar tak berpotensi menjadi kasus hukum di kemudian hari.

“Saya tegaskan, dukungan Pemerintah Aceh terhadap dayah masih tetap menjadi perhatian dan pada saat yang sama Pemerintah Aceh juga konsern menjaga wibawa dan kehomatan ulama Aceh,” tutup Usamah El-Madny.

Usamah berharap kalangan dayah tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang tidak utuh terkait hibah – bansos untuk dayah. Kehati-hatian Dinas Dayah semata untuk memastikan semua pihak tidak terjerat kasus hukum karena menerima dana hibah yang tidak sesuai prosedur.

“Kita wajib menjaga nama baik dan kewibawaan dayah di Aceh, apalagi terkait uang. Saat ini, dayah sangat mungkin sedang dicari kelemahannya, dan kita tidak ingin dayah menjadi sorotan mereka yang tidak senang dengan dayah,” tutup Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Dayah Aceh, H Usamah El-Madny SAg MM, ketika diminta tanggapannya soal keluhan teungku (pimpinan dayah) yang kemudian disuarakan oleh sejumlah kalangan dengan menohok pemerintah Aceh.

Merasa dibola-bolai dan kecewa karena hingga saat ini dana hibah untuk dayah/pesantren belum bisa dicairkan.

Menurut Usamah, tidak semua dana hibah dayah belum bisa direalisasikan. Jika pun masih ada yang belum direalisasikan semata karena ada syarat yang mesti dilengkapi, dan ada prosedur yang harus ditempuh, yaitu melalui RAPBA-Perubahan.

Usamah juga mengajak jajaran dayah untuk merenungi subtansi pesan yang disampaikan Tgk H Faisal Ali alias Lem Faisal, alumni Dayah Mudi Mesra Samalanga yang juga Wakil Ketua MPU Aceh, seperti dilansir media, kemarin.

“Dana hibah dayah di Dinas Pendidikan Dayah Aceh tetap penting. Selaras dengan pesan Lem Faisal, jajaran dayah juga harus ekstra hati-hati ketika ada pihak-pihak yang menyeret dayah kedalam pusaran hibah yang tidak sesuai ketentuan itu,” tegas Usamah.