Qurban dan Aqiqah Sekaligus, Bolehkah?

0

IBADAH terkadang oleh sebagian masyarakat mengusahakan satu ibadah bisa berfungsi ganda alias berpahala ganda. Salah satunya dimana ada sebagian masyarakat kita berusaha melakukan aqiqah dan qurban sekaligus, dalam artian meniatinya untuk kedua ibadah tersebut pada seekor ternak.

Model fenomena ini terdapat khilaf pendapat ulama. Menurut argumen Syekh ibnu Hajar menjelaskan bahwa tidak hasil salah satu keduanya, apabila meniati aqiqah dan qurban sekaligus terhadap seekor binatang. Pendapat inipun didukung oleh Mazhab Malikiyah. (Tuhfah al-Muhtaj; 9: 429, Itsmid al-Ainain Fi Ikhtilaf Syaikhain, hal 77).

Sedangkan menurut Imam Ramli hasil keduanya sebagaimana disebutkan dalam karyanya “Nihayah al-Muhtaj” yang berbunyi : “Jikalau seseorang meniati dengan satu ekor kambing untuk qurban dan aqiqah, niscaya hasillah keduanya” (Nihayah Muhtaj: 8; 145-146). Argumen ini juga dikemukakan oleh para kalangan tabi’in seperti Hasan al-Basri, Muhammad bin Sirin, Qatadah dan Hisyam, termasuk pula Madzhab Hanafiyah (Imam Nawawi, Fathil Bari 12/13).

Sementara pendapat yang saheh (kuat) dalam mazhab Imam syafi’I yang dikemukakan oleh Syekh Ibnu Hajar, beliau menyebutkan bahwa tidak dapat hasil dua ibadah sekaligus antara qurban dan aqiqah, sebab keduanya merupakan sunat yang maqsudah, artinya kedua ibadah itu mempunyai tujuan maing-masing walaupun ada juga persamaannya. Ibadah qurban orientasinya untuk “dhiafah ammah” (penjamuan secara umum), berbeda dengan aqiqah, orientasinya untuk dhiafah khashah (penjamuan secara khusus), perbedaannya, aqiqah disunatkan memasaknya berbeda dengan qurban.

Perbedaan lainnya dimana aqiqah yang dihadiahkan kepada orang kaya boleh memiliki dan mempergunakan menurut keinginannya baik dijual atau lainnya sebab bukan dhiafah amah berbeda dengan ibadah qurban.(Tuhfah Muhtaj: 9 : 422, 429, 431-432).

Melihat problema diatas yang terjadi khilaf pendapat seandainya dilakukan qurban dan aqiqah sekaligus dalam masa dianjurkan berqurban yakni 10 Zulhijjah hingga akhir hari tasyrik, namun apabila dillakukan di luar waktu tersebut jelas bahwa tidak ada khilaf pendapat diantara Imam Ramli dan syekh Ibnu Hajar tentang sahnya berqurban. Mari Kita berlomba dalam kebaikan terutama ibadah qurban di bulan Zulhijjah ini dan berharap bernilai ibadah di sisi Allah SWT serta menjadi bekal untuk hari esok nantinya. Semoga…!!!!