Anak sebagai Investasi Akhirat dan Multi Level Pahala (MLP)

0

MENDAMBAKAN hadirnya buah hati baik itu laki-laki ataupun perempuan itu merupakan harapan semua orang terlebih sang orang tua. Kehadirannya menjadi penyempurna sebuah kehidupan rumah tangga. Tak lengkap rasanya apabila sebuah keluarga tidak dilengkapi dengan keceriaan anak-anak. Ianya menjadi qurrata a’yun, penyejuk mata bagi kedua orang tuanya.

Tgk. Muhammad Sahal Arsyad di apit oleh dua saudaranya Amelia Rifka dan Azkia Rahmah yang merupakan anggota keluarga besar Rumoeh Blang Lamkawe. (HAB/LA)

Realitanya, tidak heran apapun dilakukan oleh suami isteri untuk memiliki seorang anak. Kalau dalam tempo yang agak lama belum juga mendapatkan kehamilan, maka tumbuh kegelisahan. Apapun dilakukan mulai dari tindakan medis ataupun non medis. Kala mereka lahir, membuncahlah kebahagiaan kedua orang tua, meskipun dengan susah payah sang ibu melahirkan dengan taruhan nyawa.

Tentunya berharganya keberadaan anak, sehingga setiap orang tua akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan dan kesuksesan anak. Kalau perlu, orang tua akan banting tulang; kepala menjadi kaki, kaki menjadi kepala.

Sang orang tua berpeluh, memeras keringat untuk anak yang dicintai dan diharapkan akan menjadi kebanggaan orang tuanya kelak. Allah telah memperingatkan kepada hamba-Nya untuk menjaga dan mempersiapkan sebaik-baiknya anak mereka sebagai generasi terbaik dengan memberikan pendidikan kepada anak khususnya tarbiyah islamiyah (pendidikan Islam)

Salah seorang pakar pendidikan Hasan Langgulung merumuskan pendidikan Islam sebagai suatu “proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat”. (Azyumardi Azra: 2000:5).

Sementara itu Endang Saifuddin Anshari memberikan pengertian pendidikan Islam sebagai “Proses bimbingan (pimpinan, tuntutan, usulan) oleh subyek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan, instuisi dan sebagainya), dan raga obyek didik dengan bahan-bahan materi-materi tertentu, pada jangka waktu tertentu, dengan metode tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada ke arah terciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi sesuai dengan ajaran Islam.(Azyumardi Azra : 2000:6)

Pendidikan Agama juga berarti : Usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam.(Zuharini, abdul Gafur, Slamet As. Yusuf, 1978 : 28)

Berdasarkan dari beberapa definisi tersebut diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan Islam kepada anak adalah suatu proses bimbingan jasmani dan rohani yang berdasarkan pada ajaran-ajaran Islam untuk menuju kearah terwujudnya suatu kepribadian utama yang menyeluruh untuk anak sebagai generasi penerus agama kedepan.

Sebagian kita hanya bisa melahirkan anak atau generasi jasmani tetapi tidak mampu mendidik atau mengarahkannya menjadi anak rohani sebagai generasi terbaik berilmu dan berakhlakul karimah. Bukankah anak itu sebagai investasi dunia-akhirat?

Telah disebutkan bahwa kelak pada hari kiamat, seorang hamba akan terheran-heran, mengapa bisa dia meraih derajat yang tinggi padahal dirinya merasa amalan yang dia lakukan dahulu di dunia tidaklah seberapa.

Namun hal itu pun akhirnya diketahui bahwa derajat tinggi yang diperoleh orang tua, tidak lain dikarenakan doa ampunan yang dipanjatkan oleh sang anak untuk bapak-ibunya.

Rasulullah SAW bersabda :

“Sesunguhnya Allah ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga. Kemudian dia akan berkata, ‘Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku? Maka Allah menjawab, Hal itu dikarenakan do’a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.’” (HR. Ahmad).

Dalam dunia perdagangan dan ekonomi adanya Istilah Multi Level Marketing (MLM) dan itu bukanlah hal asing lagi dewasa ini. Setiap orang yang berhasil mendaftarkan seorang anggota baru akan mendapatkan persentase tertentu dan terus mendapatkan persentase selama anggota dibawahnya berhasil mengajak orang lain bergabung. Lebih kurang seperti itu.

Investasi berupa amal ibadah (kebaikan) dan anak yang shaleh juga tidak jauh beda dengan Multi Level Pahala (MLP) yang terus mengalir dan membesar karena efek pahalanya yang memberikan rahmat bagi sekelilingnya dan juga double efek pahalanya karena diikuti oleh banyak orang secara estafet hingga hari akhirat kelak.

Hal ini juga sebagaimana disebutkan dalam hadist dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda , “Apabila seseorang meninggal seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya”. (HR. Muslim 1631, Nasai 3651, dan yang lainnya).

Dalam hadits lainnya Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang mencontohkan suatu sunnah (perbuatan) yang baik dalam Islam maka ia mendapat pahala sekaligus pahala orang lain yang mengamalkannya sampai hari kiamat…” (HR. Muslim no. 1017)

Beranjak dari itu anak yang shaleh dengan bekal ilmu yang mampu mamfaat dirinya dan orang lain terlebih ilmu agama akan mengalir pahala untuk orang tua jasmani maupun orang tua rohani serta menjadi salah satu sumber dari Multi Level Pahala (MLP). Semoga…