Janda Miskin Menangis Haru

0
Ramlah (75), janda miskin yang tinggal seorang diri menangis haru setelah menerima daging kurban yang diserahkan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bireuen - ACT Aceh. Jarang sekali baginya menyantap daging. Foto: MRI Bireuen - ACT Aceh
Ramlah (75), janda miskin yang tinggal seorang diri menangis haru setelah menerima daging kurban yang diserahkan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bireuen – ACT Aceh. Jarang sekali baginya menyantap daging.
Ramlah (75), janda miskin yang tinggal seorang diri menangis haru setelah menerima daging kurban yang diserahkan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bireuen – ACT Aceh. Jarang sekali baginya menyantap daging.
Ramlah (75), janda miskin yang tinggal seorang diri menangis haru setelah menerima daging kurban yang diserahkan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bireuen – ACT Aceh. Jarang sekali baginya menyantap daging.
Ramlah (75), janda miskin yang tinggal seorang diri menangis haru setelah menerima daging kurban yang diserahkan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bireuen – ACT Aceh. Jarang sekali baginya menyantap daging.
Ramlah (75), janda miskin yang tinggal seorang diri menangis haru setelah menerima daging kurban yang diserahkan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bireuen – ACT Aceh. Jarang sekali baginya menyantap daging.

Tetesan air mata bahagia Ramlah (75) berjatuhan kala jemari tangannya yang mulai keriput menggenggam besek berisi daging berstiker Dermawan Berqurban lengkap dengan logo Global Qurban dan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Nek Ramlah – panggilan akrabnya – tidak menyangka setelah sekian lama akhirnya ia bisa menyantap daging. Daging tersebut diserahkan Nurulyana, seorang anggota Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bireuen – ACT Aceh yang menyambangi rumah Nek Ramlah di Dusun Urong Kala, Gampong Seuneubok Aceh, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, bersama sejumlah anggota MRI lainnya.