Abah Iswadi: “Siapakah Jodoh Anda? Ini jawabannya”

0
118

Dalam kehidupan ini penuh dengan misteri termasuk masalah Mr. J alias Jodoh. Mungkin sebuah pertanyaan yang sering muncul dikalangan kita, lebih lagi mereka berstatus single  adalah Siapakah jodoh saya? Kapan waktunya tiba, di mana akan dipertemukan, apakah dia benar-benar orang shaleh atau bukan?. Semua itu rahasia ilahi.

Demikian tausyiah yang di paparkan oleh Tgk. Iswadi Arsyad atau akrab di sapa Abah Iswadi laweung dalam sebuah tausyiahnya kepada masyarakat terutama mereka yang masih berstatus sebagai Mr. J alias Jomblo.

“Sosok jodoh itu rahasia sang ilahi. Allah Swt menetapkan tiga bentuk taqdir dalam masalah jodoh. Pertama, cepat mendapatkan jodoh. Kedua, lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti mendapatkannya di dunia. Ketiga, menunda mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak. Apapun pilihan jodoh yang ditentukan Allah adalah hal terbaik untuk kita,” papar beliau yang juga guru senior dayah MUDI Masjid Raya Samalanga.

Kita harus ingat apa yang telah di ungkapkan oleh Allah Swt dalam Al-Quran. Dia berfirman yang bunyinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”, sambungnya mengutip surat Al Baqarah ayat 216

“ Kita harus terikat aturan Allah SWT. Kita juga dibekali akal untuk memahami aturan-Nya. Ketika kita memutuskan untuk taat atau melanggar aturanNya adalah pilihan kita sendiri. Bagaimana cara kita untuk mendapatkan jodoh adalah pilihan kita. Dengan jalan yang diridhai-Nya atau tidak. Tetapi hasil akhirnya Allah yang menentukan. Serahkan urusan kepada-Nya, tidak perlu gundah baik mereka yang jomblo maupun bersatutus janda atau duda,” lanjut kandidat master IAIN Malikussaeh Lhokseumawe itu.

Sementara beliau juga mengingatkan untuk mereka orang tua, apabila telah datang laki-laki terutama mereka yang di pandang baik dalam kacamata syariat, tidak perlu menunda dan menolak lamaran tersebut

“ Dalam hal ini Nabi bersabda: ”Apabila datang kepada kalian lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya,maka nikahkanlah ia (dengan puteri kalian).  Sebab jika tidak, maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang besar”. Abah Iswadi mengingatkan.

Abah juga menambahkan sosok lelaki yang bertaqwa akan mencintai dan memuliakan istrinya. Jika ia marah tidak akan menzhalimi istrinya. Namun hal ini berbedaa dengan kaum jahiliyah menikah dengan melihat kedudukan, kaum Yahudi menikah dengan melihat harta, kaum Nasrani menikah dengan melihat rupa, sedangkan umat Islam menikahkan dengan melihat agama.

“ Mengomentari fenomena ini baginda Nabi bersabda:”Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita (isteri) yang shalehah”. Dalam baginda nabi juga bersabda: ”Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu.” Timpal beliau dengan mengutip beberapa hadist yang sering di kupas di tausyiah pernikahan itu.

Solusi Mencari Jodoh

Di era globalisasi ini memang sulit mencari jodoh bisa jadi karena kriteria terlalu muluk. Janganlah kita menginginkan kesempurnaan orang lain, padahal diri kita tidak sempurna. Lantas bagaimana solusinya?

Abah Iswadi menawarkan beberapa solusinya,” Pertama, jika kita ingin mendapatkan jodoh yang shaleh, maka kita harus menjadi orang yang shaleh juga. Allah Swt berfirman: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula}” jelas beliau dengan mengutip surat  An Nuur ayat 26.

Solusi kedua dengan berpegang kepada hadist Rasulullah Saw,”Dalam sabda-Nya menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah SWT tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta kekayaanmu, tapi Dia melihat pada hati dan amalmu sekalian.” lanjutnya.

Jadi, lelaki atau wanita yang baik menurut pandangan pandangan agama mereka yang beragama dalam artian mempunyai akhlak yang baik, juga kalau ingin mendapatkan jodoh yang shalehah. Kita juga harus memperbaiki diri.

” Apabila anda menginginkan Aisyah, jadilah anda sebagai Muhammad Saw atau anda ingin menginginkan BJ. Habibie, jadilah anda sebagai Ainun,” tamsil beliau di akhir tausyiahnya.