Abu Bakar Ba’asyir Tidak Hadir, Sidang Permohonan PK Ditunda

0
346
Abu-Bakar-Baasyir-20140805-johan
JAKARTA – Majelis hakim menunda sidang permohonan Peninjaun Kembali (PK) terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir. Sidang ditunda hingga 1 Desember 2015 karena Abu Bakar Ba’asyir selaku pemohon tidak hadir di persidangan.

“Mengingat bahwa kehadiran terpidana merupakan salah satu syarat yang wajib dipenuhi kami serahkan ke majelis,” kata JPU Anita di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Selasa (17/11/2015).

Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) setiap pemohon PK wajib hadir dalam sidang permohonan PK. Sidang ini untuk memeriksa kelengkapan administrasi apakah syarat PK sudah memenuhi prosedur atau tidak. Jika tidak memenuhi prosedur, maka PK bisa tidak diterima. Tapi jika sudah sesuai prosedur, maka permohonan diteruskan ke MA untuk diadili oleh majelis hakim agung PK.

Ketua majelis Achmad Rifai mengatakan kewenangan untuk mengadirkan terpidana ada pada pihak jaksa. Sehingga majelis memerintahkan agar JPU menghadirkan Abu Bakar Ba’asyir ke persidangan.

“Jadi majelis akan memerintahkan jaksa menghadirkan pemohon PK ke persidangan,” ucap Achmad Rifai.

JPU meminta waktu untuk bisa menghadirkan terpidana yang saat ini tengah ditahan di LP Nusakambangan, Jawa Tengah. Mereka juga perlu memeriksa kesehatan Abu Bakar Ba’asyir yang disebut pengacara sering sakit-sakitan.

“Untuk masalah kesehatan kami tentu membutuhkan surat dokter, kami harus berkoordinasi dengan dokter,” ucap JPU Mayasari.

Tim kuasa hukum Abu Bakar Ba’asyir yang diwakili oleh Achmad Michdan memohon kepada majelis hakim agar sidang permohonan PK bisa dilakukan di PN Cilacap yang jaraknya dekat dengan Nusakambangan. 

“Klien kami sudah sepuh dan sakit-sakitan, ingin sampaikan kalaupun harus dihadirkan barangkali di PN Cilacap agar kondisi sedemikian rupa dan pengamanan. Ini kami sampaikan resmi dengan surat,  pertimbangan klien kami sudah sepuh dan sakit-sakitan, saksi-saksi berada di daerah Cilacap,” ucap Achmad Michdan.

Achmad Rifai memutuskan untuk menunda sidang hingga Selasa, 1 Desember 2015. Soal sidang dipindah ke PN Cilacap, majelis menyerahkan hal tersebut ke jaksa selaku termohon.

“Majelis memerintahkan kepada termohon untuk menghadirkan saudara Abu Bakar Ba’asyir pada hari Selasa, 1 Desember 2015 jam 10.00 WIB. Demikian ditetapkan oleh majelis. Permintaan dari pemohon soal persidangan di PN Cilacap kita tunggu dari termohon,” ucapnya.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada Ba’asyir. Ia dinyatakan bersalah karena merencanakan atau menggerakkan orang lain dengan memberikan bantuan dana untuk kegiatan pelatihan militer di Pegunungan Jantho, Aceh Besar.

Kuasa hukum Ba’asyir sempat mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Jakarta, hukumannya dikurangi menjadi 9 tahun. Namun jaksa kembali mengajukan kasasi. Mahkamah Agung (MA) kemudian membatalkan putusan PT Jakarta pada Oktober 2011 sehingga hukuman kembali menjadi 15 tahun penjara.  (detik.com)

BAGIKAN

KOMENTAR