Aceh Borong Juara pada Lomba Festival Syariah di Sumatera

0

LIPUTANACEH.COM | Bank Indonesia (BI) menggelar acara bertajuk Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara, yang dibuka oleh Deputi Gubernur BI, Sugeng pada hari Jumat (6/10) dan ditutup pada Minggu siang (8/10).

Kegiatan FESyar ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas mengenai pentingnya pengembangan ekonomi syariah di Indonesia khususnya di Regional Sumatera. Bank Indonesia menggelar Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) untuk pertama kali di pulau Sumatera setelah sebelumnya diadakan di kawasan Indonesia Timur yaitu di Makasar, serta untuk Pulau Jawa di Bandung.

Dalam acara tersebut diadakan Sharia Fair berupa expo yang menampilkan berbagai produk halal UMKM binaan BI khususnya di bidang ekonomi kreatif, serta dimeriahkan dengan lomba-lomba bernuansa Islam seperti lomba Da’i Cilik, Duta Ekonomi Syariah, Kesenian Daerah, Kreasi Busana, Berbalas Pantun, Kaligra4 dan Entrepreneur muda berbasis syariah yang diikuti para analis dari seluruh provinsi se-Sumatera.

Menyandang predikat sebagai daerah Syariat Islam, para perwakilan Aceh yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Banda Aceh dan Bank Indonesia Lhokseumawe tampil memukau dan mendominasi kejuaraan lomba Fesyar ini.

Dari 8 lomba yang diselenggarakan, Aceh meraih juara pada 6 perlombaan yakni Juara 1 Lomba Kesenian Daerah oleh Sanggar Cut Meutia Meuligoe Aceh Utara, Juara 1 dan 2 Lomba Entrepreneur Muda Berbasis Syariah oleh Roni Lahanda (Kerupuk Teripang Mare’en) dan Daudy Sukma (Minyeuk Pret), Juara 1 dan 3 Lomba Da’i Cilik oleh Muhammad Alwalid MZ. Dan Fathiya Alia.

Selanjutnya juara 2 Lomba Kaligrafi Syeh Marzawi, Juara 2 Lomba Marawis oleh
Sanggar Keumala Intan, Juara 3 Lomba Kreasi Busana Muslim Etnik Lokal oleh Syukriah.

Masing-masing juara mendapatkan hadiah berupa piala dan uang tunai dari Bank Indonesia yang diberikan pada penutupan Fesyar Sumatera 2017 hari Minggu (8/10).

Selain mendapat hadiah, juara pertama lomba akan tampil dalam pagelaran akbar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2017 yang akan diselenggarakan di Surabaya pada bulan November 2017. ISEF merupakan event tahunan berskala internasional yang dihadiri oleh Bank Sentral dan lembaga-lembaga Islam di dunia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Ahmad Farid serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yufrizal yang memimpin konsisten Aceh mengaku bangga bahwa Aceh mampu menjadi primadona dalam kegiatan perlombaan tersebut.

Melalui Festival ekonomi syariah ini diharapkan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dapat berkelanjutan dan memberikan kontribusi perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ekonomi dan keuangan syariah bukanlah merupakan suatu konsep yang eksklusif yang hanya ditujukan untuk umat Islam, namun merupakan suatu konsep yang inflasi berdimensi universal yang secara aktif melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pergerakan roda perekonomian, Nilai-nilai ekonomi syariah.

Berbasis Syariah di FESyar Medan
kegiatan ekonomi telah lama menjadi ruh bagi pengembangan dan pelaksanaan
sistem ekonomi yang sesuai nilai-nilai luhur bangsa berlandaskan Pancasila.

Bank Indonesia berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia, dan Bappenas telah bersama-sama merumuskan tiga pilar yang menjadi strategi utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Ketiga pilar ini termasuk dalam perumusan strategi nasional pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang akan didiskusikan pada pertemuan Dewan Pengaruh Komite Nasional Keuangan Syariah yang diketuai oleh Presiden dan Bappeda sebagai sekretariatnya.

Ketiga pilar dimaksud yaitu Pilar Pemberdayaan Ekonomi Syariah, Pilar Pendalaman Pasar Keuangan Syariah, dan Pilar Penguatan Riset, Asesmen dan Edukasi termasuk sosialisasi dan komunikasi.

Ketiga pilar strategi utama tersebut secara terintegrasi akan didukung oleh kebijakan ekonomi dan keuangan syariah internasional maupun daerah, ketersediaan dan kesiapan sumber daya insani, data dan informasi (termasuk 4nancial technology) serta koordinasi dan kerjasama untuk memastikan implementasi yang berkelanjutan.

Aceh diharapkan dapat menjadi sebagai daerah Syariat Islam dapat memberikan kontribusi yang besar dan nyata dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. (Rel)