Dana Haji Harus Disimpan di Bank Syariah

0

Dr H. Muhammad Yasir Yusuf, MA – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Uin Ar-Raniry

IMG-20150910-00034

Musim Haji kembali tiba. Ummat Islam seluruh dunia yang sudah mampu secara fisik dan finansial akan di panggilkan Allah untuk beribadah di tempat yang istimewa yaitu di tanah suci Mekkah dan Madinah. Berduyun-duyunnya orang Islam kesana akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Arab Saudi. Berikut wawancara singkat Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry Dr. H. Muhammad Yasir Yusuf, MA

Bagaimana Anda melihat pendapatan ekonomi Kerajaan Arab Saudi pada musim haji?

Ritual haji adalah sebuah rangkaian sumber islam mau tidak mau semua orang muslim ini wajib untuk melaksanakan ibadah haji. Ketika kita wajib datang ke mekkah, otomatis perputaran roda ekonomi disana itu akan semakin kuat dan lebih. Maka secara otonomatis incame pendapatan mereka akan bertambah, mulai dari pendapatan hotel, kuliner, transfortasi, itu semuanya membutuhkan biaya. Fasilitas-fasilitas itu akan memenuhi kebutuhan jamaah dalam melakukan  baik  itu ibadah haji maupun umroh. sehingga otomatis semua pengusaha disana, baik yang mempunyai rumah,  hotel, transfortasi dan kuliner maka mereka mendapatkan pendapatan tambahan dengan semakin banyaknya jamaah yang datang kesana maka semakin banyak pula penghasilan mereka. Hari ini kita ketahui pendapatan paling tinggi kerajaan Arab Saudi adalah ibadah haji maupun umroh. Kedatangan orang untuk melakukan umroh sepanjang tahun itu semakin meningkat, keuntungan itu juga didapatkan bagi masyarakat Arab Saudi semakin hari semakin meningkat pula pendapatan mereka. Ada yang saya dapatkan informasi, mereka hanya cukup  bekerja satu bulan saja pada bulan haji, maka keutungan itu bisa mereka dapatkan selama satu tahun artinya mereka tidak payah bekerja selama satu tahun.

Apakah itu semuanya produk dari Arab Suadi?

Cuma menariknya adalah itu, ketika kita lihat siapa yang berdagang disana, barang mana yang di jual itu bukan barang produksi Mekkah maupun Madinah, bahkan bukan produk kerajaan Arab Saudi, itu adalah produk China, Turkey, Indonesia, dan Negara lainnya. Karena kita ketahui di Mekkah ataupun Madinah tidak ada pabrik produksi semua produk yang ada di jual ketika musim haji datang,  itu semuanya datang dari luar termasuk juga buah-buahan seperti jeruk, apel dan buah lainnya.

Apa keuntungan Indonesia?

Pendapatan Indonesia secara khusus, memang tidak ada, tapi ada dari segi lainnya. Seperti investasi dana haji, karena untuk pergi kesana itu ada kuotanya. Malahan di Aceh daftar tunggunya mencapai lima belas tahun, dana haji yang masuk ke Kementerian Agama. Pemerintah mengelola dana haji dengan cara menginvestasikan pada bank-bank, apakah itu bank konvesional ataupun syariah. Cuma ini belum kita ketahui, apakah Pemerintah Indonesia menginvestasi pada tempat-tempat yang dibenarkan seperti pada bank syariah, pemerintah harus benar-benar memperhatikan ini. Dana itu cukup besar yang di investasi itu cukup besar dan hanya bukan satu provinsi saja yang di investasikan dananya, seluruh provinsi di Indonesia.

Apakah dana investasi itu sudah dikelola dengan baik?

Seharusnya dana ini di kelola dengan benar terutama dana tabungan haji seharusnya di investasikan pada tempat-tempat yang di halalkan. Dana ini tidak bisa di gunakan ataupun di letakkan pada deposito bank konvensional, karena kita harus memastikan semua pembiayaan yang didapat dari dana haji itu juga harus sesuai dengan syariah. Maka harus di investasikan pada bank-bank syariah, karena ini berhubungan dengan ibadah haji.

Keuntungan itu sepatutnya di kembalikan pada jamaah itu, misalnya kalau mereka sudah menyetor biaya haji sebanyak Rp. 25.500.000 selama lima belas tahun kedepan mereka berangkat, uang ini akan di investasikan oleh pemerintah. Ketika ada keuntungan, maka keuntungan itu di kembalikan kepada masyarakat sehingga mereka tidak perlu lagi menambah uang. Apakah kemudian ada pembiayaan tambahan lagi, maka biayanya jangan di beban lagi kepada jamaah. Investasi itu harus ada dua keuntungan yang pertama keuntungan bagi jamaah dan kedua keuntungn untuk mengurangi biaya jamaah haji.

Harapan kepada pemerintah?

Harapan kita yang pertama kepada pemerintah adalah meningkatkan pelayanan, sehingga masyarakat kita benar-benar merasakan. Bahwa ketika haji ini dikelola oleh pemerintah, bisa membuat masyarakat nyaman dan khusyuk dalam beribadah, sehingga mereka tidak mendapatkan masalah ketika mereka berada disana.

Yang kedua, petugas-petugas haji yang di tunjuk oleh pemerintah baik itu pemerintah pusat maupun daerah, harus benar-benar dipilih secara professional dan memiliki kemampuan yang kemudian mereka bertugas untuk membantu jamaah serta orientasi petugas adalah membantu jamaah bukan orientasi untuk ibadah haji saja. Saya sering mengatakan kepada teman-teman yang bertugas membantu jamaah haji, kita itu adalah membantu jamaah, ketika kita hebat membantu jamaah maka mabrur lah haji yang kita dapatkan

Yang ketiga, kita mengharapkan semua fasilitas yang di sediakan pemerintah kedepan akan lebih bagus lagi, karena ketika melihat fasilitas jamaah negeri tetangga, kita merasa cemburu melihatnya, karena Negara lain memiliki fasilitas lebih baik dari fasilitas yang kita miliki. (Indra)

Sumber : baiturrahmanonline.com