Ada Mayat di Halaman DPRK Aceh Selatan

0
440

LIPUTANACEH.COM | ACEH SELATAN – Sejumlah ratusan pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Inpres Tapaktuan (HPPIT) kembali melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor DPRK Aceh Selatan, jalan Syech Abdurrauf No. 29, Gampong Hulu, Kamis (12/04/2018) pukul 15.20 WIB.

Sebelumnya, pukul 14.00 WIB mereka terlebih dahulu mendatangi Kantor Bupati Aceh Selatan untuk dapat bertemu dengan Bupati dan menyampaikan langsung aspirasinya.

Unjuk rasa pedagang tersebut dalam rangka menindaklanjuti aksi nyata penolakan terhadap rencana Pemkab Aceh Selatan yang bersikukuh akan merelokasi pasar inpres ke lokasi pasar baru di area TPI Gampong Lhok Bengkuang Timur.

Begitu juga di DPRK, selaku wakil rakyat, para pedagang kecil pasar inpres Tapaktuan ingin mengadu nasib, menyampaikan aspirasi dan permasalahkan yang menurut pedagang tidak ada realisasi dari Pemerintah daerah.

Mereka menilai, selama ini sikap angggota dewan yang hanya diam, tidak mewakili rakyat. Padahal sebelumnya sudah pernah dilakukan rapat dan musyawarah.

Sehingga dalam aksinya di halaman kantor DPRK Asel, kali ini para demonstran dari kalangan pedagang membawa mayat terbalut kain kafan sebagai bentuk protes.Pedagang menuntut agar DPRK selaku wakil rakyat bisa menjadi harapan terwujudnya keinginan masyarakat. Terkhusus dalam persoalan relokasi pasar yang dinilai tidak menguntungkan bagi pedagang.

“Wahai bapak dewan, dengarkanlah suara kami rakyat, kalian dipilih oleh rakyat untuk mewakili aspirasi rakyat. Juga digaji oleh rakyat untuk dapat memenuhi hasrat keinginan hajat hidup masyarakat,” ujar Sarbunis yang merupakan aktivis lingkungan.

Sarbunis mengharapkan agar dewan perwakilan rakyat tidak berkhianat kepada masyarakat pedagang.

“Anggota dewan harus mendukung rakyatnya bukan sekongkol dengan pemimpin yang tidak mendengarkan aspirasi rakyat,” ungkapnya.

Selain itu, turut berorasi pula Ali Zamzami yang merupakan Ketua LSM Formaks. Ia meminta klarifikasi dari legislatif tentang tindak lanjut hasil pembicaraan antara pedagang dan dewan yang melakukan audiensi beberapa waktu lalu.

“Sampai hari ini, sejauh mana proses dengan eksekutif. Apakah aspirasi pedagang pasar inpres sudah diperjuangkan?,” teriak Ali Zamzami melalui pengeras suara.Ketua HPPIT, Arzuna meneguhkan bahwa kedatangan pedagang ke kantor DPRK untuk memberitahukan bahwa tidak ada tawar menawar dan negosiasi terkait penolakan pemindahan pedagang ke lokasi baru.

“Kami melihat los tempat berdagang Kecil dan tidak strategis, tempat yang baru meski megah tapi tidak layak dan sesuai dengan rencana Pedagang,” sebut Arzuna.

Sementara, Ketua DPRK Aceh Selatan, Teuku Zulhelmi menyahuti dan mengklarifikasi tuntutan pedagang atas penolakan relokasi pasar.

“Kami menyadari sebagai wakil rakyat, dan kami tidak diam hanya saja sedang dalam proses. Berbagai pertimbangan kita sepakati dengan bijak, namun keinginan kami tetap seperti kemauan pedagang,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan, pada saat rapat dengan eksekutif yang diwakili Hadi Surya, telah menegaskan untuk tidak dilakukan relokasi pasar inpres. Namun katanya, karena eksekutif lebih banyak hadir maka kita kalah voting.

“Kita sudah melakukan dan sudah berjuang dan akan terus bekerja menperjuangkan aspirasi pedagang, saya katakan bahwa ini tidak akan dipindahkan,” demikian jelas Ketua DPRK Aceh Selatan, Teuku Zulhelmi.

Setelah mendengarkan penjelasan dari DPRK Asel dan pedagang merasa setuju menerima hasil serta akan memegang janji untuk tidak direlokasi. Sekitar pukul 16.00 WIB seluruh pedagang meninggalkan Kantor DPRK Aceh Selatan dengan tertib.[Hs]