Ada Oknum Ingin Memanfaatkan Pengumuman Tenaga P3MD, Begini “Jurusnya”

0
43
KEPALA PERWAKILAN OMBUDSMAN RI PROVINSI ACEH DR. H. Taqwaddin, SH ( FOTO : RRI)

BANDA ACEH | LA – Setelah keluar pengumuman peserta tes tulis rekrutmen Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Aceh Tahun 2017 dimedia lokal pada hari Senin Tanggal 4 September 2017.

Hal ini rupanya dimanfaatkan oleh oknum – oknum tertentu yang mengaku sebagai panitia seleksi dan meminta sejumlah uang kepada calon peserta dengan kisaran Rp 10 hingga 15 Juta, dengan iming – iming akan diluluskan.

Hal itu disampaikan oleh salah seorang calon peserta seleksi (yang namanya dirahasiakan) ke Kantor Ombudsman RI Perwakilan Aceh di Banda Aceh.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dr Taqwaddin, menyampaikan ke awak media bahwa seleksi untuk tenaga pendamping profesional program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) harus berlangsung secara objektif, jujur, transparan, dan akuntabel.

“Karenanya, tidak boleh ada pungutan apapun terhadap peserta tersebut. Jika ada yang meminta atau memberi berarti telah melakukan pungutan liar (pungli), kata  Taqwaddin yang juga merupakan Ketua Pokja Pencegahan Saber Pungli Aceh,  Rabu, 6 September 2017.

Oleh karena itu, lanjutnya, setiap perbuatan pungli, baik peminta atau pemberi akan berhadapan dengan penegak hukum, khususnya Satgas Saber Pungli.

“Ombudsman RI Perwakilan Aceh akan berkordinasi dengan Pemerintah Aceh, khususnya Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh dan pihak  lain untuk mengawasi oknum-oknum agar tidak melakukan pungli. Peserta yang lulus seleksi harus percaya pada kemampuannya dan tidak memberikan uang terhadap segala macam pungutan yang tidak legal,” ujar kepala Ombudsman RI Perwakilan  Aceh.

Selain itu, Ia juga menegaskan terhadap peserta seleksi yang lulus, yang sudah dicall atau dihubungi oleh seseorang yang mengaku panitia dan meminta sejumlah uang, agar tidak mudah percaya.

“Perlu mengecek kebenaran dasar hukum permintaan uang tersebut. Jangan lupa mintakan bukti penerimaan uang, jika juga dipaksakan harus memberi.
Silakan menyampaikan  laporan pungli tersebut ke Ombudsman RI Perwakilan Aceh, sms ke no 08116722233 atau laporkan ke Unit Saber Pungli di kabupaten/kota masing-masing,”  Demikian tutup Taqwaddin.

BAGIKAN

KOMENTAR