Adee Ie Leubeue, Kuliner asal Kembang Tanjung di Kota Bersejarah Pesisir (2)

0

ADEE IE LEUBEUE akan terasa makyus dikombinasi dengan pulôt teutot alias pulut panggang. Kuliner khas ini selalu jadi incaran oleh warga.

Baik warga setempat maupun yang secara khusus datang ke Keude Ie Leubeue yang tidak jauh dari pekuburan Teungku Chiek di Pasi.

Ia seorang waliyullah dan situs sejarah yang banyak dilupakan oleh pemerintah dan masyarakat umumnya. Di samping kuliner, juga ada penjual ikan eceran yang menambah hiruk pikuk pasar.

Kuliner Ade Ie Leubeue yang masih dipasarkan secara tradisional sepertinya masih kalah bersaing dengan “ade modern” seperti kuliner Meureudu baik Ade Kak Nah, Adek Kak Mutia dan lainnya.

Kuliner Ade Kak Nah Cs sudah lebih baik manajemennya dengan adanya pemasaran dan sudah label yang dilegalisasi. Padahal ade Ie Leubeue sudah duluan ada semenjak dahulu kala.

Hendaknya dengan perhatian para pemerhati kebudayaan, tokoh setempat dan bantuan pemerintahan Kembang Tanjong dan Pidie, untuk lebih menduniakan kuliner endatu.

Ade Ie Leubeue cs walaupun saat ini kedengaran sangat menggoda namun masih menjadi misteri oleh sebagian masyarakat. Setidaknya, dengan adanya promosi dan destinasi budaya dan kuliner akan membuka mata dunia sang kuilner ade Ie Leubue.

Bahkan situs sejarah yang ada di kota The Flower City, baik itu situ sejarah kuburan Teungku Syiek Ie Leubeue, Dayah Manyang, sejarah Kota Ie Leubeue yang terkenal pra masa sejarah dan banyak lagi situs sejarah yang misterius yang tidak terungkap. Termasuk bagaimana Hasan Tiro menapakkan kakinya di Pasi Lhoek seputaran Ie Leubeue.

Dengan adanya tulisan ini setidaknya ada informasi baru yang belum sempat digali dan tergalikan dari apa yang pernah dirintis dan dikembangkan di wilayah kota bersejarah di kota Asan Kumbang alias Kota Kembang Tanjung.

Informasi tentang sejarah dan dokumen situs sejarah itupun penulis ketahui dari pemerhati dans sejarawan muda Teungku Maskur Lueng Putu saat mempublikasi foto dan lembaran surat yang ditemukan di seputaran dayah Manyang, Ie Leubeue.

Menggali sejarah termasuk menggali kembali semangat para pejuang agama Allah di muka bumi dengan dan meneladaninya.

***Helmi Abu Bakar ellangkawi,