Al-Mursyid Abu MUDI : Akhlak Rasulullah itu Al-Qur’an

0

BANDA ACEH I Liputanaceh.com-Allah Swt mengutus setiap hamba malaikat Hafadhah untuk menjaga manusia dari berbagai hal yang dapat merugikan atau hamba-Nya seperti masuknya makhlul kecil ke dalam telinga dan lobang kecil terbuka lainnya yang berakat fatal dan hendaknya kita selalu menyerahkan urusan kepada Allah Swt sebagai sang khalik.

Demikian diantara kupasan Al-Mursyid Syaikh H. Hasanoel Basri HG atau akrab disapa Abu MUDI saat mengisi pengajian rutin Tasawuf, Tauhid, dan Fiqh (Tastafi) Aceh yang akan digelar di Mesjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Jumat, (8/11/2019).

Abu MUDI Samalanga dalam pengajian tersebut membaca kitab Mukhtasar Ihya Ulumuddin atau Nama lain kitab Almursyidul Amin sedangkan pengajian tersebutbertema. “Tentang Kelahiran Nabi kita Muhammad SAW”

Lebih lanjut Abu menjelaskan salah satu kesalahan orang tua kampung dulu saat ada sesuatu musibah misalnya masuk sesutu ke telinga saat kita tidur dianggap itu kesilapan malaikat Hafadhah.

“Dulu saat saya masih kecil kerap terdengar ucapan “kasilap Malaikat” (Sudah lalai malaikat) terhadap tugasnya (malailat Hafadhah), ini persepsi yang keliru, malaikat itu makhluk yang taat dan tidak bermaksiat kepada Allah, namun masuk makhlul kecil yang membahayakan jiwa kita saat tertidur umpamanya itu sebagai teguran,” ulas pimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga sambil mengutip beberapa ayat Al-Quran yang membahas hal tersebut.

Al-Mursyid Abu MUDI juga menguraikan akhlak rasulullah sebagaimana yang diulas dalam kitab tersebut, pernah suatu ketika salah seorang sahabat bertanya tentang akhlak baginda nabi kepada Siti Aisyah.

“Aisyah bertanya balik kepada sahabat tersebut dengan mempertanyakan, apakah sahabat tersebut pernah membaca Al-Quran dan tentunya dijawab ada, itulah jawabannya Al-Quran akhlak Rasulullah,” sambung mursyid tarekat Naqsyabandiah itu.

Abu juga menguraikan beberapa akhlak rasulullah diantarannya baginda nabi tidak senang apabila ada rakyat yang lapar, juga Rasulullah sosok yang selalu menebarkan kebaikan.

“Rasulullah saat bertemu dengan orang duluan memberi salam, hal ini berbeda dengan kita dalam keseharian apabila bertemu dengan orang lain lebih menunggu di beri salam dari memberi salam, walaupun memberi salam sunat namun afdhalnya lebih besar pahala memberi salam duluan,” ulas Abu dengan nada senyuman.

Pantaun liputanaceh.com pengajian rutin TASTAFI itu dihadiri lautan jamaah yang datang dari berbagai daerah di Aceh dan juga adanya tanya jawab baik secara langsung dan via sms. pengajian Tastafi juga akan disiarkan secara langsung Radio RRI Programa 1. 97,7 dan radio lainnya.