Aminullah : Kuliner Aceh Harus Mendunia

0

BANDA ACEH | LA– Aceh memiliki ragam makanan tradisional, dimana setiap daerah memiliki makanan khasnya masing-masing. Berbeda kabupaten/kota saja pasti makanan khasnya juga akan berbeda dan, tentu saja mempunyai keunikan cita rasanya tersendiri.

“Dengan kekayaan dan keragaman kuliner yang dimiliki, makanan tradisional Aceh yang sarat dengan kelezatan, harus dikenal oleh masyarakat dunia. Kuliner Aceh harus mendunia.”

Begitu ungkap Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dalam sambutannya pada malam pembukaan Aceh International Halal Food Festival 2017 di Taman Bustanussalatin (Taman Sari), Jumat 18 Agustus 2017.

“Di era informasi seperti ini, dimana semua orang menjadi pengguna smartphone dan mempunyai akun media sosial, maka kita semua harus mengekspos makanan-makanan yang unik, atau minuman yang khas Aceh ke Medsos. Ayo kita viralkan kuliner Aceh,” ajaknya.

Menurutnya, kuliner merupakan salah satu jenis wisata yang sekarang sedang mengalami perkembangan pesat. Salah satu kecenderungan wisatawan yang berkunjung ke daerah tujuan wisata adalah untuk mencari atau berburu makanan khas daerah tersebut, sehingga tren ini menjadi peluang besar bagi Aceh.

“Wisata kuliner menjadi suatu alternatif dalam mendukung potensi wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah dan berbagai segmen wisata lainnya,”katanya.

Wali kota juga menekankan pentingnya untuk menerapkan standar kehalalan dalam proses penyajian maupun pengolahan makanan. Termasuk menjaga tempat, makanan dan minuman agar benar-benar bersih dan higienis.

Saat ini, ungkapnya, produk halal menjadi bagian tak terpisahkan dan memiliki nilai jual tinggi di dalam pasar wisata internasional. “Banda Aceh sebagai kota dengan peradaban islam paling tua di Asia Tenggara, harus mampu menjadi daerah terdepan di Indonesia dalam kapasitasnya sebagai destinasi wisata halal, bahkan Banda Aceh harus menjadi pusat wisata halal di dunia.”

Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh, ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Aceh dalam hal ini Disbudpar Aceh yang telah menyelenggarakan event ini di Banda Aceh. “Kami berharap event-event seperti ini dapat masuk di dalam kalender tahunan pemerintah provinsi,”ungkap Amin.

“Kami juga berharap agar ajang ini dapat menarik perhatian wisatawan lokal maupun asing untuk berkunjung dan membelanjakan uangnya di Banda Aceh. Dengan begitu, geliat ekonomi akan terasa, dan para pedagang juga akan ikut merasakan dampaknya,” sambung wali kota.

Sebelum menutup sambutannya, Aminullah mengajak seluruh warga kota untuk menyukseskan jamuan makan akbar yang akan digelar oleh sembilan kecamatan se-Banda Aceh pada Minggu (20/8) di tempat yang sama. “Dalam acara kenduri ini masing-masing kecamatan akan membawa 100 talam yang berisikan aneka makanan khas Aceh.”

“Secara keseluruhan akan ada 1.000 talam dengan beragam makanan yang akan dihidangkan nanti. Oleh karena itu kami berharap agar kita semua dapat hadir dan berpartisipasi pada acara dimaksud, dengan harapan Insya Allah dapat memecahkan rekor MURI,” pungkas wali kota.

Aceh International Halal Food Festival 2017 sendiri dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang ditandai dengan prosesi pembakaran Leumang -kudapan khas Aceh berbahan baku beras ketan- di depan panggung utama. Pada kesempatan itu, Wagub juga menyerahkan sertifikat produk halal kepada sejumlah pegiat kuliner di Aceh.

Berlangsung hingga 20 Agustus mendatang, acara ini diikuti oleh 120 tenant dari 50 stand yang terbagi dalam tiga zona yakni Zona Kuliner Khas Aceh, Zona Jajanan Nusantara, dan Zona Halal. Tak ketinggalan, delegasi dari Malaysia dan Thailand juga turut menampilkan beragam kuliner khas unggulan mereka dalam ajang ini. [ ]