Aneh,! Pembangunan Gedung Madani Center Tak Miliki IMB dan Amdal

0
145
Gedung Madani Center Hampir selesai dibangun. Foto: Liputanaceh

Banda Aceh | LA – Gedung Madani Center, merupakan sebuah bangunan yang dibangun dari program Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, S.E, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) .

Namun menurut keterangan dari LSM Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh, Pembangunan gedung tersebut dianggap sebagai bangunan yang tak memenuhi izin. WALHI, menilai pembangunan itu belum memiliki Izin Membangun Bangunan (IMB) dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Karena kami tidak mungkin tidak dilibatka dalam penyusunan Amdal, dikarenakan kami juga anggota komisi amdal,” kata Ketua WALHI Aceh, M. Nur.

Menurutnya, bangunan yang dibangun tanpa IMB dan Amdal, sama sekali tidak boleh karena melanggar aturan yang berlaku. “Jangan sampai membangun bangunan apapun akhirnya memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar, karena itu dapat merugikan kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Tata Bangunan PU Kota Banda Aceh, Yasir, saat diwawancarai media Liputan Aceh, memberi alasan, izin untuk Amdal terhadap bangunan tersebut itu dimasukkan kedalam satu paket kegiatan pengawasan, karena pada tahun lalu tidak ada yang minat untuk membuat Amdal Gedung Madani Center ujarnya.

Sedangkan bangunan Madani Center diketahui sudah terlebih dahulu dibangun dan hampir rampung, namun baru sekarang ini diurus izin Amdal dalam satu paket pengawasan. “Minggu ini akan diumumkan pemenangnya,” kata dia.

Hal ini tentu saja terlihat aneh, karena pada saat bangunan gedung yang akan menjadi salah satu gedung megah di Banda Aceh ini hampir selesai dibangun, amdalnya justru belam disiapkan sama sekali. “Jika terus dibiarkan seperti ini, akan ada banyak lagi gedung-gedung yang dibangun kedepan itu tidak ada pengurusan IMB dan Amdal,” cetus M. Nur.

Pemerintah tentu saja harus segera melakukan investigasi terhadap pembangunan gedung ini agar terhindar dari masalah yang ada, mengingat gedung ini akan menjadi ikon penting bagi ibukota Provinsi Aceh kedepan. (AZ/H)

BAGIKAN

KOMENTAR