Angka Kemiskinan Naik Tergantung Survei Yang dilakukan BPS

0

BANADA ACEH|LA – Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah membuka rapat koordinasi antisipasi peningkatan angka kemiskinan dan percepatan penyaluran beras sejahtera (rastra) dan raskin tahun 2017 di gedung Serba guna, Setda Aceh, Senin 21 Agustus 2017.

Rapat ini digelar untuk mensinergikan upaya pengentasan kemiskinan dan percepatan penyaluran rastra/raskin di Aceh.

Dalam sambutannya  Nova menyebutkan, dalam publikasi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) RI pada Senin 17 Juli 2017 terhadap survey  yang dilakukan Maret 2017, di simpulkan bahwa angka kemiskinan di Aceh Naik 0.46 poindari 16.43 persen menjadi 16.89 persen. Dimana tingkat kelancaran dan ketepatan waktu penyaluran rastra memiliki bobot 26 persen terhadap pengaruh angka kenaikan angka kemiskinan tersebut.

Nova  juga menjelaskan, berdasarkan data kemiskinan dan ketimpangan kabupaten / kota tahun 2017 yang dipublikasikan BPS pada 3 Agustus 2017, terdapat lima kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Aceh, yaitu Gayo Lues, Aceh Singkil, Bener Meriah, Pidie dan Pidie Jaya.

“Salah  satu indikator penyumbang kenaikan angka kemiskinan pada survei yang dilakukan pada triwulan pertama tahun 2017 adalah karena keterlambatan penyaluran rastra dan raskin triwulan pertama tahun 2017,” ujar Nova.

Keterlambatan tersebut, lanjut Nova, disebabkan terlambatnya pengesahan data KPM yang keabsahannya ditetapkan oleh pemerintah pusat sehingga data KPM juga terlambat disampaikan kedaerah.

“Akibatnya  proses  administrasi penyaluran rastra raskin juga mengalami keter lambatan,” katanya.

Nova  menyebutkan, rastra raskin merupakan subsidi pangan dalam bentuk beras yang diperuntukkan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah sebagai upaya dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan sosial kepada rumah tangga sasaran dan Program  ini  bertujuan untuk mengurangi beban keluarga penerima manfaat.

“Untuk itu, penyaluran rastra ini harus disalurkan sesuai waktu yang telah direncanakan berdasarkan indikator 6 T, Yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat kualitas dam tepat administrasi,” ujar Nova.

Berdasarkan pagu rastra raskin 2017 yang telah ditetapkan oleh pemerinth pusat, maka Aceh mendapatkan alokasi pagu sebesar 68 juta kilogram dengan jumlah sasaran penerima sebanyak 381.450 keluarga peneri mamanfaat (KPM).

Dibanding tahun 2016, jumlah pagu rastra raskin tahun ini mengalami kenaikan sebesar 4.451.400 kilogram  dari sebelumnya sebesar 64.209.600 kilogram, ataunaik 6.93 persen seiring adanya kenaikan jumlah peneri mamanfaat sebanyak 24.730 KPM dari sebelumnya sebanyak 356.720 KPM.

Pada rakor tersebut Nova juga mengatakan, kedepan agar dapat memberikan perhatian dan ruang  yang  besar melalui  program-program dan kegiatan-kegiatan untuk mendorong percepatan penurunan angka kemiskinan di Aceh secara signifikan, Ujar Nova,”(AA)