Anggota DPD RI, Fachrul Razi Berikan Penjelasan Terkait Demo Mahasiswa Unimal

0
124

LIPUTANACEH.COM | Anggota DPD RI asal Aceh Fachrul RaI M.IP, memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait adanya berita demo mahasiswa Unimal di depan Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe pada 21 November 2017 lalu.

Dalam pemberitaan yang beredar luas di masyarakat, Fachrul Razi sempat ditolak masyarakat memberikan penjelasan hasil pertemuan dirinya dengan pihak Pengadilan Negeri setempat, namun diduga ditolak mahasiswa. Terkait penolakan tersebut, Anggota DPD RI asal Aceh itu pun memberikan klarifikasi yang dikirimkan ke wartawan LIPUTANACEH.COM pada Kamis 23 November 2017 sekitar pukul 21.15 WIB.

Baca : Ada Yang Heboh Dalam Aksi Demo Mahasiswa Unimal

“Saya Senator Fachrul Razi, MIP tiba pagi  harinya dari Jakarta, terbang menuju Kota Lhokseumawe berniat mendukung dan hanya berusaha untuk membebaskan 2 mahasiswa yang saat itu butuh bantuan hukum. Niat saya ikhlas dan istiqamah tanpa kepentingan apapun karena mahasiswa yang ditahan adalah alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) sebuah lembaga yang saya dirikan dan mereka adik-adik saya,” tulis Fachrul.

Politisi dari Partai Aceh itu pun menolak dituduh mencari panggung dalam aksi demo tersebut. “Saya memahami atas adanya tudingan kedatangan saya dianggap hanya untuk “mencari panggung”, namun secara ikhlas saya lakukan tanpa maksud apapun demi tercapai tujuan yaitu 2 mahasiswa bisa segera dibebaskan. Sebagaimana pengalaman beberapa orang mahasiswa atau masyarakat yang pernah saya bebaskan, semua saya lakukan tanpa publikasi karena proses hukum harus dihormati. Semoga atas tudingan maupun fitnah kepada saya, Allah akan membalas dengan kebaikan yang sebenarnya,” harap dia.

Dilanjutlan senator Aceh, kehadiran dirinya ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe dalam rangka solidaritas dan dukungan serta keprihatian atas penahanan 2 mahasiswa yang di tahan Pengadilan Negeri Lhokseumawe dengan memberikan Jaminan dan surat penangguhan penahanan kepada ketua Majelis Hakim dan Plt Ketua Pengadilan Lhokseumawe.

 Surat itu disebutnya diterima pada pagi hari  pukul 12.00 wib Di ruang plt ketua pengadilan disaksikan humas pengadilan dan ketua Majelis Hakim. “Dalam Pertemuan Selama 1,5 jam kami membahas Solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan persidangan Mahasiswa,” lanjut dia.

Pada saat rapat selesai, setelah itu massa aksi sudah berkumpul didepan pengadilan dan melakukan aksi damai setelah bergerak dari Kantor Kejaksaan. “Agenda kehadiran saya dengan adanya aksi damai adalah dua hal yang berbeda. Setelah rapat dengan pihak pengadilan, saya turun menjumpai Kapolres, karena kehadiran saya di depan massa atas permintaan Kapolres Lhokseumawe untuk bertemu mahasiswa bahwa telah ada hasil negosiasi secara positif antara saya sebagai anggota DPD RI (penjamin) dengan ketua hakim dan plt ketua pengadilan,” ungkapnya.

Fachrul mengaku tidak ada upaya untuk meminta diri berorasi atau meminta panggung, namun hanya berdiri saja didepan massa aksi. Dirinya juga memahami dan menghargai jika ada mahasiswa dalam massa ramai untuk tidak berada di lokasi aksi. Kemudian dia menjelaskan, mencoba menfasilitasi dengan pimpinan aksi dan pimpinan mahasiswa agar dapat di wakilkan beberapa orang mahasiswa untuk dapat audiensi dengan kepala pengadilan.

“Kemudian saya bertemu plt ketua pengadilan untuk bersedia bertemu mahasiswa. Awalnya beliau menolak karena sudah ada hasil pembicaraan sebelumnya, kemudian akhirnya beliau (Plt Ketua Pengadilan) bersedia bertemu perwakilan mahasiswa. Akhirnya pertemuan dengan mahasiswa dan pihak pengadilan berlangsung secara baik dan musyawarah dan meminta ketua pengadilan menjelaskan ke massa mahasiswa hingga aksi berakhir dengan damai dan tertib,” ulasnya lagi.

H Fachrul Razi M.IP pun mengaku sangat mengapresiasi aksi mahasiswa. “Saya memberikan apresiasi kepada mahasiswa untuk terus memperjuangkan kebenaran dan pemerintah yang bersih dan anti korupsi serta percepatan pembangunan di Aceh,” tutupnya. (Hidayat Pulo Aceh)

BAGIKAN

KOMENTAR