Anggota DPR Aceh Desak Gubernur Tempatkan Da’i di Perbatasan Aceh

0
246

Banda Aceh – Muhibussubri, Anggota DPR Aceh dari Fraksi PPP Dapil 9 mendesak Gubernur Aceh, supaya memperhatikan secara serius kehidupan keagamaan masyarakat kepulauan dan daerah terpencil selama ini terkesan tidak mendapatkan perhatian.

“Makanya saya selaku anggota dewan mendesak pemerintah itu jangan main-main, kalau memang itu sungguh-sungguh ya lakukan. Kalau tidak ya kasi tahu ke masyarakat bahwa kami tidak peduli, Itu baru jentelmen’.

Hal itu dikatakan Muhibussubri menjawab Liputanaceh.com, di Banda Aceh, Senin (5/9/2016), menanggapi harapan warga masyarakat Kecamatan Pulau Banyak yang minta ditempatkan para Da’i di desa-desa, terutama yang banyak muallaf supaya mendapat bimbingan keagamaan.

Harapan itu disampaikan tokoh masyarakat Pulau Banyak saat bersiturrahmi dengan Tgk. H. Faisal Ali, Ketua PW NU Aceh yang berkunjung ke Pulau Banyak dua hari lalu.

“Tokoh masyarakat minta penempatan da’I perbatasan di desa yang banyak muallaf (warga yang baru mauk Islam – red). Kalau tidak ada da’i disana sangat sulit mengatur jadwal pengajian. Mereka capek mencari rezeki ke laut di siang hari. Apalagi desa mereka sangat terpencil hanya menggunakan transportasi laut dengan boat atau perahu”, kata Faisal kepada liputanaceh.com menirukan tokoh masyarakat pulau Banyak.

Dikatakan Muhibussubri, saya sependapat dengan masyarakat. Saya pikir permintaan itu sudah tepat, sudah benar. Cuma masalahnya sekarang seakan-akan, kami bukan menuduh, tapi kenyataannya pemerintah hari ini seakan-akan pekak kalau tidak dibilang tuli, beberapa kali kita sampaikan dalam sidang.

“Daerah terpencil itu perlu muatan keagamaan, terutama yang memang jauh dari jangkauan masyarakat biasa. Kemudian penempatan da’i, seperti daerah ini ( Singkil, P Banyak) diperbatasan lagi, daerah terpencil perlu mendapat perhatian lebih sebenarnya. Termasuk daerah Tamiang di perbatasan’, tandas Muhib.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini juga mengkritik. Apalagi di musim pilkada ini semua kandidat, baik yang sedang menjabat itu program ditawarkan seakan-akan hanya di masyarakat kota, ini terkesan mereka hanya mempublikasikan saja.

“Kenyataannya seperti ini. Padahal, masih banyak leperluan masyarakat di pelososk di daerah terpencil yang sangat mengharapkan peran pemerintah, seperti yang di Pulau Banyak ini”. Tandasnya.

Pulau Banyak ini tidak hanya menpat perhatian pemerintah Aceh Singkil, tatapi pemerintah Aceh yang dalam program salah satu nawacitanya dulu adalah meningkatkan kapasitas keagamaan. Mana hari ini , katanya lagi.

Dikatakannya, Mesjid Raya Baiturrahman misalnya, yang digelontorkan dana sampai Rp.500 milyar lebih. Kita tahu lah yang shalat di sana memang orang-orang kota yang pakai mobil, orang-orang berdasi. Coba tengoklah ke daerah seperti yang terjadi di pulau banyak ini.

Maka lembaga-lembaga mana saja yang turun, termasuk NU mungkin juga ada Perti juga Muhammadiyah, mereka juga menyerankan dan menyampaikan itu.

“Maka kita dorong, selaku anggota DPR Aceh, mendorong pemerintah supaya benar-benar diperhatikanlah”, pinta Muhibussubri. (Kasmanudin)

BAGIKAN

KOMENTAR