Aura Kekaguman Presiden Jokowi Terhadap IAI Al-Aziziyah, Kala Berdialog Akrab dengan Sang Rektor

0

SINAR MATAHARI nampak ditutupi awan tebal, saat itu waktu menjelang sore akan menghampirinya malam, suasana sejuk dan mendung walaupun disekitar kawasan tersebut telah ada sang pawang hujan yang khusus menangani terhindarnya hujan dalam acara peresmian beberapa proyek strategis dan vital oleh sosok orang nomor satu di nusantara ini, bapak Presiden Joko Widodo.

Kawasan Blang Bintang, Aceh Besar sebelum kedatangan Presiden Indonesia Joko Widodo, tentunya sudah distrerilkan dan penjagaan yang ketat,  ini terlihat aparat keamanan dengan bermacam pakaian termasuk kenderaan lapis baja yang berdiri megah diseputaran jalan yang akan dilalui Jokowi yang kini berpeluang untuk menjadi presiden dua periode.

Salah satunya gedung yang akan ditandatangani dan diresmikan presiden, bangunan baru lima lantai kampus IAI Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen setelah kampus yang sebelumnya, roboh luluh lantak akibat gempa bumi akhir tahun 2016 dengan kekuatan gempa dahsyat 6,5 SR, bertempat di kawasan Blangbintang, Aceh Besar, Jum’at,(14/12/2018).

Peresmian gedung megah IAI Al-Aziziyah Samalanga itu bersama dengan ground breaking jalan tol Banda Aceh-Sigli itu, Presiden Jokowi juga  meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Masjid Attaqarrub Pidie Jaya, dan Fly Over Banda Aceh yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) di Aceh .

Sekitar jam lima sore, tanda kedatangan orang nomor satu itu telah di beritahukan protokoler acara,  Presiden dan Ibu negara beserta rombongan memasuki arena yang telah disiapkan sejak beberapa hari. Baju putih dengan jeans warna agak biru dan sepatu hitam, penampilan sederhana. Saat turun dipakaikan rompi dinas pekerjaan umum dan topinya berwarna putih.

Pihak panitia memperkenalkan beberapa cuplikan proyek yang sudah dilaksanakan termasuk jalan tol tahap pertama yang akan menghubungkan Banda Aceh dengan  Sigli. Nampak bersama Presiden utusan proyek yang akan diresmikan panitia mesjid At-Taqarrub, Rektor IAI Al-Aziziyah Samalanga dan lainnya termasuk kepala daerah yang terkait dalam peresmian tersebut.

Para pria ganteng berpakaian lengkap dengan rompi anti peluru dan senjata yang ditantang di sudut celana, namun berpakaian putih tubuh tinggi dan gempal, mereka merupakan Pampres yang khusus menjaga presiden mengawal dengan arahan mereka.

Putra sulung pasangan Wijayatno Noto Miharjo-Hj.Sudjiatmi yang kini berumur sekitar 57 tahun terus berjalan, sang murah senyum kulit sawo matang itu terus melangkah sambil berdialog dalam perjalanan menuju tempat peresmian didampingi Plt Gubernur Aceh bapak Nova, setelah memberikan kata sambutan, Plt gubernur mempersilakan Presiden Jokowi untuk menyampaikan arahan sekaligus peresmian beberapa proyek dan bangunan di Aceh termasuk gedung megah IAI Al-Aziziyah Samalanga.

Sebelumnya protokoler telah dipanggil para utusan masing-masing proyek juga kepala daerah untuk bersama presiden untuk bersama-sama menekan tombol sirene peresmian beberapa proyek vital tersebut, nampak Walikota Banda Aceh, Bupati Aceh Besar, Rektor IAI Al-Aziziyah Samalanga Dr. Tgk. Muntasir A. Kadir, MA bersama wakil bupati Bireuen Muzakkar A. Gani yang merupakan kelahiran putra Kembang Tanjung dan beberapa perwakilan lainnya.

Selanjutnya, penandatanganannya prasasti yang didampingi perwakilan masing-masing, ada sesuatu yang sangat bersahaja dan berbeda dengan utusan yang lain, sebelum ditandangani prasasti IAI Al-Aziziyah Samalanga, nampak dari kejauhan dialog penuh keakraban Presiden Jokowi dengan Rektor IAI Al-Aziziyah Samalanga dan turut disaksikan Wabup Bireuen.

Presiden Jokowi hanya mengetahui bahwa gedung itu digunakan untuk belajar mengajar perkuliahan dan betapa “terkejut” dan bahagianya bahwa gedung itu telah digunakan sebelum diresmikan dan bukan hanya untuk perkuliahan bahkan lebih dari itu untuk “beut seumeubeut” (ta’lim).

Kakek  dari Jan Ethes Srinarendra dan Sedah Mirah Nasution yang kini masih menjabat sebagai Presiden bertanya apakah sudah digunakan, “Alhamdulillah, telah kami gunakan dan manfaatkan dari awal September 2018,” jawab Rektor yang disaksikan bapak Muzakkar A. Gani dan menteri PU dibelakang mereka.

Bukan hanya itu, dialog yang di hiasi senyum dan tawa kecil penuh keakraban, bapak Jokowi selaku kepala negara dan beliau yang perintahkan untuk membangun kembali gedung baru IAIA Samalanga itu, bertanya D lagi bagaimana kondisi gedung yang dibangun, ” Gedung lebih bagus dan megah dari yang sudah ada sebelumnya,” jawab sang Rektor yang juga pimpinan dayah Dayah Jami’ah Al-Aziziyah (DJA) Batee Iliek itu.

Terakhir beliau berpesan dam mengharapkan gedung itu dapat dimanfaatkan secara maksimal. Presiden betapa terkejut dan terharu saat mendengar jawaban Rektor saat menanggapi pertanyaan terakhir dan itu diluar apa yang dibanyangkannya bahwa gedung itu siang malam digunakan untuk belajar baik perkuliahan dan belajar ilmu agama (beut seumeubeut).

“Kami menggunakan gedung tersebut mulai habis subuh sampai tengah malam sebagai lokal belajar mahasiswa dan santri,” ulas Rektor yang disambut oleh tawa presiden rasa terharunya dan Wabup Bireuen dan menteri PU yang berada di belakang presiden. Rektor atas nama IAI Al-Aziziyah Samalanga tidak lupa juga  menyampaikan terima kasih banyak kepada presiden dan juga menteri yang telah membantu gedung tersebut dalam dialog terindah akhir tahun itu.

Tidak lama setelah itu presiden Jokowi terus melangkah dan penulis juga menyaksikan arahan Jokowi akan meninggalkan tempat peresmian tersebut, dari jarak dekat penulis bisa memandang wajah aslinya dan auranya istri Iriana yang menikah tahun 1959 itu yang kini dianugerahi tiga putra -putri masing-masing Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep itu penuh keakraban dan rileks. Di dampingi Rektor Unsyiah terlihat dialog serius terlihat dari jarak sangat dekat.

Cucu dari pasangan Lamidi Wiryo Miharjo-Painem berdarah Jawa terus melangkah, penulis mencoba memandang dengan seksama wajah yang sosok pemimpin negeri ini yang hanya sempat melihatnya di media cetak dan elektronik, kini bisa melihat dan memandang dengan sepuasnya bahkan saat tangan penulis dari jarak beberapa meter, menyapa untuk bersalaman, Presiden Jokowi dengan penuh kerelaan berjalan membalas menjabat tangannya yang diikuti beberapa warga lainnya.

Mobil kepresidenan berplatkan PRESIDEN merah itu sudah menantinya menuju Bandara melanjutkan kunjungan ke propinsi lainnya. Tentu saja kedatangan orang nomor satu itu bertemu dengan ulama, tidak sedikit pihak yang mencoba menyindir dan memplesetkan asumsi bermacam-macam suasana menjelang pilpres.

Padahal Presiden datang dalam tugas kenegeraan dan ulamapun diundang dengan tujuan bersilaturrahmi, terlepas dari itu, kita sebagai muslim yang baik tetap mendoakan kebaikan kepada siapa saja terlebih pemimpin dan dilarang untuk mencacinya. Semoga apa yang telah dilakukan terobosan dan pembangunan pemerintah untuk negeri kita ini, bisa memberikan secercah perubahan dan kebaikan serta kemajuan untuk dinikmati masyarakat Serambi Mekkah ini. Semoga!!!

Wallahu Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq

****Helmi Abu Bakar El-Langkawi, Penggiat Literasi dan Penikmat Kopi BMW Cek Pen Lamkawe,