Awas, Orang Pelit Susah Bahagia

0
25

Kajian I LA– Hidup ini merupakan sebuah kebersamaan. Namun terkadang kita punya teman yang pelit alias syik ali? Tentu menyebalkan kan jika kita bergaul dengan orang semacam ini. Yang tidak kalah ngeselin, biasanya mereka enggan untuk memberi tapi selalu berharap diberi.

Menjadi orang pelit memang beda dengan orang hemat. Orang hemat cenderung lebih hati-hati dalam penggunaan uang. Sedangkan orang pelit tidak mau mengeluarkan uang untuk orang lain, bahkan untuk dirinya sendiri.

Menanggapi fenomena orang pelit yang kian marak, baru-baru ini para ilmuan meneliti tingkat kebahagiaan mereka dengan menjadi orang kikir. Apakah dengan menjadi orang pelit ia merasa lebih baik?

Ternyata, dari penelitian yang dilakukan oleh Queensland University of Technology (QUT) di Brisbane, Australia. Penelitian ini menggunakan metode analisis fisiologis. Dimana responden membuat simulasi tawar menawar finansial.

OHasilnya, mereka yang menawar terlalu rendah memiliki tingkat stres lebih tinggi dibandingkan mereka yang nawar sewajarnya, atau bahkan tidak menawar saat membeli produk finansial.

Lalu bagaimana peneliti mengetahui orang yang pelit itu lebih stres? Para ahli melihat dari kerja jantung responden saat melakukan tawar menawar. Mereka yang menawar sangat rendah terbukti memiliki pacu jantung yang tidak beraturan dan lebih cepat.

Sumber:inovasee.com

BAGIKAN

KOMENTAR