Baitul Mal Aceh Selatan Ingin Bantu Pasien Bocor Jantung “Rayatul Nisa”, Terkendala Status Kependudukan di Aceh Barat Daya

0
Gadis cilik pasien bocor jantung, Rayatul Nisa (9 Thn), sebelum menjalani operasi di RS Harapan Kita Jakarta.

Tapaktuan | Liputanaceh.com – Terkait pemberitaan yang tayang di media ini dan berbagai media lainnya, Senin, (15/06/2020), tentang pasien bocor jantung Rayatul Nisa (9 Thn), anak semata wayang dari pasangan Tgk. Jailani (47 Thn) dan Syarifah Rawina (45 Thn), disebut beralamat di Gampong Keumumu Hilir, Kec Labuhanhaji Timur, Kab Aceh Selatan, direspon positif oleh Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.

Sebab pada artikel tersebut, pihak keluarga butuh do’a dan bantuan dari berbagai pihak, untuk biaya semasa pendampingan operasi jantung Rayatul Nisa di RS Harapan Kita, Jakarta.

Baitul Mal Kab Aceh Selatan, melalui Kabag.Pengumpulan Data, Firdaus, menyampaikan kepada salah satu wartawan, supaya memberikan informasi kepada pihak keluarga, agar mengajukan permohonan untuk biaya pendampingan pasien.

“Karena, Baitul Mal Aceh Selatan, ada memprogramkan pemberian biaya pendampingan pasien asal Aceh Selatan yang dirujuk berobat keluar Provinsi Aceh,” kata Firdaus, kepada media ini Rabu (17/06/2020).

Baca juga: Asal Aceh Selatan, “Rayatul Nisa” Menderita Bocor Jantung, Keluarga Mohon Do’a dan Bantuan

Namun, lanjut Firdaus, setelah pihaknya menerima informasi dari salah satu pewarta yang memfasilitasi dengan pihak keluarga pasien, didapati status kependudukan keluarga pasien tercatat di Gampong Gelanggang Gajah, Kec Kuala Bate, Kab Aceh Barat Daya (Abdiya).

Firdaus, setelah pihaknya menerima informasi dari salah satu pewarta yang memfasilitasi dengan pihak keluarga pasien, didapati status kependudukan keluarga pasien tercatat di Gampong Gelanggang Gajah, Kec Kuala Bate, Kab Aceh Barat Daya (Abdiya).

“Kalau kartu keluarga (KK) pasien tercatat di Abdiya, kita (Baitul Mal Aceh Selatan), mohon maaf kita gak bisa membantu,” ucap Firdaus.

“Tapi hal ini sudah kita koordinasikan dengan Baitul Mal Provinsi Aceh. Karana Baitul Mal Provinsi Aceh juga punyai program yang sama, coba nanti dihubungi aja,” saran Firdaus.

Keterangan Keuchik Gampong Keumumu Hilir:

Menindaklanjuti keterangan dari pihak Baitul Mal Aceh Selatan, pewarta meminta kepada pihak keluarga pemberi informasi pertama, Jay Hasan, agar difasilitasi bertemu dengan Keuchik Keumumu Hilir dan ayah Rayatul Nisa, Tgk. Jailani, di kantor Keuchik Keumumu Hilir.

Disaksikan Sekgam dan Perangkat Gampong serta pendamping PKH Kec Labuhanhaji Timur, Keuchik Keumu Hilir, Maksum menerangkan, bahwa benar ayah Rayatul Nisa, Tgk Jailani berasal dari Gampong Keumumu Hilir, Kec Labuhanhaji Timur, Kab Aceh Selatan.

Keluarga Rayatul Nisa, Keuchik dan Perangkat Gampong Keumumu Hilir, serta pendamping PKH Kec Labuhanhahi Timur, saat dimintai keterangan oleh wartawan di kantor Keuchik Keumumu Hilir.

Sedangkan ibu Rayatul Nisa, Syarifah Rawina, asalnya dari Gampong Pasar Lama, Kec Labuhanhaji, Kab Aceh Selatan.

“Mereka pernah tinggal tinggal Keumumu Hilir, hanya saja, mereka sudah pindah dan status kependudukan mereka sekeluarga tercatat di Gampong Gelanggang Gajah, Kec Kuala Bate, Kab Aceh Barat Daya,” terang Maksum.

Lebih lanjut Maksum menerangkan, sekalipun keluarga pasien sudah tinggal di Abdiya, mereka sekeluarga masih sering pulang dan bermalam di Keumumu Hilir, tepatnya di rumah orang tua ayah pasien (nenek Rayatul Nisa).

“Apalagi, sejak Rayatul Nisa diketahui punya kelainan jantung, mereka makin sering pulang untuk membawa anaknya menjalani perobatan kampung (perobatan tradisional) di sini,” imbuh Maksum.

“Selain itu, ayah pasien, juga masih sering menerima pekerjaan dari warga Keumumu Hilir untuk membantu bersawah dan berkebun,” jelas Keuchik Keumumu Hilir itu.

Keterangan Pjh Keuchik Gampong Geulanggang Gajah:

Tak cukup dengan keterangan dari Keuchik Keumumu Hilir, melalui telpon seluler, pewarta menghubungi Said Nazli, yang diketahui sebagai Pjh Keuchik di Gampong Gelanggang Gajah, Kec Kuala Bate, Kab Aceh Barat Daya.

Said Nazli membenarkan, keluarga pasien merupakan penduduk Gampong Gelanggang Gajah, Kec Kuala Bate, Kab Aceh Barat Daya.

Kondisi kediaman keluarga Rayatul Nisa di Gampong Gelanggang Gajah, Kec Kuala Bate, Kab Aceh Barat Daya.

“Iya benar, Jailani sekeluarga adalah penduduk Gampong Gelanggang Gajah,” tegas Said Nazli menegaskan.

Said Nazli juga menerangkan bahwa ayah Rayatul Nisa sering pulang ke kampung asalnya karna urusan pekerjaan, Terlebih sejak Rayatul Nisa diketahui menderita bocor jantung, mereka sekeluarga makin sering pulang ke Keumumu Hilir,” katanya.

Said Fidaus berharap kepada berbagai pihak, agar dapat membantu keluarga pasien Rayatul Nisa, “Karena keluarga itu tergolong keluarga miskin, yang memang sangat butuh bantuan,” ujarnya.

Terkait bauntuan dari Baitul Mal Kabupaten Aceh Barat Daya, pihaknya mengaku belum mengetahui ada atau tidak program bantuan biaya pendampingan pasien yang dirujuk keluar daerah.

“Kami belum tau apakah Baitul Mal Abdiya ada program bantuan biaya pendampingan pasien yang dirujuk keluar daerah, sebab kami tidak punya link kesitu,” keluh Said Nazli.

Kondisi Terakhir Rayatul Nisa:

Untuk diketahui, Pasien bocor jantung, Rayatul Nisa telah menjalani operasi di RS Harapan Kita Jakarta.

Operasi Rayatul Nisa yang semula dijadwalkan tanggal 16 Juni 2020, dipercepat menjadi tanggal 15 Juni 2020, karena ada pasien lain yang seharusnya dioperasi pada tanggal tersebut, diundur jadwal operasinya.

“Alhamdulillah, Nisa sudah dioperasi tanggal 15 kemarin, dipercepat karena ada pasien yang mau dioperasi hari itu ditunda jadwal operasinya terus digantikan dengan jadwal operasi Nisa,” kata Syarifah Rawina dari seberang telpon yang mendapingi putrinya di Jakarta.

Rayatul Nisa didampingi ibunya Syarifah Rawina, di kontrakan Said Dedi, pasca menjalani operasi di RS Harapan Kita, Jakarta.

Syarifah Rawina juga mengabarkan, oprasi berjalan lancar, kondisi suhu badan Rayatul Nisa normal selesai operasi, dan kini mereka sudah ke kontrakan ponakannya (Said Dedi), tepatnya RT.10/RW.05 No. 14, Kelurahan Cipinang Besar,  Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

“Nanti Rayatul Nisa, masih tetap harus perawatan jalan, sampai dibilang dokter Nisa dah sembuh,” kata Syarifah lagi.

Syarifah Rawina mengupkapkan dirinya sangat terharu dan berterima kasih atas doa dan bantuan dari berbagai pihak.

“Kami sangat terharu karna banyak yang mendoakan supaya cepat sembuh. Selama disini kami juga banyak dikunjungi dan dibantu oleh saudara-saudara yang ada disini, dibantu dari dikampung, juga dibantu saudara dari daerah lain,”

Masih kata Syarifah, Kami sekeluarga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Kami gak mampu membalas budi baik saudara-saudara semua, “Semoga Allah membalas kebaikan saudara-saudara semua dengan pahala yang berlipat ganda dan rezeki yang berkah,” doa ibu Rayatul Nisa ini..

Masih dikesempatan yang sama, Syarifah kembali mohon didoakan agar gadis kecil semata wayangnya  diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.

“Sekali lagi mohon doa saudara-saudara semua agar penyakit anak kami disembuhkan Allah SWT,” demikian tutup Syarifah.

Kepada dermawan yang ingin membantu meringangan biaya pendampingan perobatan Rayatul Nisa selama di Jakarta, dapat menghubugi langsung  orang tua pasien Syarifah Rawina  di nomor: 0852-1077-4921, dan Tgk Jailani di nomor: 0852 9572 1719.

Bagi yang ingin bersedekah/donasi silakan kirim ke Nomor Rekening.1050814908, BRI Syariah, Cab Blang Pidie atas nama Jailani.