Begini Penjelasan Kepala Dinas Sosial Kab Aceh Selatan, Terkait Permintaan DPC Apdesi Asel, Agar Memperbaharui Data Penerima BST

0
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Selatan, Zubir Efendi.

Tapaktuan | Liputanaceh.com – Terkait data penerima bantuan  Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap I, untuk masyarakat terdampak dovid-19, yang dikeluhkan DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kab Aceh Selatan, juga diakui oleh Kepala Dinas Sosial Kab Aceh Selatan, Zubir Efendi, masih banyak yang tidak tepat sasaran.

Saat ditemui di kedimanannya, Kamis (21/05/2020) malam, Zubir Efendi mengungkapkan, data penerima BST untuk 15.000 Kepala Keluarga (KK), diberikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI, kepada Pemkab Aceh Selatan, menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sebagai acuan.

Dimana, lanjut Zubir Efendi, DTKS Aceh Selatan yang dikirim kepada Kemensos RI, asalnya diperoleh dari Desa-desa melalui  Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sejak tahun 2015, dan sudah pernah diperbaharui.

Baca juga: DPC Apdesi Kab Aceh Selatan Minta Dinas Sosial Memperbaharui Data Penerima BST dan Pemerintah Desa Harus Jujur

Kemudian, imbuhnya, sejak diamanahkan sebagai Kepala Dinas Sosial Kab. Aceh Selatan pada akhir tahun 2019 lalu, pihaknya semakin gencar melakukan sosialisasi pembahuruan DTKS agar dilakukan per tiga bulan sekali oleh Pemerintah Desa.

Menurut Zubir Efendi, sosialisasi tersebut ada dilakukan melalui Bimtek, juga sampaikan oleh TKSK dan Petugas Petugas Registrasi Gampong (PRG) kepada Pemerintah Desa.

Hanya saja, masih keterangan Zubir Efendi, dari 260 Desa, 90 Desa di Aceh Selatan, kurang respek untuk untuk melakukan pembaharuan DTKS, sisanya 170 Desa telah melakukan pembaruan DTKS tapi juga masih belum maksimal,” bebernya.

“Padahal, dalam sosialisasi juga pemberitahuan disampaikan bahwa DTKS merupakan acuan bebagai instansi pemerintah untuk menyalurkan berbagai program bantuan sosial” katanya.

Baca juga: Kadis Sos Aceh Selatan Serahkan Bantuan untuk Warga Gampong Paya Peulumat

Kembali kepersoalan awal, data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap I yang diambil dari DTKS sebagaimana yang diterangkan diatas, Zubir Efendi mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan kepada Pemerintah Desa melalui TKSK dan PRG untuk dilakukan koreksi layak atau tidaknya.

“Jika tidak layak, pemerintah Desa boleh menggantinya dengan calon penerima BST yang lebih layak, sebab, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemensos RI, memberikan kewenangan kepada Pemda dan Desa untuk menyesuaikan data calon penerima BST tersebut,” terangnya.

Hanya saja, kata Zubir Efendi, ada Pemerintahan Desa yang tidak melakukan koreksi sama sekali, ada yang melakukan koreksi tapi terlambat mengembalikan data, ada juga yang tepat waktu tapi beberapa KK yang diusulkan ditolak oleh simtem aplikasi saat pihaknya mengirim data tersebut secara online, karena salah penulisan.

“Itulah sebabnya masih banyak didapati penerima BST pada tahap I, yang tidak layak,” kata Zubir Efendi.

Baca juga: Mengetuk Pintu Hati Pemimpin dan Wakil Rakyat di Aceh

Mengenai permintaan DPC Apdesi Kab Aceh Selatan, agar Dinsos Asel memperbaharui data penerima BST untuk tahap II dan III, Zubir Efendi menagatakan, pihaknya telah meminta PRG dan TKSK untuk melakukan invetarisir temuan penerima yang tidak layak.

Pihaknya juga sudah menyurati Kemensos RI agar menu “penghapusan dan penggantian” pada apilikasi penerima BST milik kemensos RI agar dibuka kembali,

“Namun saya tidak menjamin hal itu diamini oleh Kemensos,” katanya ragu.

Sebab, menurut pemeberitaan yang dikuti media ini, Menteri Sosial  pernah menyampaikan dan tayang di media online detik.com, Kemensos kini sudah menutup celah bagi desa dan kelurahan yang ingin menarik data. Mereka sudah tidak bisa lagi mengoreksi data.

“Sekalipun Mensos ada menyampaikan demikian, pihaknya tetap berharap, Kemensos RI, kembali membuka menu ‘penghapusan dan penggantian’ pada aplikasi tersebut,” ujar Zubir Efendi.

Kepada Pemerintahan Desa se Kabupaten Aceh Selatan, sejak sekarang hendaknya sudah memperbaharui DTKS  dan menyiapkan data calon penerima BST yang sudah valid, “Agar sewaktu dibutuhkan, kita dapat bergerak cepat melakukan penginputan secara online,” demikian tutup Zubir Efendi.