Begini Penjelasan Steffy Terkait Uang 500 Juta

0
31

ACEH | LA –  Terkait beberapa masalah yang coba dia luruskan mengenai  pemberitaan tentang dirinya, Fenny Steffy Burase beserta Pengacaranya Fahri Timur SH memberikan klarifikasi kepada awak media di Banda Aceh, Sabtu (11/8/2018).

Klarifikasi itu, diantaranya terkait uang Rp 500 juta yang dia terima dari seorang pengusaha, Teuku Syaiful Bahri yang akhirnya menjadi OTT KPK terhadap Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi serta ajudan Irwandi, Hendri Yuzal serta T. Saiful Bahri,  pada 4 Juli lalu di Banda Aceh.

Didalam kegiatan Aceh Marathon Internasional bahwa ini,  dirinya sebagai tenaga ahli,  Awalnya dia mengaku ke aceh itu langsung di bawa ke sabang.

“Saat itu pak Gubernur meminta saya bagaimana mempromosikan aceh kepada luar negeri agar tahu aceh ini.  serta mempublikasikan sabang sebagai Destinasi wisata,” tuturnya.

Selain itu, Steffy juga memperjelas beberapa persoalan diantara uang yang tersebut di pemeriksaan KPK.

“Perlu saya luruskan, jumlah uang tersebut bukan Rp 500 juta. Tapi, Rp 413 juta. Ini perlu kita berikan klarifikasi, karena yang berkembang Rp 500 juta,” ujar Steffy dihadapan awak media.

Steffy Burase menguraikan. Uang Rp 413 juta tersebut betul dikirimkan oleh Teuku Syaiful Bahri yang kini sudah menjadi tersangka KPK. Uang tersebut akan dipergunakan untuk membeli jersey, medali marathon dan mengganti uang perjalanan dirinya saat melakukan promosi.

“Dengan rincian terdiri, membeli medali Rp 190 juta, untuk membeli jersey Rp 170 juta dan untuk mengganti uang perjalanan Bu Steffy dalam hal promosi dan brending Rp 50 juta. Karena, selama perjalanan ini banyak uang pribadi yang dihabiskan Bu Steffy,” karena semua kebutuhan tersebut harus dipesan lebih awal, kata Abah Fahri Timur selaku kuasa hukumnya.

Lalu, saat ditanya mengapa Steffy Burase yang membeli keperluan Aceh Marathon Internasional, Fahri Timur menjawab. ”Ini hanya untuk antisipasi saja. Mengingat, jika dilakukan tender tidak mungkin akan terkejar, sebab ketika itu Aceh Marathon Internasional akan diselenggarakan pada 29 Juli 2018. Lalu, siapa pemenang tender itu bisa beli sama kita. Tentunya, sesuai dengan harga pasar,” terang Abah Fahri yang juga merupakan Lawyernya Steffy.

Dalam kesempatan itu, Abah Fahri juga meminta keterangan pada Plt Gubernur Aceh, Nova Irinsyah untuk menentukan sikap, terkait keberlangsungan Aceh Marathon Internasional 2018. Sebab, para peserta sedang menunggu jadwal pasti untuk kegiatan tersebut.

“Selama ini, Bu Steffy sudah dikecam oleh banyak peserta, karena dianggap bohong,  dan bahkan sampai marah-marah. Namun, itu tidak jadi masalah bagi Bu Steffy. Yang penting sekarang, kapan jadwal pasti. Jika tidak dilanjutkan tolong diberitahukan, tapi kalau dilanjutkan tolong juga disebutkan tanggal pasti. Sehingga, kami dan peserta tidak menunggu dalam ketidakpastian,” tutup Abah Fahri. *(AZ)

BAGIKAN

KOMENTAR