Belasan Ribu Rakyat Aceh Akan Hadiri Pelantikan Pengurus Pusat TASTAFI

0
122

BANDA ACEH | LA –– Belasan ribu masyarakat Aceh dari jama’ah pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fiqh (TASTAFI) berbagai kabupaten dan kota di Aceh direncanakan akan menghadiri acara pelantikan pengurus pusat Majlis Zikir dan Pengajian TASTAFI di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada malam Rabu tanggal 17 April 2018.

Para jama’ah ini akan ditempatkan di sejumlah dayah dalam wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh.

Belasan ribu masyarakat Aceh yang akan hadir ini merupakan jama’ah pengajian Tastafi asuhan Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Abu Syaikh.H. Hasanul Basri (Abu Mudi) yang selama ini telah aktif di berbagai kabupaten kota di Aceh dan dimana pengajian Tastafi yang diselenggarakan di berbagai wilayah selalu dihadiri jama’ah yang membludak.

Sebelum acara pelantikan, Tim Lajnah Tastafi juga akan menyelenggarakan Bahtsul Masaail (pembahasan masalah Islam kontemporer secara ilmiah) di Auditorium Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry dengan menghadirkan para ulama dan pakar dari berbagai latar belakang keilmuan. Bahtsul Masaail ini insyaAllah akan dibuka pada tanggal 15 April dan berlangsung hingga 16 April. Jadi rangkaian acara akan berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 17 April 2018.

Adapun tema acara pelantikan dan Bahstul Masaail ini adalah “Membumikan Zikir dan Pengajian TASTAFI demi meneguhkan Manhaj Ahlusunnah wal Jama’ah sebagai Landasan Penerapan Syari’at Islam”.

Dengan tema ini, panitia ingin mempertegas tekad para ulama Aceh untuk membumikan pengajian Tastafi di seluruh Aceh sehingga Manhaj Ahlusunnah wal Jama’ah yang mengikuti Asy’ariyah dan Maturidiyah semakin teguh di Aceh serta menjadi landasan dalam penegakan Syari’at Islam sebagaimana dulu di masa kejayaan Aceh seperti tersebut dalam Qanun Meukuta Alam Al-Asyi dan dalam kitab-kitab para ulama Aceh terdahulu.

Tujuan Majlis Tastafi

Tujuan didirikannya Majlis Zikir dan Pengajian secara kongkrit sebagaimana disebutkan dalam anggaran dasar yaitu untuk menyampaikan dan membumikan ajaran Tasawuf, Tauhid, dan Fikih berdasarkan Ahlussunnah wal Jama’ah, dan melindungi dayah, balai pengajian, majelis ta’lim, majelis zikir, dan masyarakat dari ajaran sesat, liberalisme, sekularisme dan radikalisme, serta mewujudkan tata kehidupan masyarakat madani.

Dalam anggaran dasar Tastafi disebutkan, Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi beraqidah Ahlusunnah wal Jama’ah, dalam bidang tauhid mengikuti madzhab Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi; dalam bidang fikih mengikuti salah satu dari Mazhab Empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali); dan dalam bidang tasawuf mengikuti mazhab Imam al-Junaid al-Bagdadi dan Abu Hamid al-Ghazali.

Adapun Ketua Steering Committee (SC) acara ini adalah Rektor Institute Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah, Dr Muntasir A. Kadir, MA. Sementara Ketua Organizing Committee (OC) adalah Tgk. H. Faisal Ali yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Prov. Aceh.

Para pengurus yang akan dilantik oleh Ketua Dewan Pembina (Abu Mudi) yaitu masing-masing Tgk. H. Muhammad Amin Daud (Ayah Cot Trueng) sebagai ketua Tanfidziyah (Ketua Dewan Pelaksana). Ayah Cot Trueng adalah Pimpinan Dayah Raudhatul Ma’arif Aceh Utara, salah satu dayah besar yang telah menghasilkan para ulama dan ribuan alumni lainnya di seluruh Aceh. Sementara para wakil adalah Tgk H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop Jeunieb) pimpinan Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunieb, Tgk. H. Ismail M. Yusuf ( Pimpinan Dayah Mathlabul Ilmi Samalanga dan Dr Tgk Muntasir A. Kadir, MA.

Sementara sekretaris Tastafi yaitu Tgk Marzuki Abdullah, M.Pd yang merupakan Dosen Institute Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga. Adapun para wakil sekretaris yaitu Tgk. Muhammad Rizwan H. Ali, MA (dosen Unimal), Dr Tgk Safriadi, MA (dosen IAIN Malikussaleh) dan Tgk Muslem Hamdani, MA(dosen STIS NU). Adapun bendahara yaitu Tgk.H. Sayed Mahyeddin, TMS dan wakil yaitu Tgk Muhammad Nasir H. Salahuddin.

Selain para ketua dan sekretaris Tanfidziyah (pelaksana), juga akan dilantik ratusan pengurus lainnya yang menangani berbagai bidang dan divisi.

Dalam struktur kepengurusan, tercatat menjabat sebagai ketua dewan pembina merangkap pendiri yaitu Abu Syekh H. Hasanul Bashri HG (Abu MUDI).

Di jajaran dewan kehormatan,menjabat sebagai ketua yaitu Tgk. H. Muhammad Amin Mahmud (Abu Tumin). Sementara para anggota yaitu Tgk. H. Usman Ali (Abu Kuta Krueng), Tgk. H. Muhammad Ali (Abu Paya Pasi), Tgk. H. Asnawi Ramli (Aba Lamno), Tgk. H. Ishak Ahmad (Abu Lamkawe), Tgk. H. Hasbi Nyak Dewa (Abon Hasbi), Dr. Tgk. H. Mahmud Ibrahim, Tgk. H. Abdul Mannan (Blang Jruen).

Di jajaran dewan penasehat, menjabat sebagai ketua yaitu Tgk. H. Ismail Abdullah (Ayah Caleu)

Anggota : Tgk. H. Mustafa Ahmad (Abu Paloh Gadeng), Tgk. H. Abdullah Rasyid (Abu Kruet Lintang), Tgk. H. M. Jafar Sulaiman (Abi Lueng Angen), Tgk.H. Nuruzzahri Yahya (Waled Nu), Tgk. H. Muhammad Nur (Abu Keuniree), Tgk. H. Bukhari Hasan (Ayah Leugee), Tgk. H. Hasballah Ali (Abu Keutapang), Tgk. H. Ramli Ben Cut (Abati Babah Buloh), Tgk. H Marhaban Adnan (Waled Bakongan), Tgk. H. Daud Hasbi, M.Ag, Tgk. Abdul Hannan H. Yahya (Abon Hannan), Tgk. H. Muhammad Dahlan Yusuf (Abati Murah Mulia), Tgk. Tu Haidar Bin Muhammad Amin, Tgk. Zainuddin Ibrahim (Abi Bayu).

Untuk dewan pakar, tersebut nama Prof. Dr. Tgk. H. Hasballah Thaib, MA sebagai ketua. Adapun para anggota dewan pakar yaitu Dr. Tgk. H. Khalidin Yakob, Prof. Dr. Tgk. H. Syamsul Rizal, M.Ag, Tgk. H. Salahuddin Alfata, Prof. H. A. Hadi Arifin, M.Si, Dr. Husni Harun (Malaysia), Dr. Hidayat, MBA (Jakarta), dr. Hidayat Waly, Dr. Tgk. H. Arfan, M.Sc, Tgk. H. Baihaqi H. Yahya, Tgk. Muhammad Haramain Nuriqman, Tgk. H. Syafruddin Bakri (Medan), Tgk. H. Muslem Harun (Medan), Dr. Tgk. H. Muhammad Siddiq Armiya, Tgk. H. Syarkawi Abdussamad, Tgk Tu Muhammad Bin Muhammad Amin, Tgk. H. Abdullah H. Yusuf (Abon Singgah Mata), Tgk. H. Mahdi M. Daud

Selain di tingkat Pusat, pengurus Tastafi saat ini juga sudah terbentuk di berbagai kabupaten kota di Aceh yang dipimpin para ulama, bahkan juga telah terbentuk hingga ke kecamatan-kecamatan.

Visi Misi dan Tujuan

Visi Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi sebagaimana disebutkan dalam anggaran dasar yaitu menjadi lembaga yang berfungsi mengkaji dan menyiarkan ilmu Agama Islam yang berfaham Ahlussunnah waljamaah menuju penguatan ukhuwah Islamiyah dan harmonisasi dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Sementara misi Majlis Tastafi ini antara lain yaitu melakukan kajian dan penelitian keagamaan untuk melahirkan solusi terhadap permasalahan dalam masyarakat berkaitan dengan Tasawuf, Tauhid dan Fikih.

Misi berikutnya yaitu melaksanakan dan menyiarkan pengajian, zikir, dan dakwah islamiyah berdasarkan faham ahlussunnah wal jama’ah kepada masyarakat dengan menitik beratkan pada kitab-kitab yang ma’ruf bersumberkan dari pada mazhab-mazhab yang muktabar.

Selanjutnya yaitu menjalin ukhuwah Islamiyah dan musyawarah dalam membangun hubungan antar dayah, balai pengajian, majelis ta’lim dan majelis zikir dengan berusaha membangun budaya Islamiyah dan ilmiah.

Berikutnya yaitu menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat dalam tata kehidupan dan berbudaya secara islami berdasarkan faham ahlussunnah wal jama’ah.

Misi Majlis Tastafi terakhir sebagaimana disebutkan dalam anggaran dasar yaitu membangun paradigma berpikir konstruktif dalam pemahaman ajaran Tasauf, Tauhid, dan Fikih dari pengaruh aliran sesat, liberalisme, sekularisme dan radikalisme, dan pemikiran diluar faham ahlusunnah waljamaah.

BAGIKAN

KOMENTAR