Beri Penghargaan untuk Abu Doto, BEM Unsyiah Disebut Cederai Peran Mahasiswa

0
83
Mantan Dirjen Kastrat dan Propaganda BEM Unsyiah, Raja Muda Cik M. Foto: Istimewa

Banda Aceh | LA – Mantan Dirjen Kastrat dan Propaganda BEM Unsyiah, Raja Muda Cik M, mengkritisi pemberian penghargaan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah kepada Gubernur Zaini Abdullah atau akrab disapa Abu Doto. Menurut dia, pemberian penghargaan itu sangat mencederai peran mahasiswa sebagai penyeimbang pemerintah, sebagai pihak yang berada bersama rakyat.

“Pemberian penghargaan tanpa dasar dan indikator yang jelas, di tengah kekecewaan publik terhadap kinerja pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Abu Doto, memang patut dipertanyakan. Apalagi penghargaan ini di berikan oleh Aktivis mahasiswa dalam serangkaian Acara KAMA (Konferensi Aktivis Mahasiswa Aceh) dengan mencatut nama BEM Se Aceh,” kata Raja Muda melalui siaran pers yang diterima Liputan Aceh.

Menurut dia, hal ini sebenarnya bukan yang pertama kalinya. Pasalnya sebelumnya aksi yang digagas teman-teman BEM Se Aceh, dalam Aksi UUPA dan Polemik SKPA yang melibatkan BEM Unsyiah, justru BEM Unsyiah yang menarik diri dan mengklaim adanya kepentingan kelompok. Pada kesempatan kedua dengan mendompleng BEM Se Aceh, BEM Unsyiah yang memberikan penghargaan kepada Abu Doto.

lanjut dia, hal yang tidak wajar terjadi ketika KAMA sendiri dilaksanakan di sebuah Hotel, yang sebelumnya selalu dilaksanakan di lingkungan kampus, bahkan iklan pemberian penghargaan sendiri di muat di advetorial Media kabar cetak dengan tarif tinggi hingga puluhan juta.

“Kita tidak menginginkan ketika ada pihak-pihak tertentu, yang menggunakan lembaga di kampus Jantong Hate Rakyat Aceh untuk kepentingan pribadi. Hal ini memberi ilustrasi lahirnya calon borjuis kecil yang diam-diam membina hubungan intim dengan pemerintah, hingga berimbas pada untung dan proyek, akhirnya idealisme dan semangat militan pun dibonsai jadi kepatuhan pada kenikmatan dan kemegahan,” cetusnya.

Tambah Raja muda, bahwa sejatinya lembaga kemahasiswaan harus berlaku independen dan bebas dari kepentingan manapun. (Hatta. S)