BI Salurkan Bantuan Untuk Dua Pasantren di Aceh

0
59

BANDA ACEH | LA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( BI ) Provinsi Aceh menyerahkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada dua Pondok Pesantren/Dayah.

Dua dayah tersebut yakni Dayah Darul Ulum dan Dayah Babul Maghfirah yang dikemas dalam suatu acara seremonial bertempat di Dayah Babul Maghfirah Jl. Pasar Cot Keueng, Desa Lam Alu Cut, Kecamatan Kuta Baro, Selasa 7 November 2017.

Dalam kesempatan tersebut, KPw BI Provinsi Aceh , Ahmad Farid menyerahkan sejumlah bantuan dalam bentuk barang berupa Handtractor, jaringan irigasi, pupuk, dan bibit untuk pertanian cabai, sarana & prasarana untuk usaha ayam petelur, dan sarana pertanian hidroponik kepada Dayah Babul Maghfirah.

Sedangkan untuk Dayah Darul ulum diberikan bantuan dalam bentuk barang berupa mesin percetakan, sablon, mesin pembuat pin, dan mesin jahit. Total nilai bantuan yang disalurkan KPw BI Provinsi Aceh untuk kedua dayah tersebut adalah sebesar Rp200.000.000,- (Dua ratus juta rupiah).

“Penyerahan bantuan tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program strategis pemberdayaan kemandirian pesantren yang mulai dilakukan oleh BI pada tahun 2017,” kata Ahmad Farid.

Acara seremoni penyerahan PSBI tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh yaitu DR. Bustami Usman, S.H, M.Si, M.Ap. Dalam sambutannya beliau menyatakan apresiasinya kepada BI yang telah turut memperhatikan keberadaan dayah di Aceh, dan berharap agar program tersebut dapat dilanjutkan dengan menyasar dayah-dayah lainnya yang ada di Aceh.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh Ahmad Farid dalam sambutannya mengatakan bahwa pesantren merupakan basis awal untuk mengembangkan potensi ekonomi syariah. Jika sebuah pesantren memiliki dua/tiga unit usaha yang mampu berjalan dengan baik dan berkontribusi terhadap kemandirian pesantren, maka dengan 28.961 pesantren yang ada di Indonesia akan menciptakan lebih dari 57.992 unit usaha baru.

Melihat potensi tersebut, BI di seluruh provinsi di Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua, berkomitmen untuk mengembangkan pesantren yang ada di wilayah kerja masing-masing.

“Tiap -tiap pesantren akan diidentifikasi potensi yang dimilikinya dan usaha existing yang sedang dijalankan baik di bidang pertanian, perikanan, perniagaan dan industri kreatif, untuk selanjutnya diberikan dorongan agar dapat lebih optimal dalam menjalankan usahanya,” sebut Kpw Bank Indonesia Aceh.

Pada kesempatan yang sama, pimpinan pondok pesantren Babul Maghfirah, Tgk.H.Masrul Aidi, Lc. M.A menyatakan rasa terima kasih kepada BI yang telah bersedia mengembangkan dan mengikutsertakan pesantren babul maghfirah dalam program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren.

Bantuan BI tersebut akan digunakan dengan sebagaimana mestinya untuk pengembangan dayah kedepan.

Penyerahan bantuan PSBI untuk dalam rangka pemberdayaan ekonomi pesantren merupakan salah satu dari Program Kerja yang dilaksanakan BI untuk mendorong peningkatan ekonomi syariah di Indonesia. Selain itu, pemberdayaan ekonomi pesantren khususnya di bidang pertanian juga dapat berimplikasi positif terhadap upaya pengendalian inflasi melalui penyediaan suplai komoditas yang mendukung ketahanan pangan.

Secara nasional BI senantiasa berupaya meningkatkan kesadaran & pengetahuan dari masing-masing pelaku usaha syariah dan pondok pesantren terkait pengembangan ekonomi syariah.

Berbagai program kerja dilakukan diantaranya melalui kegiatan nasional seperti Festival Ekonomi Syariah (Fesyar), serta kegiatan internasional seperti Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF).

Dalam kegiatan tersebut BI Aceh dan BI Lhokseumawe turut berpartisipasi dengan mengirim perwakilan pesantren dan pelaku usaha dari Aceh sebagai peserta kegiatan Fesyar dan ISEF.

Melalui event-event tersebut diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan familiar dengan ekonomi syariah, sehingga menimbulkan motivasi masyarakat untuk dapat membangun usaha-usaha yang berbasiskan syariat Islam. **

BAGIKAN

KOMENTAR