BI Sebar Uang Baru di Aceh Selatan

0
74

ACEH SELATAN | LA – Dalam rangka memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh melakukan kegiatan layanan kas keliling di
Kota Tapaktuan & Kota Fajar Kabupaten Aceh Selatan pada tanggal 10-11 Maret 2018.

Pelayanan yang menggunakan mobil kas tersebut menyediakan uang Rupiah kertas mulai dari pecahan Rp100.000 hingga Rp1.000, serta uang logam pecahan Rp.1.000 dan Rp500.

“Dengan target utama yang disasar adalah masyarakat kecil dan pedagang. Uang Rupiah yang disedisedi adalah uang terbitan baru, yaitu Tahun Emisi 2016 atau yang biasa disebut dengan NKRI, kecuali untuk pecahan uang kertas Rp.1.000,” kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Z. Arifin Lubis, Jumat 9 Maret 2018.

Berikut ini lokasi kegiatan layanan kas keliling oleh Tim BI Aceh :
Hari/Tanggal Waktu Lokasi
Sabtu, 10 Maret 2018 09.30 – 13.00 WIB Pasar Pajak Lampriet Kota Tapak Tuan.

Minggu, 11 Maret 2018 09.00 – 12.00 WIB Pasar Kota Fajar
Selain melayani masyarakat, Tim BI juga melayani penukaran kepada perbankan di wilayah setempat, sesuai dengan kebutuhan uang Rupiah yang diperlukan oleh perbankan.

Melalui kegiatan kas keliling ini diharapkan akan memperlancar peredaran uang dari dua sisi,yaitu untuk mempercepat distribusi uang layak edar, dan di sisi lain dapat menyerap uang tidak layak edar dari masyarakat.

Kegiatan kas keliling ini merupakan bagian dari kebijakan BI untuk menjaga tersedianya uang bersih (clean money policy) di masyarakat.

BI akan berupaya agar masyarakat senantiasa dapat memiliki uang Rupiah yang layak edar dan dalam pecahan yang
dibutuhkan, tidak hanya pada saat-saat tertentu saja seperti lebaran.

Namun tentunya untuk
mewujudkan hal ini Bank Indonesia memerlukan kerjasama dari Perbankan, sebagai institusi
yang terlibat dalam layanan penukaran uang Rupiah di Indonesia sebagaimana yang telah
diatur dalam UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Oleh karenanya, Bank Indonesia
menghimbau agar Perbankan juga dapat memberikan layanan penukaran yang optimal
terhadap masyarakat.

Selain itu, dalam kesempatan ini BI juga menghimbau masyarakat agar saat menerima uang Rupiah tidak hanya melakukan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang),
melainkan juga dilanjutkan dengan 3K, yaitu Ku dapat, Ku simpan, dan Ku sayang.

Hindari perbuatan yang dapat membuat uang cepat rusak, seperti dilipat, diremas, di-staples/hekter,
serta meletakkannya di tempat yang basah.

“Dalam kesempatan ini kami juga mengapresiasi media yang telah mempublikasikan
informasi ini, sehingga masyarakat di Kota Tapaktuan & Kota Fajar Kabupaten Aceh Selatan
dapat terinformasi mengenai layanan kas keliling oleh BI,” ujar Z. Arifin Lubis.

BAGIKAN

KOMENTAR