BPJS Aceh Selatan, Sosialisasikan Jaminan Ketenagakerjaan

0
AR Perintis BPJS Ketenagakerjaan Kcp Aceh Selatan Tapaktuan, Ridho Ramdhan Matondang saat menyampaikan sosialisasi, duduk semeja bersama Camat Labuhanhaji Gusmawi Mustafa, Danramil Labuhanhaji Letnan Satu. Inf. Samsul Yadi, Aipda Adek Irwan mewakil Kapolsek Labuhanhaji Iptu Syahrul. (foto/FJ).

Tapaktuan | Liputanaceh.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kcp Aceh Selatan,  sosialisasikan Program Jaminan Ketenagakerjaan di halaman kantor Camat Labuhanhaji, Senin (10/02/2020).

Pada kegiatan yang digagas dan dibuka oleh Camat Labuhanhaji Gusmawi Mustafa, turut dihadiri  Danramil Labuhanhaji Letnan Satu. Inf. Samsul Yadi, Aipda Adek Irwan mewakil Kapolsek Labuhanhaji Iptu Syahrul dan masyarakat se Labuhanhaji Raya yang diundang.

Camat Labuhanhaji Gusmawi Mustafa yang akrab disapa Ogek, menyampaikan kegiatan ini digagas olehnya karna dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Mengingat resiko kerja masyarakat di daerah kita sangat tinggi, namun kebanyakan masyarakat kita belum terdaftar sebagai peserta jaminan ketenagakerjaan, untuk itu, kita memandang perlu dilakukan sosialisasi ini” jelas Ogek.

“Sosialisasi Jaminan Ketenagakerjaan ini mengacu kepada UU No 40 Thn 2004 Tentang Sisitem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No 20 Thn 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),” ujar AR Perintis BPJS Ketenagakerjaan Kcp Aceh Selatan Tapaktuan, Ridho Ramadhan Matondang yang bertindak sebagai pemateri.

Dalam sosialisanya, Ridho menyampaikan sedikitnya 2 Paket program jaminan ketenagakerjaan, antara lain; Paket I (pertama) Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Paket ke II (kedua) Jaminan Hari Tua.

Yang menarik menurut Ridho, Jamninan Kecelakaan Kerja tidak hanya dapat diklaim apabila mengalami kecelakaan saat sedang bekerja dilokasi kerja, tapi juga kecelakaan diperjalanan termasuk kecelakaan lalu lintas, saat menuju ke lokasi tempat kerja atau dalam tugas kerja, melalui jalur yang normal dilalui.

“Jaminan Kecelakaan kerja, berlaku sejak keluar dari pekarangan rumah hingga masuk kembali ke pekarangan rumah. Salah satunya syaratnya, harus ada surat keterangan kecelakaan yang ditandatangani oleh 2 orang saksi,” kata Ridho.

Mengenai Jaminan Kematian, lanjut Ridho, sekalipun Pemkab mempunyai Program Santunan Kematian, Ahli Waris juga dapat mengajukan klaim kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan santunan.

“Biasanya, jika pengurusan oleh Ahli Waris cepat dilakukan, dana Jaminan Kematian tersebut dapat diterima oleh Ahli Waris kurang dari seminggu,” tambahnya.

“Namun demikian, kami tidak tau, apakah santunan kematian dari Pemkab Aceh Selatan akan gugur jika telah menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan,” kata Ridho lagi.

Masih keterangan Ridho, untuk menjadi perserta Paket I (Pertama) Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, syaratnya Foto Copy KTP, Mengisi Formulir dan Memberikan nomor HP, juga membayar iuran wajib perbulan sebesar Rp. 16.800,. Sedangkan untuk Paket II (Kedua) Jaminan Hari Tua, iuran wajibnya Rp. 20.000,.

“Jika ingin jadi peserta kedua paket tersebut juga boleh, iuran wajib perserta perbulan menjadi Rp 36.800,. Dan peserta tetap akan menerima satu kartu yang bertanda khusus,” terang Rihdo Ramadhan Matondang.

Tingginya antusias para peserta sosialisasi, mendorong Danramil Labuhanhaji Letnan Satu. Inf. Samsul Yadi untuk bicara.

Selain menilai program ini penting dan sangat baik, Samsul Yadi berharap, “Apa yang disampaikan oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan melalui Ridho Ramadhan Matondang, hendaknya begitulah nanti yang diterima oleh masyarakat,” demikian disampaikan Danramil Labuhanhaji.