Buat Status Menghina di Facebook Seorang Dosen Unsyiah di Hujat Natizen

1
953

BANDA ACEH|LA– salah seorang dosen Unsyiah mendapat hujatan dari pengguna media sosial facebook akibat membuat status facebook yang menghujat ulama dengan kata-kata “Oknum Ulama” yang tidak mendukung Irwandi Yusuf, timses paslon lain, skrg gencar mita “boh manok mirah” beberapa hari yang lalu.

Baca: Ada Oknum yang Ingin Pisahkan Irwandi-Nova dengan Ulama

Pantauan Redaksi liputanaceh.com di medsos status ini di tulis oleh dosen yang berinisial SM setelah pelaksanaan acara forum Konsultasi publik RPJM Aceh yang dilaksanakan oleh Bappeda Aceh. beberapa menit kemudian status tersebut di komentari dengan komentar yang sangat menyudutkan ulama aceh dan dayah secara kusus, bahkan para cs SM mengatakan di komentarnya bahwa Konsultasi publik RPJM Aceh bukan RPJMA tapi RPJMD, D yang dimaksud adalah Dayah.

Status Fb dosen ini pun mendapat tanggapan dari sejumlah pihak misalnya dari Sekjend Bakomubin Aceh, Mantan Ketua Umum IPSA, Ketua I PB RTA dan sejumlah aktivis lainnya

Berikut ini komentar-komentar hujatan hasil pantauan redaksi

  1. Syeh Khalil
    Hati2 kalau ngomong, bos…jangan benturkan akademisi dengan ulama dayah. Sebab di dayah juga banyak akademisi. Jadi orang berilmu jangan cengeng. Jasa ulama dlm membina ummat banyak, jasamu apa. ?. Kalau ga dikasih honor apa kamu mau ngajar di kampus. Jastifikasimu tidak beralasan apa karena g dikasih foto bareng, kau dapat data darimana..? Hasil penelitianmu ngaco..metode dan pendekatan apa yang kau gunakan..?Maaf …sedikit emosi sebab aku masih manusia….
  2. Akthaillah Daud
    #RPJMA ATAU RPJMD…?SEJAK DULU PROFESOR DIBARISAN DEPAN, TIADA YANG MENCELA….

    KINI KETIKA ULAMA DIBARISAN DEPAN, MEREKA MENCELA…

    HAI PARA AKEDEMISI JAMAN NOW, APA YANG TELAH KALIAN PERBUAT SELAMA INI SELAIN HIDUP KALIAN YANG BERSUSU ABADI KEPADA ANGGARAN NEGARA…?

  3. Rijal Al-Khair Menyo Ust. Abdul Somad peugah, cuma PKI yg na akai2 lage nyan.
  4. Imam Rumah Tangga Rapatkan barisan kita supaya tidak pecah dng bangkitnya Rezim Pki para pembenci Ulama..
  5. Sabrun Jamil Ismail 

    Sebagai anak yang belum cukup umur, saya juga merasa tersakiti di saat ada doktoral yang berani menghina para ulama sempuh kami sebagai “OKNUM MITA BOH MANOK MIRAH PADA PEMERINTAH”.

    Sejauh pengetahuan saya sebagai seorang santri, dari generasi para endatu sampai generasi saya saat ini, belum pernah saya temukan dayah di Aceh yang meu Reh Reh karna tidak ada perhatian dari pemerintah (Dak hana bantuan sitoh dua toh dayah tetap sebagai dayah).

    Ke exsisan dayah di bumi aceh, bukan karna banyaknya bantuan pemerintah, tapi karna ikhlasnya para ulama dalam mendidik dan menyalurkan ilmu kepada para genarasinya.

    Seharus nya ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kita khususnya aceh, karna tanpa di gaji oleh pemerintah, para ulama tetap setia mendidik generasi dari kebodohan dan ilmu yang meraka salurkan bukan ilmu iek buy, #Naaa Mufom

    Sehingga tudingan para ulama “Mita Boh Manok Mirah” menjadi sebuah kalimat yang menimbulkan konflik baru antara iktektual dengan kalangan Dayah.

    Akhir kalam, semoga si penuding ulama tersebut segera meminta maaf.

    #menjaga manok droe lebih baik dari pada mengurus manok gop.
    #sut luweu droe lebih get ,ketimbang Sut luweu gop
    #NamufomProf

BAGIKAN

KOMENTAR