Bulan Zulhijjah (I): Perbanyak Amal Ibadah dan Kurangi Maksiat

0
88

TANPA terasa kita telah kembali berada dalam bulan Zulhijjah. Tentunya dalam kelender Islam bulan Zulhijah merupakan bulan umat Islam disyariatkan untuk mengerjakan ibadah haji. Kelebihan 10 hari pertama Zulhijah tidak banyak dibicarakan seperti 10 hari terkhir Ramadan. Sedangkan kelebihan dan kemulian 10 hari Zulhijah dan Hari Arafah telah digambarkan dalam Alquran dan hadis. Mari kita telaah kelebihan bulan Zulhijah dan berusaha untuk beramal dalam 10 hari pertama ini, supaya kita mendapat keridhaan dan kasih dari sang khalik.

Zulhijah sebagai bulan ibadah telah banyak dibahas oleh apara ulama. Dalam pandangan Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan lebih utama daripada malam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, sedangkan siang hari 10 pertama bulan Dzulhijjah lebih utama dari siang hari sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Dengan perincian ini kesamaran akan hilang. Yang menunjukkan demikian adalah karena malam 10 terakhir bulan Ramadhan memiliki kelebihan dengan lailatul qadrnya, di mana hal itu terjadi di malam hari, sedangkan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki kelebihan di siang harinya, karena terdapat hari nahr, hari ‘Arafah dan hari tarwiyah (8 Dzulhijjah).”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah ‘Azza wa Jalla daripada hari-hari ini –yakni sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah)- para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fii sabiilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fii sabiilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa-raga dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi.” (HR. Bukhari)

Memperbanyakkan amalan kebaikan dan positif baik sosial masyarakat maupun kerja bakti lainnya juga meningkatkan ibadah sunah sepanjang 10 hari pertama pada bulan Dzulhijah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang berasal dari Ibnu `Abbas radhiallahu `anhuma bahwa Nabi sallallahu `alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hari yang amal saleh padanya lebih dikasihi Allah selain dari hari-hari ini iaitu hari yang sepuluh ini (10 hari awal bulan Dzulhijjah).”

Para sahabat bertanya:“Wahai Rasulullah, walaupun berjihad di jalan Allah?” Baginda bersabda: “Walaupun berjihad pada jalan Allah, kecuali lelaki yang keluar berjihad membawa diri serta hartanya dan tidak kembali lagi selepas itu (mati syahid).” (HR al-Bukhari)

Perbanyaklah Amalan Kebaikan pada 10 Hari Pertama Zulhijah

Para ulama salafussaleh pada zaman dulu berlomba dalam menjemput dan merebut kelebihan yang terdapat pada 10 hari pertama bulan Zulhijah dengan menghidupkan siang dan malam mereka dengan amalan-amalan kebaikan dan ibadah-ibadah sunah. Juga siangnya mereka berpuasa sunah (kecuali pada 10 Zulhijah karana ia adalah Idul Adha – haram berpuasa).

Bukan hanya itu saja, seolah mereka masih merasa belum tercukupi dengan apa yang telah mereka kerjakan, malamnya pula mereka melakukan salat malam. Mereka benar-benar mengisi 10 hari awal Zulhijah dengan amalan-amalan saleh demi mendapat ridha dari Allah SWT.

Pada 10 hari awal Zulhijah juga digalakkan kita memperbanyakkan tahlil, takbir dan tahmid. Diriwayatkan dari Ibnu `Umar radhiallahu `anhuma bahawa Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam telah bersabda: “Tidak ada hari yang lebih besar di sisi ALLAH dan lebih dikasihi olehNYA dilakukan amalan pada hari tersebut lebih dari hari-hari yang sepuluh ini (10 hari awal bulan Dzulhijjah). Maka perbanyakkanlah padanya bertahlil, bertakbir dan bertahmid.” (HR Ahmad.  Sanadnya sahih).[]

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi, Dewan Guru Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga. (www.portalsatu.com)