Calon Ketua DPD KNPI Aceh, Khalid S.Pd.I Dapat Dukungan Banyak Pihak

0
Pelaksanaan silaturrahmi dan deklarasi calon ketua KNPI Aceh 2017-2020 di hotel Regina Banda Aceh. Foto: LA

Banda Aceh | LA – Deklarasikan diri sebagai calon Ketua DPD KNPI Aceh masa jabatan 2017-2020, Khalid, S.Pd.I dapat dukungan banyak pihak, terutama dari sejumlah ketua KNPI kabupaten/kota se-Aceh.

Hal ini terungkap pada kegiatan silaturrahmi dan deklarasi dirinya sebagai calon ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia itu di hotel Regina Banda Aceh, Sabtu 22 Juli 2017.

Pada kesempatan tersebut, bahkan secara terang-terangan, sebanyak 7 (tujuh) kabupaten/kota di wilayah barat selatan Aceh, menyatakan komit mendukung Khalid sebagai calon ketua DPD KNPI Aceh periode 2017-2020.

Mendapat dukungan banyak pihak, Khalid pun merasa lebih percaya diri memenangkan pertarungan tersebut. Bahkan Khalid juga membeberkan mengapa dirinya berani dan mau mencalonkan diri sebagai kandidat calon KNPI Aceh, yakni karena dukungan banyak pihak.

“Banyaknya dukungan dan penghargaan yang mengalir kepada saya, sehingga penghargaan inilah yang membuat saya berani dan mau mencalonkan diri sebagai ketua DPD KNPI Aceh,” ungkap Khalid.

Terkait kehadiran sejumlah calon lain dalam pertarungan perebutan tampuk kepemimpinan KNPI Aceh periode 2017-2020, Khalid mengapresiasi hal itu dan menganggap wajar saja. “Kami sangat berkeyakinan mereka juga ingin berbuat yang terbaik kepada KNPI Aceh,” sebutnya.

Selain itu, pemuda asal Pidie ini yakin akan memenangkan perebutan puncak pimpinan KNPI Aceh, apalagi setelah mengetahui ternyata banyak dukungan yang diberikan kepadanya.

“Kami berharap kepada teman-teman yang memberikan dukungan tertulis maupun tidak tertulis, yang kami yakini pada saat pencoblosan akan memilih kami,” cetusnya.

Dia juga mengharapkan kepada semua pihak tetap bersatu membangun KNPI Aceh lebih baik kedepan meskipun saat ini ada perbedaan pandangan jelang pemilihan. “Jangan pernah kita melupakan jas merah, jangan pernah kita lupakan sejarah, jangan pernah kita lupakan jas biru. Jangan buat rusuh dan tetap menjaga kedamaian di Aceh yang sudah berjalan lebih dari 10 tahun,” pungkasnya seraya mengutip ucapan presiden pertama Indonesia Bung Karno. (Hidayat)