Cambuk Tertutup,  Ketua FPI Aceh Minta Jangan Kotak-Katik Syariat Islam

0
447

BANDA ACEH |LA –Terkait MoU antara Gubernur Aceh  Irwandi Yusuf  dengan Menkumham tentang pelaksanaan cambuk secara tertutup  yang berlangsung di Amel Convention Hall, kamis (12/4) itu, ternyata mendapat respon langsung dari pihak Front Pembela Islam (FPI).

Ketua FPI Aceh, Tgk Muslim At Thahiri  mengatakan bahwa pihak pusat tidak ada hak untuk campur tangan mengenai kekhususan Aceh, bahkan  tidak punya hak untuk interpensi hukum pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

“Maka apa urusan dia untuk buat MoU dengan Gubernur Aceh,” tegas Tgk muslim At Thahiri, Jumat 13 April 2018.

Selanjutnya, kata ketua FPI Aceh, Gubernur Irwandi jangan coba coba untuk mempermainkan syariat Islam di Aceh.

“Jangan buat pergub yang bertentangan dengan Qanun yang telah disahkan ,  hargai qanun yg telah disahkan oleh DPR Aceh karena untuk mengesahkan sebuah qanun bukan biaya sedikit tapi butuh biaya besar itu harus di ketahui oleh seorang gubernur,” tegasnya.

Syariat Islam  tidak boleh dikotak- katik disesuaikan sesuai dengan selera gubernur dan sesuai dengan  pesanan asing, akan tetapi apapun dari penerapan syariat Islam harus panggil ahlinya yaitu ulama, tanyakan pada ulama apa dasar hukum cambuk harus terbuka di depan umum.

“Kenapa pak Irwandi sibuk memikirkan agar pelaku maksiat tidak malu sedangkan pelaku maksiat sendiri tidak malu melakukan maksiat secara terbuka. Maka kami ajak irwandi untuk belajar kembali fiqih dari kitab kitab yang muktabar pada Ulama ulama dayah, jangan curiga kepada Syariat Islam seolah olah hukum Islam mendhalimi ummat ,” ungkap pimpinan dayah Darul Mujahidin.

Pimpinan Dayah Darul Mujahidin, juga menegaskan untuk takutlah kepada murka Allah jangan takut kepada pihak asing, dan aseng.

“Tidak dapat memberi manfaat dan mudharatat tanpa izin Allah, maka jangan cari cari alasan untuk mudifikasi hukum cambuk agar asing tak protes, apakah tak lagi percaya kepada Allah. Kami akan berjuang dengan apapun resiko untuk selamatkan Qanun jinayat,” Pungkas pimpinan dayah Darul Mujahidin.

 

BAGIKAN

KOMENTAR