Cara Cepat Menangani Dehidrasi Pada Bayi dan Anak

0

Liputanaceh.com, Jakata | Udara atau cairan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pada tubuh manusia, air atau cairan memiliki fungsi yang membantu agar organ-organ dapat bekerja dengan baik. Dokter Spesialis Anak Konsultan Ariani Dewi Widodo menjelaskan jika ada udara pada tubuh manusia di setiap rentang usia yang berbeda-beda. Manusia dewasa mengandung sekitar 60 persen cairan dari keseluruhan badan, sementara 75 persen dari keseluruhan badan bayi adalah udara, dan 65 persen dari berat badan anak adalah udara.

“Begitu juga kebutuhan setiap orang akan air atau cairan juga berbeda-beda, tergantung pada usia dan aktivitasnya. Anak-anak yang tergantung pada usia 2-3 tahun membutuhkan sebanyak 1,3 liter cairan per-hari sementara pada usia 4-8 tahun membutuhkan 1 , 4 -1,6 liter cairan perharinya, “ucap Ariani melalui siaran pers Kelas Pakar Klub Orangtua Johnson, Jumat 13 Juni 2020.

Total asupan air atau cairan yang berlebihan dapat menyebabkan berkurangnya total air tubuh yang disebut dengan dehidrasi yang menyebabkan terganggunya kinerja kognitif, konstipasi, gangguan pada fungsi ginjal, menyebabkan sinkop dan hipotensi ortostatik, pencetus penggunaan sakit kepala dan migrain, kelenturan kulit akan meningkat dan kulit menjadi kering. Anak-anak lebih mudah berkembang dari orang dewasa.

Pada anak dan bayi dehidrasi paling sering terjadi akibat virus atau bakteri yang menyebabkan diare. Dehidrasi terdiri atas dehidrasi derajat ringan-sedang dan dehidrasi berat. Perbedaan memiliki perbedaan dan perbedaan yang sesuai tingkat dehidrasinya.

Deskripsi tentang yang dapat dilihat oleh keuangan di rumah antara lain ubun-ubun cekung pada bayi, buang air kecil dan pekat atau tidak ada sama sekali, air mata tidak keluar, dan tampak kehausan.

Selain kehilangan cairan , dehidrasi juga menyebabkan kehilangan elektrolit (Na, K, Cl). Dehidrasi yang menyebabkan tubuh paling sering kehilangan natrium dan kalium yang diperlukan untuk membantu otot dan saraf, menyeimbangkan elektrolit di dalam tubuh manusia, mendorong pertumbuhan tubuh yang normal, dan mengendalikan keseimbangan asam-basa tubuh yang memungkinkan kesehatan.

Untuk menghindari mengingat dehidrasi pada anak, maka orang tua harus lebih memperhatikan lagi asupan cairan pada anak. Minum dan mengonsumsi makanan yang kadar airnya tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran merupakan salah satu cara untuk mempertahankan anak agar tetap terhidrasi.

“Selain saat cuaca panas dan sedang beraktivitas seperti bermain, air putih dapat diberikan secara rutin kepada anak-anak pada pagi hari untuk membantu mengaktifkan organ dalam; 30-60 menit sebelum makan untuk membantu proses pencernaan; , “jelas Ariani.

Penanganan pertama dehidrasi pada anak adalah dengan memberikan cairan, dan untuk dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit diberikan Cairan Rehidrasi Oral (CRO) yang biasanya dikenal sebagai oralit. Tahun 2005, WHO melarang penggunaan CRO osmolaritas rendah (245 mOsm / L) untuk versi lisanit sebelumnya (311 mOsm / L).

“Selain osmolaritas, faktor lain yang juga penting dalam memperoleh pemberian oralit pada anak adalah volume, frekuensi pemberian, dan rasa.

Sementara itu, Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnsons & Johnson Devy Yheanne mengatakan selama masa pandemi Covid-19, pihaknya ingin semua orang tua di Indonesia untuk tetap produktif dan mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi mereka.

“Sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan global yang mendukung bagi ibu dan anak, kami akan terus melakukan diskusi tentang yang dapat mengedukasi orang tua Indonesia. Pada sesi kali ini, kami ingin mengingatkan kembali orang tua Indonesia yang diperlukan untuk mendapatkan bantuan konsumsi anak-anak tetap terhidrasi, ā€¯ucapnya.