Cek Zainal: Tujuan Utama MTQ Memasyarakatkan Al-Quran  

0
48
Ilustrasi MTQ
BANDA ACEH | LA – Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Jumat (5/1/2018) malam.

Ajang yang diikuti oleh 165 peserta yang berasal dari empat dusun yang ada di Gampong Ceurih ini akan berlangsung setiap malam bakda Isya hingga Senin (15/1) mendatang di halaman meunasah gampong setempat.

Turut hadir pada acara pembukaan MTQ IV tingkat Gampong Ceurih di antaranya anggota DPRK Banda Aceh Isnaini Husda, Kadis Syariat Islam Mairul Hazami, Camat Ulee Kareng Aulia R Dahlan beserta unsur Muspika lainnya, Ketua KNPI Afdhal Khalilullah, perangkat gampong dan ratusan masyarakat Ceurih.

Dalam sambutannya, Cek Zainal -sapaan akrab wakil wali kota- menyampaikan apresiasi atas semangat panitia dan perangkat gampong serta tingginya animo masyarakat untuk hadir dan menyaksikan MTQ.

“Melihat ramainya warga yang hadir, saya rasa Gampong Ceurih layak untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat Kota Banda Aceh. Jika nanti gampong ini mengajukan diri untuk menjadi salah satu kandidat tuan rumah, tolong Pak Mairul (Kadis DSI-red) dipertimbangkan,” pinta Cek Zainal.

Ia mengaku terpana saat ayat-ayat Al-Quran dibacakan, suasana di lokasi MTQ menjadi begitu hening karena seluruh hadirin khusyu menyimak. “Suasana islami di sini sangat terasa, dan tentunya tidak lepas dari peran pemerintah dan tetua gampong dalam membina masyarakatnya. Semoga kondisi ini dapat terus dipertahankan, atau bahkah semakin baik lagi.”

Kepada para peserta MTQ, Cek Zainal berpesan agar tujuan mengikuti acara ini bukan hanya untuk mengejar gelar juara. “Namun jauh lebih besar dari itu, yakni bagaimana lewat ajang MTQ ini kita bisa semakin memasyaraktkan Al-Quran, baik membaca maupun mengamalkannya. Itu tujuan utama dari MTQ ini,” katanya.

Ia pun mengajak hadirin untuk merenung dan berpikir jika saat ini banyak orangtua yang bangga jika anaknya bisa mengikuti lomba bernyanyi. “Malam ini coba dengarkan betapa indah dan merdunya suara anak-anak kita saat melantukan ayat-ayat ilahi, dan tentunya kita harus lebih bangga jika anak kita bisa tampil di panggung MTQ.”

“Saat kita tiada dan meninggalkan anak yang mampu membaca bahkan menghapal Al-Quran, insyaallah di alam barzah kelak kita tidak akan diliputi oleh keadaan yang gelap gulita. Amin ya Rabbal ‘alamin,” pungkas wali kota.

Sebelumnya di tempat yang sama, ketua panitia Zulkarnaini mengatakan ajang ini digelar agar putra-putri Gampong Ceurih semakin cinta dengan Al-Quran dan minat untuk mempelajari Al-Quran dan ilmu agama juga semakin meningkat. “Di samping sebagai persiapan bagi anak-anak kita untuk mengikuti ajang serupa di tingkat yang lebih tinggi.”

Adapun sejumlah cabang yang diperlombakan pada MTQ Ceurih tahun ini antara lain Tartil Quran, Hafiz Quran, Fahmil Quran, Khat (Kaligrafi), Lomba Azan, dan Salat Jenazah.‎ “Acara penutupan pada minggu malam nanti juga akan kita rangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” katanya. **(IK)

BAGIKAN

KOMENTAR