Danramil 02 Labuhanhaji: Tebing Sungai Desa Pisang Abrasi, Sejumlah Rumah Rusak

0

Tapaktuan | Liputanaceh.com Sejumlah rumah di bantaran sungai Desa Pisang Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan rusak, akibat bencana alam abrasi/erosi tebing sungai yang terjadi di desa itu.

Abrasi tebing sungai tersebut, diduga disebabkan curah hujan yang tinggi pada Jum’at (22/05/2020), sehingga sungai tidak mampu menampung volume air.

“Kemudian air sungai meluap dan menghantam rumah warga di bantaran sungai Desa Pisang, 4 rumah warga mengalami kerusakan,” kata Danramil 02 Labuhanhaji, Lettu Inf. Syamsul Yadi.

Adapun empat rumah warga yang mengalami kerusakan sebagai berikut:
1. Azuardi B (53) /Swasta (rumah rusak ringan retak di beberapa struktur bangunan)
2. Afwan (54) /Swasta (rumah rusak ringan retak di beberapa struktur bangunan)
3. M. Amin (65) /Swasta (rumah rusak ringan retak di beberapa struktur bangunan)
4. M. Arif (67) /Swasta (rumah rusak ringan retak di beberapa struktur bangunan)

Syamsul Yadi menerangkan, pada pukul 14.00 wib hujan deras melanda daerah tersebut.

Pada pukul 16.30 wib, air di sungai tidak mampu menampung volume air yang cukup besar, sehingga terjadi abrasi pada tebing sungai yang berdampak beberapa rumah warga di bantaran sungai mengalami kesusakan yang cukup seirus.

Pada pukul 18.30 Wib, lanjut Syamsul Yadi, hujan mereda. Kemudian masyarakat melapor kepada aparatur desa termasuk Babinsa setempat yang kebetulan berdomisili di desa tersebut, bahwasanya rumah mereka terdampak abrasi tebing sungai.

“Warga mengeluhkan rumah mereka mengalami keretakan, karena tebing sungai amblas disebabkan besarnya air sungai. Kondisi tersebut juga menimbulkan keresahan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Serda Zulaslan, selaku Babhinsa menyebutkan, setelah mendapatkan informasi dari warga, dirinya langsung melaporkan pada kesempatan pertama kepada Danramil, lalu danramil memerintahkan kepada para anggota Koramil bersama-sama membantu kesulitan warga yang terdampak tersebut.

Lanjut Zulaslan, tidak ada korban jiwa ketika musibah itu terjai, namun kerugian materil diperkiran ± 20 juta rupiah.

M. Arif (67), salah satu warga yang mengalami musibah, mohon agar kiranya Muspika, Pemerintah Daerah Aceh Selatan, segera cepat tanggap dan serius menanggapi bencana alam tersebut dan mecari solusi agar segera melakukan tindakan pencegahan dini, supaya musibah serupa tidak akan terjadi lagi di kemudian hari.

“Kami harap pemerintah dapat membuat pengaman tebing di sepanjang sungai yang berdekatan degan rumah warga,” pungkasnya.