Dari 55 Peserta MTQ Yang Dilepaskan Abusyik, Satunya Tunanetra

0
83
Bupati Pidie, Roni Ahmad memeluk peserta MTQ yang mengalami tunanetra disaat melepasakan 55 Peserta ke Aceh Timur.

PIDIE |LA –Bupati Pidie ,Roni Ahmad melepas sebanyak 55 peserta MTQ tingkat Provinsi ke Aceh Timur di antara peserta tersebut, dimana salah satu pesertanya tuna netra.

Kabupaten Pidie menargetkan masuk ke lima besar pada musabaqah tilawatil qur’an (MTQ) ke XXXIII tingkat Provinsi Aceh yang akan berlangsung di Kabupaten Aceh Timur, pada Sabtu 18 November 2017 nanti.

Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) saat pelepasan kafilah di pendopo, Kamis 16 November 2017, mengatakan bonus yang akan diberikan kepada peserta MTQ yang menjuarai akan dapat sepeda motor dan perlengkapan pendidikan di bidang agama.

“Pelaksanaan MTQ adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap isi kandungan al-qur’an serta syiar Islam, disamping itu MTQ juga merupakan media pembentukan dan pengembangan generasi yang qur’ani,” kata Abusyik sapaan akrab Bupati Pidie.

Namun, diantara 55 peserta satu diantaranya memiliki cacat tuna netra yaitu Thantawi. Saat pelepasan sambil salaman Abusyik  memeluk erat Thantawi, Bupati Pidie berharap ia kembali bisa mengharumkan nama Pidie, seperti di tahun yang sebelumnya Thantawi juara satu pada MTQ di Kabupaten Nagan Raya.

“Melalui kegiatan MTQ tersebut, secara langsung kita berupaya membentuk dan menumbuhkan karakter – karakter yang mahami sekaligus mampu mengaplikasikan nilai-nilai terbaik untuk perintah, dan mengembangkan pengetahuan makna yang terkandung dalam Al-Qur’an kedalam kehidupan kita di atas bumi dan semesta alam ini,” imbuh Bupati Pidie dalam kesempatan itu.

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, “Abusyik juga mengajak untuk semua elemen masyarakat maupaun pejabat dalam Pemerintahan Kabupaten Pidie dapat membantu bahu membahu dan mendukung penuh, saling memberikan dukungan agar kafilah kita dapat mengukir prestasi di MTQ Aceh ke 33 ini sekaligus mensyiarkan Islam dan Al-Quran.

Lanjut Bupati, buktikan kepada seluruh masyarakat Aceh, khususnya Pidie dan bisa melahirkan para Qori dan Qoriah yang memiliki karakter Qur’ani yang mampu berprestasi bahkan telah mampu membawa nama baik Pidie di Tahun tahun yang lalu.

“Kita harus mempertahankan di tahun ini agar dapat kembali meraih juara dan masuk 5 besar bagi peserta MTQ Kabupaten Pidie, dan membanggakan nama Aceh dipentas nasional bahkan internasional. Sehingga nantinya Pidie menjadi contoh yang baik bagi masyarakat daerah lain,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Syari’at Islam Kabupaten Pidie Sabirin yang juga sebagai kepala rombongan kafilah kepada liputanaceh.com mengatakan, pihaknya menargetkan Pidie masuk 5 besar dalam MTQ di Kabupaten Aceh timur. Sebab MTQ tingkat Propinsi Aceh di Nagan Raya beberapa waktu yang lalu Pidie juga bertahan di 5 besar.

“Artinya jika tidak mendapatkan peringkat satu setidaknya mampu mempertahankan peringkat 5 besar, ini target kami mudah-mudahan tercapai,”tuturnya.

Lanjut Sabiri, selaku pimpinan kafilah, untuk mencapai semua itu Pidie memboyong 91 orang ke Aceh Timur, terdiri dari Panitia 23 orang, laki-laki 22 dan perempuan 1 orang.

Sedangkan official/pelatih 12 orang dan perempuan 1 orang, peserta 55 orang, laki-laki 28 dan perempuan 27 orang dan jumlah semuanya 91 orang. “Mereka ini adalah yang diboyong ke Aceh Timur untuk dapat mengikuti berbagai jenis perlombaan diajang MTQ ke 33,”Sebutnya. (RJ)

BAGIKAN

KOMENTAR