Dayah dan Ulama Hadir di Tengah Masyarakat Untuk Menangkal Radikalisme

0

PIDIE JAYA I Liputanaceh.com– Kehadiran para ulama dan lembaganya dalam masyarakat baik melalui majlis ilmu, zikir dan dakwah lainnya secara tidak langsung ikut mencegah faham radikal dan terorisme di nusantara ini.

Hal tersebut disampaikan oleh pimpinan MPU Pidie Jaya, Tengku. H. Muniruddin, pada seminar publik deradikalisasi yang diselenggarakan oleh Dayah Darur Ridha Al-Munawwarah Gampong Meuraksa Kecamatan Meureudu Pidie Jaya bekerjasama dengan lembaga Analisa Demokrasi Institute  dengan tema:“Memperkuat Peran Lembaga Pendidikan Dayah Dalam Menangkal Paham Radikalismedan Terorisme di Indonesia”di aula Dayah tersebut, Kamis, (27/2/2020) setelah Dhuhur pada pukul 14.30-17.00 WIB

Dalam seminar yang dihadiri lebih dari seratus peserta tersebut, ulama yang kerap disapa Waled Kiran itu menjelaskan bahwa paham radikalisme tidak ada di dayah.

“Di dayah, santri diajarakan tastafi (tasawuf, tauhid dan fiqh), siapa yang mengamalkan ilmu dalam tiga dimensi itu tentunya akan melahirkan kedamaian dan jauh dari pengaruh hawa nafsu, dayah merupakan laboratorium dimana tempat memperbaiki segala hal yang tidak baik dan akan melahirkan sosok yang berintegritas secara keilmuan dan akhlakul karimah” jelasnya.

Sementara itu pemateri lainnya, Teungku Iswadi Arsyad M. Sos yang merupakan Dosen IAI AI-Aziziyah Samalanga mengungkap bahwa radikal terbagi dua, radikal dalam arti sebuah perjuangan dan radikal dalam aqidah, politik dan lain-lain. Dayah tidak melahirkan faham radikalisme, apalagi terorisme.

“Paham radikalisme lahir akibat seseorang yang tidak mempelajari ilmu agama secara utuh dan kaffah. Tidak bisa kita pungkiri bahwa sederet aksi terorisme yang selama ini memang menggunakan simbol umat islam, namun setelah kita telusuri teroris tersebut memang tidak paham agama dengan cara belajar agama secara otodidak dan tidak bersanad” ungkapnya yang juga Kaprodi PMI IAI Al-Aziziyah Samalanga.

Pada seminar tersebut, pimpinan dayah Dayah Darur ridha Al-Munawwarah, Teungku Muhammad Yani atau yang dikenal dengan Teungku Meuraksa juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu bukti bahwa dayah memiliki komitmen untuk menolak paham radikalisme dan terorisme yang yang mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

“Tidak hanya dayah yang menjadi corong pemerintah dalam menangkal paham radikalisme, masyarakat secara umum  juga memiliki peran penting untuk mencegah hadirnya paham radikalisme ditangah masyarakat” tegasnya.