Demo PLN Aceh, Ini Tuntutan Massa

0
159
Mahasiswa kembali demo PLN Aceh. Foto: Liputanaceh

Banda Aceh | LA – Pemadaman listrik yang terus menerus terjadi di Aceh hingga saat ini, telah menimbulkan rasa kecewa masyarakat Aceh terhadap kinerja PLN Aceh karena telah menyebabkan kerugian materil maupun immateril terhadap masyarakat, sehingga membuat mahasiswa turun tangan untuk melakukan aksi unjuk rasa.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan mahasiswa sekitar pukul 17.00 WIB hingga tibanya waktu berbuka puasa. Dalam kesempatan aksi unjuk rasa tersebut, massa menuntut PLN dengan beberapa tuntutan yang harus dipenuhi PLN Aceh. Sejumlah tuntutan yang dilayangkan para pengunjuk raya tersebut yaitu;

1. PLN wilayah Aceh harus meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Aceh melalui media masasa.

2. Menjamin tidak ada lagi pemadaman listrik di Aceh

3. Menjelaskan kepada masyarakat secara detail terkait dugaan pengalihan arus listrik dari Aceh ke Medan serta menjelaskan secara fakta jumlah kapasitas yang sudah dihasilkan dari pembangkit listrik di Aceh seperti PLTU Nagan Raya dan Arun.

4. PLN harus meninjau kembali kenaikan tarif dasar listrik yang dianggap telah memberatkan masyarakat.

5. PLN Aceh harus bertanggung jawab terhadap kerugian masyarakat yang ditimbulkan akibat dari pemadaman yang terus terjadi dengan memberikan konpensasi sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang.

6. Pemerintah Aceh (Eksekutif dan Legislatif) harus bersikap lebih jelas dalam memberikan solusi pemenuhan sumber daya listrik Aceh.

Aksi yang  berlangsung hingga tibanya waktu berbuka puasa itu berlangsung aman dan tertib. Puluhan aparat kepolisian tampak disiagakan demi mengawal proses jalannya aksi demo. Aksi sempat memanas ketika aparat kepolisian yang bertugas mengawal proses unjuk raya melarang massa beraudiensi lebih lama dengan pihak PLN, namun aksi mahasiswa yang tetap tenang membuat unjuk rasa terlihat aman dan tertib.

Tiba waktunya berbuka puasa, mahasiswa pun menolak berbuka puasa di dalam area Kantor PLN Aceh, massa lebih memilih melakukan aksi buka puasa bersama diluar pagar dan bahkan menolak makanan serta minuman yang disediakan pihak PLN. “Kami menolak memakan dan minum yang disediakan pihak PLN Aceh karena kami tidak ingin disebut telah dipolitisir. Kami lebih memilih hanya meminum aqua gelas yang kami bawa sendiri,” ungkap Muslem, salah seorang pengunjuk rasa. (Hidayat)

Baca Juga: 

Kecewa Listrik Mati Hidup, Mahasiswa Aceh Kembali Demo PLN

Massa Minta Pihak Berwenang Lakukan Audit Terhadap PLTU Nagan Raya

BAGIKAN

KOMENTAR