Diare Yang Lebih Dari Seminggu Bisa Jadi Salah Satu Tanda Serangan Jantung

0

Liputanaceh.com | Serangan jantung merupakan kondisi darurat medis serius yang memerlukan penanganan segera. Seseorang bisa berisiko terkena serangan jantung mematikan atau infarks miokard jika mengalami diare terus-menerus.

Pada dasarnya, serangan jantung disebabkan oleh kurangnya darah yang mencapai jantung. Pasokan darah yang kurang membuat jantung rusak parah dan bisa mengancam jiwa.

Serangan jantung juga bisa menjadi gejala penyakit jantung koroner, yang mana timbunan lemak menumpuk di arteri dan membatasi jumlah darah yang mencapai jantung.

Salah satu tanda yang paling tidak biasa dari serangan jantung adalah diare persisten. Menurut Dr Leor Perl, ahli jantung dan direktur medis vectorious medical Technologies dikutip dari Express, beberapa pasien yang mengalami infark miokard juga mengalami gejala gastrointestinal.

Gejala gastrointestinal terkait masalah jantung itu bisa termasuk rasa sakit atau sakit perut yang menyakitkan.

“Sebenarnya serangan jantung cenderung muncul dengan cara yang sangat heterogen,” kata Leor.

Sementara gejala klasik yang berupa nyeri retrosternal itu sama sekali tidak biasa bagi pasien. Sub-populasi yang menajdi perhatian Leor melipusi lansia, pasien diabetes dan wanita.

Berikut adalah gejal atipikal yang lebih umum, yakni gejala gastrointestinal yang meliputi mual, muntah, sakit perut dan diare.

Gejala lainnya bisa termasuk hilangnya kesadaran, sinkop atau pingsan, sesak napas, sesak napas, rasa tidak enak atau kelemahan umum.

Diare atau gejala serangan jantung atipikal lainnya bisa merupakan tanda infark miokard bila disertai dengan gejala serangan jantung yang lebih umum.

Waspada, Diare Lebih dari 7 Hari Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung Mematikan – 2
Tetapi, Anda perlu mempertimbangkan untuk konsultasi dengan dokter bila diare berlangsung selama lebih dari 7 hari.

Gejala serangan jantung yang lebih umum termasuk nyeri dada parah, nyeri yang menjalar ke lengan dan pusing mendadak.

Tetapi, Anda bisa menurunkan risiko serangan jantung dengan melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup.

Konsumsi makanan sehat dan seimbang bisa menurunkan kemungkinan timbunan lemak di arteri. Anda perlu mewaspadai semua gejala ini bila memiliki risiko serangan jantung akibat faktor genetik.