Diatas Makam Keturunan Raja Aceh Dibangun Proyek IPAL

0
25

BANADA ACEH|LA-Keturunan Raja-Raja di Aceh yang sudah komit melestarikan situs sejarah endatu mengharapkan Proyek IPAL dipindahkan ke tempat lain, apalagi masih banyak lahan di kawasan kota Banda Aceh, hal tersebut dikatakan para Pewaris Raja Se-Aceh yang hadir untuk melakukan ziarah ke Makam Endatunya.

Ketika melakukan Ziarah para pewaris kerajaan Aceh yaitu Raja Jeumpa Teuku Iskandar Muda, Sejarawan dan tokoh Budaya, A Raman Kaoy dan Dr Husaini Ibrahim,serta kolektor naskah kuno Tarmizi A Hamid, serta Anggota DPR RIasal Aceh  Nasir Djamil.

Tujuan mereka melakukan kunjungan ke tempat itu taklain adalah untuk memastikan dan mengingatkan para Kontraktor jangan membangun proyek diatas IPAL diatas makam keturunan Raja Aceh, untuk proyek yang masih bisa dicari lokasi lain dan tidak di area pemakaman tersebut.

Kami menyesalkan dan merasa sangat sedih bila di areal pemakaman endatu kami dan para ulama akan dibangun IPAL. Maka kami pewaris raja se-Aceh membuat surat protes sekaligus menyerahkan surat tersebut kepada M Nasir Jamil salah seorang Anggota DPR RI asal Aceh yang turut hadir dalam kegiatan ziarah kami untuk dfiteruskan ke Presiden RI Bapak Joko Widodo, sebut Iskandar yang dijulukan Raja Jempa.

Sementara itu pihak PT Nindya Karya Andrian selaku kontraktor pelaksana proyek IPAL yang berada di antara Gampong Jawa dan Gampong Pande menjelaskan, kami ini  hanya sebagai pelaksana  Proyek dan ini kami bekerja sesuai kontrak dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian PUPR RI.

Menujrut Andrian sebagai Perwakilan Pihak Kontraktor PT Nindya Karya itu bagai mana apakah kami menghentikan proyek atau diteruskan pihak kami tergantung pemerintah dan  kami ini pelaksana proyek hanya menjalankan pembangunan IPAL.

proyek senilai Rp 107,3 Miliar ini  akan berakhir Oktober 2017, sesuai kontrak yang sudah disepakati dan menyangkut kebijakan menghentikan atau melanjutkan akan menjadi wewenang Kementerian PUPR dan Pemko Banda Aceh, Sebut Andrian,’’(AA)

BAGIKAN

KOMENTAR