Dilaporkan Terkait Dugaan Tanda Tangan Palsu Surat Pernyataan Pengalihan Bantuan Covid-19, Begini Klarivikasi Perangkat Gampong Kuta Trieng

0
Direktur YLBH AKA Abdya, Rahmat, S.Sy.,CPCLE., dan rekannya Pujiaman, S.H, saat mendampingi warga pelapor ke Polres Aceh Selatan.

Tapaktuan | Liputanaceh.com – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Avokasi dan Keadilan Aceh Distrik Aceh Barat Daya (YLBH AKA Abdya), mendampingi masyarakat korban dugaan pemalsuan tanda tangan pada Surat Pernyataan pengalihan penerima bantuan pangan dari Pemprov Aceh dan Pemkab Aceh Selatan untuk warga terdampak covid-19, di Gampong Kuta Trieng, Kec Labuhan Haji Barat, untuk melaporkan perihal tersebut ke Polres Aceh Selatan, Selasa (2/6/2020).

Laporan terkait pemalsuan tanda tangan Surat Pernyataan pengalihan bantuan Covid-19 itu diterima melalui SPKT Polres Aceh Selatan didampingi oleh YLBH AKA Abdya di antaranya Rahmat, S.Sy.,CPCLE., Pujiaman, S.H dan Rahmad Kurniadi, S.H.

“Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan dalam Pasal 263 KUHP dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara tersebut dialami oleh beberapa orang masyarakat Gampong Kuta Trieng terkait surat berita acara pengalihan bantuan Covid-19 yang diduga ada keterlibatan Keucik Gampong Kuta Trieng Kecamatan Labuhanhaji Barat,” sebut Rahmat, S.Sy.,CPCLE., usai mendampingi pelapor, kepada media ini, malam menjelang dini hari, via WA dan telpon seluler.

Rahmat menjelaskan, pihaknya mendampingi para pelapor mendatangi Polres Aceh Selatan bersama beberapa orang saksi dan diterima pelaporan dengan Nomor STPL/21/6/2020/SPKT.

“Kita mendatangi Polres Aceh Selatan sekitar pukul 11.00 WIB dan laporannya selesai menjelang azan Magrib dengan bukti tanda terima,” katanya.

Baca juga: Di Aceh Selatan, Warga Gampong Kuta Trieng Unjuk Rasa, Menyegel Kantor Keuchik, Ini Tuntutan Warga dan Penjelasan Keuchik

Selain itu Rahmat juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya di Gampong Kuta Trieng yang merasa dirugikan akibat dugaan pemalsuan tanda tangan, agar dapat melaporkan kepada pihaknya. Dalam hal ini YLBH AKA siap mendampingi.

“Apabila ada masyarakat lain yang dirugikan, agar segera untuk melaporkan dan YLBH AKA Distrik Aceh Barat Daya siap mendampingi para pencari keadilan,” himbaunya.

Menurut Rahmat, salah satu klienya selaku korban pemalsuan tanda tangan berinisial KRS (41) , mengaku dirugikan terkait pemalsuan tanda tangan pada Surat Pernyataan pengalihan bantuan covid-19 di Gampong Kuta Trieng, dan bukan hanya kliennya saja, namun masih banyak masyarakat lainnya.

“Korban dugaan pemalsuan tanda tangan ini bukan hanya klien kami seorang, tapi ada beberapa orang masyarakat yang merasa dirugikan yang saat ini belum melapor. Kami yakin dalam beberapa hari ke depan, mereka juga akan membuat pelaporan,” ungkap Rahmat.


Klarivifikasi Perangkat Gampong Kuta Trieng:

Dikomfirmasi oleh pewarta media ini di ruang kerjanya Rabu (03/06/2020), Yuhanda, selaku Keuchik yang didampingi Perangkat dan warga Gampong Kuta Trieng, mengaku telah mengetahui adanya laporan tersebut dan pihaknya juga sudah dimintai keterangan oleh pihak Polres Aceh Selatan pada hari Selasa (02/06/2020) sore ba’da ashar.

Pihak Perintahan Desa Gampong Kuta Trieng pada wawancara tersebut juga mengakui penanda tanganan Surat Pernyataan tersebut merupakan kehilafan dan keteledoran pihaknya. Namun bukan berarti bantuan pangan dari Pemprov Aceh dan Pemkab Aceh Selatan untuk warga terdampak covid-19 di Gampong Kuta Trieng tidak disalurkan.

Yuhanda, selaku Keuchik Gampong Kuta Trieng, didampingi Perangakat Desa dan warga saat dikomfirmasi oleh pewarta media ini diruang kerjanya.

“Untuk pengalihan bantuan tersebut, sebelumnya sudah dilakukan musyawarah, karena bantuan yang dialihkan tersebut, penerima dalam data sebagiannya juga tercatat sebagai penerima bantuan lainnya, dan ada berita acaranya,”. Kata Yuhanda.

“Tidak ada sedikitpun yang tertinggal di kantor desa atau kami bawa pulang kerumah, semua kami bagikan kepada warga yang telah diputuskan dalam musyawarah gampong khusus (Musgamsus), pengalihan bantuan,” tegas Yuhanda.

Senada dengan Keuchik, Sekgam/Sekdes Kuta Trieng, Gunawan, menambahkan hal itu sebenarnya terpaksa dilakukan untuk lebih melengkapi administrasi, sebab sebelumnya sudah ada dilakukan musyawarah pengalihan yang dihadiri Perangkat Desa, Tuha Peut, Ketua Pemuda, Tokoh Masyarakat Dan Perwakilan Masyarakat Gampong Kuta Trieng.

“Dan gak mungkin dalam waktu singkat kami meendatangi rumah-rumah warga untuk mengambil tanda tangan surat pernyataan, karena banyaknya yang harus dialihkan, sedangkan Gampong Kuta Trieng tercatat sebagai gampong dengan wilayah paling luas dan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Labuhanhaji Barat,” ungkap Gunawan.

Pemerintah Gampong Kuta Trieng dalam hal ini, masih disampaikan Gunawan selaku Sekgam dihadapan Keuchik dan yang hadir saat wawancara, sangat menyayangkan adanya laporan tersebut dan salah satu pelapor mengaku tidak menerima bantuan pangan yang dialihkan kepada keluarga pelapor.

“Padahal dari pihak yang membagi bantuan yang dialihkan, sudah dinyatakan benar ada dibagikan dan diterima oleh keluarga pelapor (istri pelapor),” ungkap Gunawan sembari menunjuk petugas yang membagi, Burmawi.

Kembali kepada Keuchik gampong Kuta Trieng, terkait langkah yang akan dilakukan oleh pemerintahan Gampong Kuta Trieng, Yuhanda menyebutkan, pihaknya sedang mengupayakan disepakatinya perdamaian antara pemerintahan gampong Kuta Trieng dengan warga sebagai pelapor.

“Dan upaya perdamaian itu sebenarnya sudah dilakukan dan dimediasi oleh Muspika beberapa kali, bahkan mengadirkan pihak Dinas Sosial Aceh Selatan, dan beberapa kali itu juga kami minta maaf,” papar Yuhanda.

“Siang malam perangkat desa kami bekerja untuk masyarakat, tapi beginilah yang kami terima,” keluh Yuhanda sedih, menutup wawancara.

Keterangan Pihak Polres Aceh Selatan:

Dikomfirmasi secara terpisah, Pihak Polres Aceh Selatan melalui Subbag Humas, yang disampaikan Iptu Junaidi via WA kepada media ini, Rabu (03/06/2020) malam ini, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar bahwasannya telah menerima laporan pengaduan tersebut dan untuk kasus sedang dalam penyidikan Sat Reskrim Polres Aceh Selatan,” demikian tutup Iptu Junaidi.